soul

Soul, saat pembahasan mengenai filosofi kehidupan dijadikan film animasi

1845

Sedari kecil, mungkin kita mempunyai sebuah pertanyaaan. Apakah tujuan kita hidup di dunia ini? Semakin dewasa, terkadang pertanyaan ini terlupakan karena mengikuti arus kehidupan dengan segala naik turunnya permasalahan dan kebahagiaan. Namun saat memiliki anak dan kemudian mereka mempertanyakan hal ini kembali, maka ingatanpun melayang sesaat ke masa kecil kita dan kembali pada pertanyaan tersebut yang ternyata hingga saat dewasa belum juga terjawab.

Melalui animasi Soul, pertanyaan filosofis ini diberikan saluran jawabannya, yang bisa jadi memuaskan sebagian orang dan bisa jadi bagi sebagian orang lainnya malah semakin menimbulkan pertanyaan besar lainnya mengenai kehidupan. Pertanyaan seperti mengapa kita memiliki kepribadian ketika kita dilahirkan? , apa yang terjadi setelah kehidupan di dunia berakhir ? dan seterus.

Pete Docter  ( Monsters, Inc., Up, Inside Out ) memberikan animasi Soul sebagai sarana jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu melalui alur cerita yang dinamis dan memikat hati. Tiada terasa kesan menasehati ataupun mengajari, namun semua jawaban lugas ala Pete Docter, diberikan melalui pengalaman-pengalaman visual yang menarik dan tidak membosankan untuk terus diikuti hingga akhir.

Lagu-lagu jazz yang terdapat sepanjang film juga menghibur, tidak terlalu berat namun kental dengan nuansa khasnya, sehingga membuat yang mendengar langsung menangkap keindahan genre musik ini.

Adegan yang membuat animasi Soul ini menjadi  tidak membosankan adalah dengan kehadiran karakter 22 (Tina Fey) , yang semua pemikiran dan perbuatannya  bertolak belakang dari Joe Gardner (Jamie Foxx). Joe Gardner sangat menyukai kehidupan di dunia, moment di saat apa yang ia inginkan akhirnya tercapai sebelum kecelakaan terjadi dan menimbulkan akibat dirinya berada di Great Before, sedangkan 22 melihat dengan pesimis kehidupan di dunia yang menurutnya tidak menarik, tidak menyenangkan dan sederetan argumen tidak positif lainnya, hanya karena ia merasa mengetahui dengan melihat. Kepribadian kedua karakter ini seolah mewakili sebagian besar penonton yang menyaksikan animasi ini, sehingga dengan ikatan emosional yang terbangun inilah, tanpa sadar penonton mengiyakan pendapat karakter-karakter tersebut dan hanyut mengikuti alur kisah ini.Akhir cerita tentulah dapat ditebak, namun tidak terasa membosankan bahkan menyenangkan akibat perasaan terwakili akan karakter-karakter dalam animasi ini.

Baca Juga:  ANIMASI TOM & JERRY DATANG DENGAN KEHEBOHAN & KERUSUHAN DI INDONESIA

Nampaknya ini memang tangan dingin Pete Docter yang mampu memberikan sentuhan filosofisnya dalam seluruh karyanya dan menjadi “trade mark” dirinya.

Soul dapat ditonton melalui secara eksklusif di Disney+ Hotstar

Baca juga : Lima Fakta Menarik Film ‘Soul’




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.