Seputar film The Medium : pencapaian, interview Banjong Pisanthanakun -Narilya Gulmongkolpech & reaksi

180

Penonton bioskop di Indonesia, siapa lah yang tak mengenal judul film The Medium, karya sutradara Banjong Pisanthanakun , yang dikenal akan filmnya The Wailing.

Dengan keberhasilan The Wailing beberapa tahun silam pun, sebenarnya nama sutradara ini, telah menarik perhatian para pencinta film Thailand. Hal ini sebagaimana diamati oleh Cinemags, bahwa sebelum film ini tayang regular 20 Oktober , sudah banyak penonton yang menanyakan kapan film ini tayang , hingga ternyata saat film ini tayang animonya sangat tinggi.

Cinemags sendiripun dalam artikel reviewnya beberapa waktu lampau , telah menyampaikan  ” … The Medium tidak ubahnya gambaran ideal supremasi film horor Asia …”

Terpantau pula bahwa hingga kini, film ini telah termasuk kategori film horor  terlaris , sebagaimana termuat pada akun instagram berikut ini

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by CBI Pictures (@cbipictures)

Hal ini pulalah yang mendasari, telah dibuatnya media interview online dengan sutradara Banjong Pisanthanakun beserta pemeran Mink yaitu Narilya Gulmongkolpech pada tanggal 10 November 2021 lampau

Banjong Pisantanakun

Sesi interview ini berlangsung cepat, dan banyak sekali media yang mengikuti , bahkan terkesan berebut-rebutan mengisi kolom chat , untuk mengajukan pertanyaan, yang walaupun diajukan dalam Bahasa Indonesia, lalu kemudian ditranslate menjadi Bahasa Thailand.

Proses penerjemahan ini berlangsung cukup memakan waktu, maka dengan waktu terbatas sehingga mau tak mau seluruh media yang hadir mendapatkan rangkuman dari keseluruhan pertanyaan.

Menjawab pertanyaan Cinemags mengenai mengapa memilih jalur pendekatan dokumenter dan apakah ada perbedaan penanganan untuk pemain dan orang umum, dijawab oleh Banjong Pisanthanakun bahwa ia mengerjakan The Medium secara bertahap dan ia juga memperhatikan kondisi sekitar pembuatan film ini, jika ada yang perlu dirubah, maka ia dengan cepat akan melakukannya. Jadi dapat dikatakan ia, sangatlah adaptif dengan kondisi sekitarnya.

Baca Juga:  Review Serial Cowboy Bebop

Adapun Narilya Gulmongkolpech menyampaikan bahwa ia memerankan karakter ini dengan mempelajari dan memperhatikan peristiwa-peristiwa semacam ini, dan ia mencoba melebur dalam prespektifnya. Ia juga menyampaikan akting tersulit adalah saat ia harus menyampaikan kepada penonton, saat Mink kesurupan. Ia harus secara tepat menyampaikan hal tersebut, agar penonton percaya.

Sayangnya karena keterbatasan waktu itu pulalah, pertanyaan dari teman-teman komunitas , tidak dapat disampaikan , namun pada intinya, yang dapat dirangkum untuk komunitas adalah  :

 

  • Narilya berlatih maksimal agar dapat memerankan karakter Mink dengan baik melalui video yang diperlihatkan oleh sutradara sebagai gambaran dan bagaimana ia diharapkan mampu memerankan karakter tersebut.
  • Tidak ada masalah dramatisasi , karena film ini tidak menghakimi, jadi lebih menitik beratkan kepada kepercayaan
  • Banjong Pisanthanakun setiap kali mengerjakan suatu projek, selalu mencari tantangan baru. Untuk persiapan biasanya memerlukan waktu 2 hingga 3 tahun. Ia tak mampu memprediksi hasilnya, namun ia akan membuat yang terbaik.
  • Untuk sekuel, nampaknya susah untuk dibuat karena banyak hal yang tidak dijelaskan supaya penonton dapat memberikan penyelesaian ala mereka sendiri.   Intinya akhir film ini memang dibuat menggantung , agar penonton dapat memberikan prediksinya sendiri.
  • Ada kemungkinan untuk prekuel, namun ini masih dalam tahap pemikiran, belum difinalisasi.

 

Menarik pula adalah pertanyaan dari salah satu media yang mempertanyakan , apakah Banjong Pisanthanakun pernah menonton film horor Indonesia , dan langsung dijawab dengan semangat bahwa ia telah menonton film Impetigore  , judul internasional dari Perempuan Tanah Jahanam , dan betapa ia mengharapkan ke depannya akan dapat bekerja sama.

Bak gayung bersambut, Joko Anwar pun menanggapi melalui media sosialnya dan menjawab  ” …Hell YEAHH!! Looking forward to cook something together with my friend/idol! …”

Sontak tanggapan ini menimbulkan banyak reaksi positif dari netizen dan fans Joko Anwar, rata-rata mereka sangat berharap agar kolaborasi ini benar-benar terjadi.

Baca Juga:  Promo Baru Jurassic World: Dominion Membawa Fans Kembali ke 65 Juta Tahun yang Lalu

Menarik untuk dikutip adalah komentar dari akun twitter @aiggoooo , yang menyatakan

” …

Ritual di The Medium dikolaborasi sama Ritual Perdukunan Indonesia, wah epic  … “
Ini sejalan dengan komentar Banjong Pisanthanakun pula bahwa jika terjadi kolaborasi, maka filmnya akan menjadi sangat kuat, hard core dan bakalan seru.
Kalian termasuk yang berharap kolaborasi ini terjadi atau tidak terjadi?
Saat ini The Medium masih ditayangkan di beberapa bioskop, antara lain CGV , di tengah pemutaran film-film dari Barat dan tentunya Indonesia. Jadi jangan sampai terlewatkan, segera tonton salah satu karya horor modern yang brilian ini