Sineas Besar yang Belum Berjodoh dengan Saga Bond

129

Beberapa sutradara berikut ini sempat digadang-gadang menduduki bangku sutradara di salah satu film Bond. Namun, sayangnya para sineas besar ini belum berjodoh dengan saga Bond. Berikut sineas tenar yang sempat mengutarakan ketertarikan untuk menyutradarai film Bond, namun sampai saat ini belum terwujud.

 

Danny Boyle

Sebelum Sam Mendes memegang kendali untuk menyutradarai Skyfall, sempat beredar rumor bahwa Boyle (Slumdog Millionaire) telah ditawari posisi tersebut. Walaupun, sineas besar ini belum berjodoh dengan saga Bond. Boyle cukup beruntung karena mendapat kesempatan untuk membuatkan misi pendek bagi Bond sebagai bagian dari rangkaian acara pembuka Olimpiade 2012 di London. Bekerjasama dengan Ratu Elizabeth II yang ceritanya dikawal oleh pemeran Bond saat ini, Daniel Craig, dari Buckingham Palace menuju stadium Olimpiade, Boyle sempat berkomentar bahwa sang Ratu pandai berakting. Boyle tadinya sempat duduk sebagai pembesut Bond-25 yang kemudian mengusung judul No Time to Die, namun karena permasalahan perbedaan visi kreativitas dengan pihak produser menyebabkan ia mengundurkan diri dari proyek film ini.

 

Quentin Tarantino

Ia sempat mengumumkan ketertarikannya untuk menyutradarai Casino Royale pada sebuah sesi wawancara pada April 2004 silam. Namun, Tarantino rupanya memiliki ide yang berbeda dengan apa yang para produser inginkan. Dalam versi Tarantino (Inglourious Basterds), Casino Royale akan dibintangi oleh Pierce Brosnan, sedangkan Bond girl Vesper Lynd akan dibintangi oleh Uma Thurman. Sang sutradara yang terkenal lewat Pulp Fiction ini kembali berujar bahwa ia ingin membuat Casino Royale sebagai film Bond miliknya dengan setting tahun 1960an, bukan film Bond milik Cubby Broccoli. Sayangnya, setelah ‘berkoar-koar’ tentang proyek idamannya tersebut, para produser menolak ide yang dikemukakannya, sehingga sineas besar yang belum berjodoh dengan saga Bond ini sempat kesal dan pernah mengungkapkan rencananya untuk membuat adaptasi novel-novel spy thriller karya penulis Britania Len Deighton; kemungkinan besar untuk menyaingi Bond.

Baca Juga:  Ini dia konten terbaru dari Disney+ Hotstar Asia Pasifik

 

Renny Harlin

Jika ditilik kembali kiprahnya pada tahun 1993, Harlin (5 Days of War) baru saja selesai menggarap Cliffhanger dan menikmati kesuksesan Die Hard 2. Seperti yang kita ketahui, proyek GoldenEye sempat hiatus selama enam tahun karena perdebatan keluarga Broccoli dengan MGM mengenai arah franchise ini. Setelah akhirnya memasuki proses produksi pada tahun 1995, skenario mulanya dibuat dengan mindset bahwa Timothy Daltonlah yang akan memerankan Bond, hingga akhirnya naskah tersebut sampai di tangan Harlin yang menolak menyutradarainya. “Sebenarnya waktu itu saya tertarik untuk menggarap film James Bond, hanya saja ada seorang aktor yang tidak saya percayai, dan saya tidak akan bilang bahwa namanya adalah Timothy Dalton,” ujarnya. Keinginannya untuk meng-cast Bond baru pada saat itu tidak dikabulkan para produser, sehingga ia hengkang dari proyek tersebut dan sampai sekarang Harlin menjadi salah satu sineas besar yang belum berjodoh dengan saga Bond.

 

Steven Spielberg

Siapa yang tidak mengenal pria ini? Sutradara sekaliber Spielbergpun ternyata pernah bermimpi untuk menyutradarai Bond di awal-awal karirnya di dunia perfilman. Bahkan, ia pernah dua kali bertemu dengan Cubby Broccoli, tetapi dalam dua kesempatan tersebut, ambisinya ditolak oleh sang produser dengan alasan ‘tidak cukup berpengalaman’. Sekarang ia boleh sedikit sombong dengan berkata bahwa Cubby memang tidak akan berkesempatan mempekerjakannya karena tak akan sanggup membayar jasa Spielberg. sineas besar yang belum berjodoh dengan saga Bond ini kemudian menciptakan Indiana Jones, yang terbukti sempat berhasil menyaingi kepopuleran saga Bond.

 

Alfred Hitchcock

Pada Mei 2012 lalu, ditemukan sebuah telegram dari Ian Fleming kepada teman sesama novelis, Eric Ambler, yang salah satunya menyatakan keinginan Fleming agar Alfred Hitchcock (Family Plot) menyutradarai film James Bond pertamanya, yang pada awalnya adalah Thunderball. Hitchcock sempat tertarik setelah ditawari posisi tersebut oleh sahabatnya sendiri, Albert R. Broccoli. Namun, akhirnya Hitch harus menolak karena ia sedang disibukkan oleh proyek Psycho (1960). Selain itu, sebuah sumber mengungkapkan bahwa Broccoli sempat juga memasalahkan permintaan honor Hitch serta seberapa besar kontrol yang akan dipegangnya.

Baca Juga:  Resident Evil: Welcome to Raccoon City Hadirkan Trailer Pedana yang Penuh dengan Zombie Mengerikan

 

Howard Hawks

Pada awal tahun 1960-an, produser Charles Feldman membeli hak novel Casino Royale untuk dibuatnya menjadi film dengan mendapuk Hawks (El Dorado) sebagai sutradaranya. Namun, pada akhir 1962, Feldman dan Hawks menerima hardcopy awal dari script Dr. No dari Inggris. Hawks segera kehilangan minat dengan proyek tersebut dan mundur. Tidak ada alasan yang jelas mengapa ia hengkang, namun salah satu faktor yang memungkinkan adalah karena ia tidak mau menyaingi temannya, Cubby Broccoli, yang pernah menjadi asistennya untuk film The Outlaw (1943). Dengan mundurnya Hawks, Feldman malah semakin yakin dengan proyek tersebut, sampai akhirnya spoof Casino Royale tayang pada tahun 1967.

 

Christopher Nolan

Setelah Batman telah sukses melindungi Gotham dalam trilogi garapannya, banyak fans yang bertanya-tanya akan proyek Nolan (The Dark Knight Rises) selanjutnya. Pria yang ternyata adalah seorang Bondfan sejak lama ini mengungkapkan keseriusannya untuk menyutradarai salah satu film Bond di masa mendatang. Nolan sempat berkata bahwa akhirnya ia telah menemukan seorang lagi karakter yang kaya, unik, dan telah menjadi yatim piatu sejak kecil. Sayangnya, hingga Bond ke-25 ini Nolan sepertinya masih belum berjodoh dengan franchise Bond. Sungguhpun demikian, melalui film garapan terakhirnya, Tenet seakan memerlihatkan  sineas besar yang belum berjodoh dengan saga Bond ini kompeten untuk menggarap jenis film ala Bond.