Review Pretty Boys tak disangka memberikan hiburan sarat kritik

2570

Pretty Boys

 

Film Pretty Boys mulai tayang di bioskop Indonesia , mulai tanggal 19 September 2019.

Film karya perdana penyanyi Tompi dengan bekerja sama dengan rumah produksi Anami Films dan rumah produksi The Pretty Boys Pictures ini, tak disangka menampilkan segi lain dunia industri hiburan dengan akting para pemain yang sangat mumpuni.

Penonton akan diajak untuk memasuki sebuah dunia yang mungkin hanya bisa diduga-duga saja keadaannya, oleh para penonton. Melalui film Pretty Boys, Desta dan Vincent Ryan Rompies , hendak menunjukkan hal lain yang penting berdasarkan pengalaman mereka , ke dalam skenario yang kocak namun membungkus secara lengkap semua elemen penting inti.

 

Terkait penampilan duo Desta dan Vincent dalam film ini yang cukup membuat kening berkerut, hanyalah semata menjabarkan dalam bentuk cerita lika liku dalam industri hiburan.

Dalam siaran persnya beberapa waktu ,Desta mengungkapkan bahwa film Pretty Boys lahir dari keprihatinan terhadap dunia pertelevisian saat ini.

Televisi yang bisa diakses berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, sekarang ini banyak menampilkan konten yang kurang mendidik.

Hal ini cukup disayangkan mengingat generasi muda adalah generasi yang suka meniru apa yang mereka lihat dan dengar.

 

Penonton juga diajak untuk menyelami , harapan dari seorang ayah terhadap anaknya dan sebaliknya, hubungan antara laki-laki dan perempuan yang terkadang memendam rasa rindu namun tak ada kepastian serta kehidupan lain yang mungkin tak pernah terbayangkan , dipoles dalam suasana humor nan menggelitik.

Tampilan gambar-gambar yang prima dan cantik, serta didukung oleh penampilan para aktor yang tak segan membuang rasa gengsinya untuk memerankan peran yang unik ini memang gampang-gampang susah.

Tompi pun dalam siaran persnya menyampaikan, ada banyak pertimbangan pada saat memilih aktor yang dianggap dapat memerankan tokoh yang ditulis dirinya , Imam Darto . Namun sikap dari masing-masing aktorlah yang membuat Tompi akhirnya memutuskan peran yang cocok diperankan oleh aktor tertentu. Hingga kini, Tompi tak menyesal akan pilihannya , dan komentar mendukungpun muncul dari para produser hingga jajaran aktor-aktor pemainnya.

Sekilas mungkin film tampilannya seperti film Tootsie karya Sydney Pollack, namun ternyata berbeda dan tetap mengandalkan suasana kekeluargaan Indonesia, yang selalu akan menerima dirimu apa adanya .

 

Banyaknya cameo yang turut muncul dalam film ini, seolah menegaskan bahwa inilah dunia industri hiburan di Indonesia yang secara jujur menampilkan apa adanya , lengkap dengan kepolosan bintang-bintang baru di industri hiburan.

Rasa ingin tahu penonton yang ingin mengetahui dunia ini, seolah terobati dan perlahan berubah menjadi rasa simpati pada tokoh Anugerah.

Anugerah  seolah pengingat agar orang-orang yang terlibat dalam dunia industri hiburan, kembali pada akarnya , serta akan ada pintu lain yang terbuka jika ada kemauan.

Hal ini sesuai dengan tema besar filmPretty Boys yang menekankan pada pendapat ” TELEVISI YANG MENODAI KITA ATAU KITA YANG MENODAI TELEVISI

Kejutan penuh rasa ini, dimunculkan pada detik-detik terakhir , dan karena hal ini juga dialami oleh penonton, maka perubahan “lapangan permainan” dalam dunia industri hiburan mengikuti jaman pun menjadi mudah dicerna oleh penonton, tanpa menimbulkan penolakan berarti.

Pretty Boys

Sinopsis

Rahmat (Deddy Mahendra Desta) dan Anugerah (Vincent Rompies) adalah dua sahabat yang sejak kecil bercita-cita ingin terkenal.

Namun, Anugerah selalu mendapat tentangan dari Ayahnya, Pak Jono (Roy Marten), bahwa dunia entertainment dekat dengan hal-hal yang buruk.

Karena kesal, Anugerah pun kabur dari daerahnya dan mengadu nasib ke Jakarta bersama Rahmat.

Namun, nasib berkata lain. Karier mereka hanya mentok menjadi pelayan dan koki restoran.

Untunglah, ada Asty (Danilla Riyadi) yang selalu menjadi penyejuk bagi keseharian Anugerah.

Hingga suatu hari, Anugerah dan Rahmat yang sedang menjadi penonton bayaran di sebuah acara bincang-bincang “Kembang Gula” bertemu Roni (Onadio Leonardo), koordinator penonton super rempong, dan Mas Bayu (Imam Darto).

Apakah pertemuan ini akan menjadi pembuka jalan bagi impian Rahmat dan Anugerah?

Berbagai musisi pun turut bergabung dalam jajaran pengisi soundtrack, di antaranya Danilla Riyadi, Pamungkas, Ardhito Pramono, Endah N’ Rhesa, Mooner, White Shoes & The Couples Company, Nadin Amizah, NAIF, Gugun Blues Shelter, Daramuda, Filosofi Koplo, dan The Cash.

Untuk Danilla Riyadi sendiri, selain berperan sebagai Asty, ia juga menyumbangkan satu original song berjudul “Kembali Pulih Lagi” yang khusus diciptakannya untuk film PRETTY BOYS ini.

 

“Lagu ini terinspirasi dari tema yang diangkat dalam film Pretty Boys dan momen-momen yang terjadi saat proses syuting. Sesuai liriknya, lagu ini mengangkat tentang kekecewaan terhadap seseorang karena ia telah berbuat kesalahan. Namun, dengan memaafkan kesalahannya, diharapkan hal ini akan berbuah kebahagiaan,” cerita Danilla soal lagunya tersebut.

 

(cinemags/nutylaraswaty)




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.