pulau plastik

Review Pulau Plastik

407

Berikut adalah review Pulau Plastik, yang merupakan penjabaran dan rangkuman dari pesan yang diperoleh saat selesai menonton film dokumenter Pulau Plastik.

Film Pulau Plastik saat ini masih dapat disaksikan di layar bioskop yang memutarnya . Jadwalnya dapat dicek melalui kanal informasi bioskop yang bersangkutan.

Review Pulau Plastik ini sifatnya lebih kepada informasi,dikarenakan jenis filmnya adalah bergenre dokumenter, sehingga tentunya fakta-fakta yang disajikan merujuk kepada fakta-fakta yang muncul melalui media film ini.

Bagi yang sudah menyaksikan film dokumenter garapan  Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput, dan Watchdoc yang menceritakan tentang tiga individu dan perjuangan mereka melawan polusi plastik sekali pakai, yaitu  Gede Robi, vokalis band Navicula asal Bali; Tiza Mafira, pengacara muda dari Jakarta; dan Prigi Arisandi, ahli biologi dan penjaga sungai dari Jawa Timur. Dapat melihat fakta-fakta lapangan yang disiarkan melalui media film, dan menyaksikan bagaimana ketiga protagonis ini menelusuri sejauh mana jejak sampah plastik menyusup ke rantai makanan kita, dampaknya terhadap kesehatan manusia, dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis polusi plastik.

Baca juga : Film Pulau Plastik Fakta Melalui Media Film Akan Polusi Plastik Sekali Pakai

Dampak yang dirasakan sudah mulai terpapar jelas , dan ada tiga hal penting yang dapat digaris bawahi pada film dokumenter ini yaitu :

  1. Tanda bahaya dini yang sudah diberikan oleh alam kepada manusia.

Ternyata kenyataan yang terpampang di hadapan saat ini seolah menjadi gulungan bola salju yang semakin membesar. Partikel plastik, sudah mulai memasuki tubuh manusia. Hingga jika dilihat dari awal mula pembuangan plastik ke dalam tanah dan air, serta proses pembakara plastik yang meninggalkan jejak partikel kecil beracunnya dalam udara yang dihirup oleh seluruh mahluk hidup. Kiranya, kondisi ini sudah dapat dikategorikan kondisi gawat darurat.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Tayangan Anak yang Edukatif dan Menghibur

Jika masih ada yang mempertanyakan mengenai partikel plastik ini, kiranya uji lab yang dilakukan kepada feses manusia yang merelakan untuk diteliti, dapat lah menjadi tanda bahaya / alarm akan bahayanya polusi dan sampah ini. Generasi peneruslah yang sekali lagi akan merasakan dampak negatifnya.

Selain itu dengan munculnya banyak penyakit degeneratif yang sudah mulai dapat ditemukan pada usia muda, yang jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Sama sekali tidak pernah ditemukan, kini kian sering sekali kabar berita memilukan mengenai kemunculan penyakit degeratif ini , diberitakan. Terkadang banyak orang yang tidak mearasakan hal ini merupakan hal yang penting. Namun sebenarnya dengan dimulai lebih awal penyakit degeratif, merupakan cara alam memberikan tanda SOS.

 

2.  Isyu sampah kiriman

Dari film dokumenter pulau plastik ini, dapat dilihat kenyataan pahit yang ada di hadapan mata dan dicoba disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Bahwa ternyata Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima limbah sampah dari negara-negara yang mengklaim dirinya ramah akan lingkungan.

Ini ibaratnya merupakan sebuah permainan petak umpet, dimana Indonesia lah yang menjadi korbannya.

Paparan kenyataan pahit ini , perlu dilihat oleh banyak orang dan hal ini dapat menjadi awal kesadaran sosial akan kondisi lingkungan saat ini di Indonesia. Tentunya akan menjadi pr bersama, untuk dapat meluruskan permasalahan ini, serta memberikan Indonesia posisi yang lebih baik dengan kondisi yang saat ini diterima.

3. Solusi jitu dan ajakan melakukan diet sampah

Dalam beberapa adegan dalam film ini, penonton diajak untuk melihat solusi yang saat ini ditawarkan. Solusi ini bisa jadi berkembang meluas, tergantung akan kesadaran dan kondisi sosial manusia Indonesia ke depannya.

Baca Juga:  Marvel Studios’ “Black Widow”, Tayang di Disney+ Hotstar

Namun beberapa hal yang menarik pada solusi yang ditawarkan disini adalah dengan membawa kantung ramah lingkungan sendiri saat berbelanja,dan berupaya mengurangi penggunaan plastik. Membeli bahan-bahan makanan yang sedikit menggunakan plastik untuk kemasannya amatlah sangat dianjurkan.

Walaupun fakta-fakta serta alur cerita dalam film ini mampu menyentak sesaat pikiran dan perasaan yang menontonnya. Namun masih terasa durasi film ini panjang dan dapat membuat penontonnya merasa bosan.

Namun secara keseluruhan film ini mampu memberika wawasan baru bagi para penontonnya.

Demikian review Pulau Plastik. Bagi yang ingin menyaksikannya, segera untuk menonton di bioskop-bioskop yang memutarnya, sebelum terlambat.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.