Serial Shadow and Bone: Sinopsis dan Ulasan

1603

Sejak serial fenomenal HBO, Game of Thrones berakhir pada tahun 2019, pelbagai layanan streaming berlomba untuk dapat mengisi kekosongan itu dengan menjajal beragam serial petualangan fantasi. Khususnya Netflix, menyusul kesuksesan musim pertama The Witcher, mereka telah mencoba berbagai adaptasi lain, untuk mengulang keberhasilan mereka, namun terbukti mendapatkan hasil yang beragam. Cursed dan dan Fate: The Winx Saga jelas tidak mampu menyamai level kesuksesan itu, tetapi dengan fan base yang besar dari novel Young Adult Grishaverse karya Leigh Bardugo, apakah serial Shadow and Bone adalah penerus yang layak?

Trailer perdana

Diadaptasi oleh Eric Heisserer, serial Shadow and Bone berfokus pada kisah dua dunia yang terbagi karena lembah kegelapan yang misterius dan mematikan yang dikenal sebagai The Shadow Fold (alias, The Unsea). Shadow and Bone season 1 mengikuti Alina Starkov (Jessie Mei Li), seorang kartografer sederhana yang bertugas di pasukan Ravkan. Setelah ia dan sahabat masa kecilnya Mal Oretsev (Archie Renaux) diserang di Shadow Fold,  Alina menyadari bahwa dirinya adalah Sun Summoner – seorang Grisha dengan kemampuan untuk memanggil dan menggunakan cahaya.

Sebagai tipe Grisha yang sangat langka sehingga tidak diyakini nyata, Alina dengan cepat dibawa ke bawah perlindungan Jenderal Kirigan (Ben Barnes), yang memiliki kekuatan langka untuk memanggil kegelapan. Tapi bersama-sama, ia yakin mereka akan bisa menghancurkan Shadow Fold, penyakit kegelapan yang memisahkan Ravka dari seluruh negeri. Sementara itu, anggota geng Kaz Brekker (Freddy Carter) mengetahui pekerjaan pencuri yang menguntungkan yang mengharuskan ia menyeberangi Fold, dengan mendaftarkan kaki tangannya yang paling tepercaya: penembak jitu Jesper (Kit Young) dan mata-mata mirip hantu Inej (Amita Suman). Alur cerita ketiga mengikuti Grisha Nina Zenik (Danielle Galligan) yang ditangkap oleh tentara elit Fjerdan bernama Matthias Helvar (Calahan Skogman).

Baca Juga:  Ini Dia Pemeran Sabine Wren di Serial Star Wars, Ahsoka

Menavigasi melalui dunia yang luas, lengkap dengan tiga ordo Grisha (Corporalki, Etherialki dan Materialki), pelbagai wilayah utama dan makhluk mistis (termasuk sun summoner dan shadow summoner) seringkali rumit, dengan Heisserer mengadopsi pendekatan gaya pertunjukan alih-alih menitikberatkan pada segi cerita. Pace kisah serial Shadow and Bone digulirkan dengan sangat cepat, yang seakan-akan tidak mau menunggu apakah audiens sudah sepenuhnya memahami perihal latar belakang settingnya sebelum mempertemukan dengan jajaran pemain pentingnya: Alina dan sahabatnya, Mal.

Gaya penuturan ini menjadikan para fans kisah novelnya akan mudah tenggelam ke dalam dunia Grishaverse, yang pada versi ini diperluas dengan kehadiran trio Leigh, tiga tokoh kriminal sewaan yang simpatik. Sementara narasinya agak melenceng dari klise kisah fantasi tradisional, dengan lebih mengarah ke gaya roman YA, dengan bumbu kisah cinta segitiga antara tiga pemain kuncinya. Sekilas sajian serial Shadow and Bone bakal mengingatkan pada saga YA populer seperti The Hunger Games ataupun Divergent, sedangkan narasi magis generik tentang “The Chosen One” ibarat tribut untuk Harry Potter.

 

Untungnya, seperti sudah disinggung sebelumnya, sublot tambahannya, lumayan membuat plot kisah ini agak sedikit berbeda dengan plot YA generik. Dengan demikian, Shadow and Bone adalah campuran alur cerita yang akan akrab bagi penggemar buku Bardugo serta mereka yang benar-benar baru dalam seri ini. Meski sejatinya, plot kisah utama serial Shadow and Bone tergolong lebih suram dan bertema berat, namun tiga pemain utamanya, Jessie Mei Li, Archie Renaux dan Ben Barnes, dengan performa apik mereka masing-masing memikat sepanjang perjalanan yang lebih dramatis.

Secara keseluruhan, serial Shadow and Bone adalah drama fantasi mengasyikkan yang dijalin untuk menciptakan sajian yang menghibur. Karena season pertama adalah campuran dari cerita baru dan yang sudah diketahui, pasti ada sesuatu untuk penggemar dan pendatang baru di Grishaverse; bahkan mereka yang telah membaca buku akan menemukan banyak hal untuk ditemukan dalam seri Heisserer. Faktanya, Shadow and Bone bahkan dapat memperdalam apresiasi penggemar terhadap novel-novel Bardugo. Dan dengan berakhirnya Shadow and Bone season 1 membuka jalan bagi lebih banyak cerita – termasuk plot utama novel Six of Crows  – ini hanyalah awal dari apa yang bisa menjadi hit fantasi lain untuk Netflix.

Baca Juga:  Review Film Ranah 3 Warna , film pembuka Jakarta Film Week

Season 1 serial Shadow and Bone bisa disaksikan di Netflix




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.