Review Miss Americana

419

Taylor Swift: Everyone is a shiny new toy for like, 2 years. The female artist that I know of have re-invented themselves 20 times more than the male artist.

Taylor Swift, salah satu musisi pop ter-hits dan ikonis di era millenial. Berbeda dari umumnya diva pop, musisi yang awal karirnya berbasis di ranah country ini menciptakan sendiri lagunya dari usia belia. Perkembangan karir Swift terbilang mulus melesat ke atas meskipun tidak luput dari gosip dan intrik. Dengan peraihan penghargaan secara konstan dari tahun ke tahun dan dukungan para fans, banyak yang tidak mempertanyakan hal-hal di balik layar seperti perjuangan atau bahkan unek-unek dibalik musisi berzodiac Sagittarius ini.

Miss Americana memperlihatkan sisi-sisi yang luput itu. Dimulai dari progress Swift dari awal mula berkarir di ranah musik hingga tahun-tahun ketenarannya serta transformasi-nya di usia 29 tahun dan kecemasan menuju ke usia 30. Bagaimana dirinya bertransformasi menjadi sosok yang lebih kritis, berani mengutarakan pendapatnya seputar politik, LGBT, anti Trumph, politik industri musik hingga perseteruannya dengan Kanye West.

Feud-keduanya bermula saat Kanye West mempermalukan Swift yang kala itu berusia 17 tahun di penghargaan Grammy, sebagai pendatang baru dalam musik, Swift mencoba tidak bereaksi. West hanyalah kerikil di antara batu lainnya. Adapun dalam berbagai kesempatan, saat ditanyai pertanyaan memprovokasi, ia hanya membalas dengan senyum. Lama-kelamaan Swift muak dengan tekanan yang mengharuskannya selalu tersenyum di depan publik. Akhirnya di satu titik ia mendobrak image “gadis baik” yang selama ini diembannya antara lain dengan ikut bersuara dalam politik, menciptakan album Reputation dengan lirik yang lebih sadis, menjatuhkan semua musuhnya dan alhasil banyak media yang men-cap dirinya sebagai narsistik, wanita ber-white privilege yang gemar bermain victim, egois, haus karir, dsb.

Sederhananya, tugas Wilson dalam mengemas Miss Americana adalah meluruskan hal-hal tadi dengan kumpulan montage yang menampilkan flashback karirnya, diimbangi dengan evolusi mindset Swift dalam karirnya hingga kini. Miss Americana juga seakan memiliki fungsi meluruskan nama baik Swift dari terpaan gosip miring selama ini, terutama yang berkaitan dengan relationship Swift bersama banyak pria yang terus berganti secepat angin dan drama pertengkaran dengan musisi seangkatan.

Baca Juga:  LINE dan Institut Vaksin Internasional Merilis Stiker Donasi BT21 Promosikan Vaksinasi Global dan Pengembangan Vaksin

Tidak ada yang istimewa dari biopik ambisius ini, feud dan kecurangan dalam industri musik sudah kerap kali terjadi dan bukan hanya seorang Swift saja yang berusaha survive dalam industri musik, lagipula dokumenter ini rilis berdekatan dengan rilisan album terbarunya. Bisa jadi ini merupakan bagian dari strategi bisnis semata, namun setidaknya Swift adalah salah satu dari banyak musisi pop wanita era millenial yang tidak sekedar menjual fisik demi ketenaran -pendek kata: cerdas dan bertalenta.

 

 

 

 




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.