Traffickers

Traffickers : saat kekuasaan dan uang menjadi tolok ukur

190

Tiga episode dokumenter Traffickers :The Golden Triangle telah tayang di HBO GO .Serial  dokumenter ini mengambil awal seting waktu dari tahun 1960 , yang menceritakan bagaimana narkotika yang meraja lela  hingga ke Amerika Serikat dan bagaimana pemerintah Amerika Serikat sangat ingin sekali menghancurkan jaringan ini . Impian ini ada dalam benak masing-masing penegak hukum disana, namun apa daya terkendala akan wilayah dan juga yurisdiksi  negara.

Dalam serial ini , masing-masing episode menceritakan secara langsung serta melalui proses wawancara selektif dengan para tokoh di area Golden Triangle dengan juga memperhatikan penduduk yang terlibat.

Apabila ada yang ingin menyaksikan, dapat melihat terlebih dahulu trailernya

Prinsip dasar mereka adalah kekuasaan dan dengan memiliki uang, maka kekuasaan dapat mereka miliki dan juga mereka dapat menjalankan rencana masing-masing baik terhadap keluarga, lingkungan di sekitarnya maupun hal-hal lain yang mereka anggap penting.

Pada episode pertama, saat wawancara dengan Khun Sa  ‘The Opium King’ , terlihat  bagaimana berkarismanya Khun Sa, yang membuat jurnalis yang mewawancarainya pun terkesima akan pembawaan dirinya begitu juga akan jawaban lugas dan apa adanya . Namun kekejaman dan cara memperlakukan orang yang mengkhianati dirinya lah, yang merupakan salah satu faktor yang membuat orang di sekelilingnya menuruti kemauan Khun Sa.

Traffickers

 

Pada episode kedua , terdapat banyak adegan kekerasan yang menceritakan kekejaman Naw Kham, “Bajak Laut Sungai Mekong” , dalam proses menancapkan kekuasaannnya. Awal cerita dimulai dari tahun 2011 dan memperlihat situasi dan kondiai rakyat negara Thailand pada masa waktu tersebut.

Traffickers

Cr Photo: AP /Xinhua

Menurut jurnalis Jeff Howe,  pembantaian Mekong adalah salah satu pembunuhan terbesar warga negara China di luar China sejak Perang Dunia II.” Tentunya pembunuhan 13 pelaut di atas dua kapal kargo pada pagi hari tanggal 5 Oktober 2011, membangkitkan kembali dunia akan bahayanya narkotika , dan kembali membawa  ke wilayah narkotika The Golden Triangle /Segitiga Emas, beserta tokohnya seorang  kriminal yang terkenal, Naw Kham.

Dalam alur episode kedua ini diperlihatkan proses bagaimana cara Naw Kham mendapatkan kekuasaannya hingga akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat yang berwenang.

Baca Juga:  Film “Detak”, Akan Tayang Terbatas di Bioskop Online

Adapun pada episode ketiga, diperlihatkan bagaimana proses penangkapan Xaysana Keopimpha , yang kegiatan jaringan narkobanya terjalin dengan sangat rumitnya, sehingga membuat sulit dalam proses pembuktiannya. Telebih lagi di era sosial media ini, Xaysana Keopimpha , sering memamerkan kedekatannya dengan kalangan selebritis.

Pengadilan Bangkok awalnya menjatuhkan hukuman mati kepada Xaysana Keompimpha , tetapi kemudian menguranginya menjadi hukuman penjara seumur hidup setelah dia mengakui beberapa tuduhan penyelundupan narkoba, termasuk lebih dari 1,2 juta pil ‘yaba’ dalam kasus yang dimulai pada tahun 2016.

“Karena pengakuannya selama proses penyidikan, pengadilan mengurangi hukumannya menjadi penjara seumur hidup,” kata hakim Pengadilan Pidana dalam putusannya.

Serial ini menarik, karena melalui media film, alur kisah para tokoh narkoba ini ditampilkan dengan sinematografi yang bagus , jelas serta menceritakan seluruh kejadian melalui bahasa gambar dengan jelas sekali , akan kejadian demi kejadian yang menjadi sejarah serta bahaya terbesar bagi manusia, yaitu penyalahgunaan obat-obatan dan narkotika secara gamblang.

(Bersambung)

Baca juga:Traffickers: Inside The Golden Triangle Sinopsis & Perkenalan