Spesial Interview Cinemags dengan Aldo Swastia & Rahabi Mandra , Film Kadet 1947

210

Artikel ini merupakan sambungan dari artikel Spesial Interview Cinemags Dengan Rahabi Mandra Dan Aldo Swastia, Film Kadet 1947

Hari ini, film Kadet 1947 telah melakukan pemutaran screening untuk media dan direncanakan akan tayang serentak di layar bioskop Indonesia yang telah memenuhi persyaratan pada tanggal 25 November 2021

Rahabi MandraAldo Swastia

Berikut ini adalah lanjutan dari QA sebelumnya

29 Juli merupakan tanggal sakral bagi Angkatan Udara mengingat tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara.

Terkait akan hal ini , film Kadet 1947 membawa semangat ini , dimana dengan segala keterbatasan yang ada, mempergunakan pesawat rampasan melawan Belanda yang telah melanggar perjanjian.

Q: Menarik dalam film Kadet 1947 ini adalah film ini disutradarai oleh kalian berdua. Bisa diceritakan mengenai hal ini?

Rahabi Mandra

Ketika disepakati  bahwa film ini akan dibuat, kami berdua telah menyadari bahwa film ini adalah film yang besar, dimana persiapannya pun harus sangat matang. Dari situ, waktu yang dipunya sangatlah pendek, cuma setengah tahun. Maka dari tim produser merasa bahwa ini tidak mudah jika hanya disutradarai oleh satu orang , sebaiknya pecah tim, dengan masing-masing fokus pada satu hal, jadi jika didobelin secara kreatif akan lebih efektif.  Aku dan Aldo pernah sebelumnya bareng  kolaborasi di Asean Games 2018 , bersama-sama juga dengan para produser, jadi ini ibaratnya kita ini empat manusia yang sepemikiran.

Suka dukanya ,saat  kita syuting itu tugas sutradara kan menjalankan syuting …action, cut lalu koreksi . Kita berdua ini sudah sepakat dalam hal ini, kita harus satu suara dahulu , jangan sampai ribut di tengah-tengah kru/cast. Sekali waktu ada satu adegan yang udah di cut, dan kami berdua itu merasa bagus enggak banget, jelek juga enggak banget. Jadi kami berdua nggak punya koreksi sama sekali, tapi pengen ngulang. Kita berdua jalan ke set karena sudah ditungguin, sambil mikir. Nah sampai di set kita berdua jadi tontonan, dilihatin sama kru , kupikir Aldo mau ngomong, lalu aku mundur. Eh, Aldo juga mundur. Jadi kita mundurnya bareng-bareng lagi.  Wah, langsung semua pada ketawa, lihat tingkah polah kita berdua.

Baca Juga:  Kisah Keluarga Madrigal yang Penuh Keajaiban, Tawa, dan Haru tayang hari ini

Pengalaman terberat bagi saya adalah soal pandemi. Kita berdua sudah punya log dan saat pandemi terjadi. Kita berdua harus melakukan penyesuaian produksi , jadi skenario harus berubah. Produser ngajak ngobrol kita pelan-pelan saat menjelaskan hal ini. Hal seperti ini seru , tapi kita nggak mau mengulang lagi.

Aldo Swastia

Kendala saat proses produksi nyaris tidak ada. Namun karena misinya kan membuat film bagus, jadi kami berdua…berempat bersama produser , tetap berfokus pada hal tersebut. Kita tidak mempertahankan ego masing-masing, ego bisa kami tekan.  Bahkan ide saya ada yang disempurnakan oleh Rahabi.

Kita berempat secara garis besar merasa tekanan dalam memproduksi film ini amatlah tinggi. Jadi ya wajar juga, jika ada yang kemudian menjadi emosional. Namun kita bisa bertingkah laku tenang sehingga tidak sampai ibaratnya merusak proses produksi.

Namun kita punya kelebihan dalam mengatasi rintangan, sebagai contoh yang terkait pandemi tadi itu. Justru di saat perubahan skenario ini, kami merasa , ini ni yang semestinya dibuat. Jadi  perubahan ini malah memperkuat alur cerita.

Q : Ada semacam film tertentu yang dijadikan acuan untuk film ini?

Aldo Swastia;

Untuk referensi , kami memperhatikan film perang seperti Pearl Harbour, Midway. Untuk non perang , banyak sekali .Kita juga memperhatikan karena kita butuh story nya. Ohya Usmar Ismail juga menjadi referensi kami.

Rahabi Mandra;

Kita mau menawarkan yang baru pula , jadi referensi sebanyak mungkin, akan membuat film ini menjadi unik. Ada satu adegan yang akan dilakukan itu, bahan referensi kita adalah film Stoker (red: genre thriller psikologi).

Jadi ada referensi yang cuma kita ambil style nya aja, ada yang kita ambil story line nya , jadi kemana-mana dan sejarawan serta tim riset juga menawarkan referensi, bahkan sampai produser juga memberikan referensi-referensi untuk membantu menyempurnakan.

Baca Juga:  Seputar Viu Original Write Me A Love Song

Demikian penjelasan seputar film Kadet 1947.

Jangan lewatkan juga untuk menikmati alunan soundtract film Kadet 1947, cek detilnya

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Film Kadet 1947 (@kadet1947)