Review Film Whiplash

Review Film Whiplash – Ambisi dalam Mimpi

3889

Review Film Whiplash

Jika harus memilih satu judul film indie yang layak menempati daftar film terbaik di tahun 2014, maka penulis tak ragu untuk menyebut Whiplash sebagai filmnya. Dibuat hanya dengan bujet $3,3 juta dan ditayangkan secara terbatas di Amerika Serikat, film garapan Damien Chazelle ini sukses merebut hati para kritikus berkat sajiannya yang intens dan inspiratif. Film yang mengangkat tema mengenai hubungan antara guru dan muridnya ini menampilkan penampilan terbaik dari dua pelakonnya, J.K Simmons (Spider-Man) dan Miles Teller (Divergent).

Kisahnya mengetengahkan seorang drummer muda bernama Andrew (Teller) yang berambisi besar menjadi penabuh drum jazz paling wahid sedunia. Impiannya tersebut terbuka lebar kala ia terpilih masuk ke dalam sebuah grup musik prestesius di kampusnya, Shaffer Conservatory. Namun, jalan terjal harus dilalui pria introvert ini karena di bawah bimbingan mentornya, Fletcher (Simmons), ia harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Fletcher yang dikenal dengan cara mengajarnya yang radikal, tak segan untuk membentak, mencela hingga menampar Andrew jika ia merasa tak puas dengan penampilannya. Di saat Andrew berusaha menjadi yang terbaik, Fletcher justru berusaha untuk menghentikannya.

Film ini bermula dari sebuah skenario setebal 85 halaman karya Chazelle yang diinspirasi dari pengalaman sang sutradara kala bergabung dengan sebuah grup musik jazz di usia remajanya. Mentornya saat itu begitu perfeksionis hingga Chazelle kerap tertekan olehnya. Merasa bahwa kisah hidupnya menarik untuk diangkat ke dalam sebuah film, ia kemudian mencari funding untuk mendapatkan sokongan dana. Sayang, respon yang diterimanya negatif. Tak menyerah begitu saja, Chazelle lalu memutuskan untuk membuat sebuah film pendek berdurasi 18 menit untuk memancing minat para sponsor dan investor. Tak disangka-sangka, film pendeknya tersebut mendapat sambutan yang hangat dan iapun mendapatkan dana yang dibutuhkannya.

Baca Juga:  5 Alasan untuk Tidak Melewatkan Hellbound

Pilihan sang sineas untuk memercayakan kedua karakter sentralnya pada Teller dan Simmons dibayar tuntas. Teller yang dari umur 15 tahun sudah menggeluiti permainan drum terlihat sangat piawai dalam menabuhnya dan aktingnya pun layak diacungi jempol. Di lain pihak, Simmonslah yang menjadi bintang paling bersinar dalam film ini. Aktor berkepala plontos ini mampu bertransformasi menjadi sosok guru dan konduktor yang intimidatif. Maka, tidaklah mengherankan bila ia diganjar penghargaan Best Supporting Actor di ajang Golden Globe Awards 2014 dan dinominasikan Oscar untuk kategori yang sama.

Whiplash pada dasarnya adalah sebuah film yang menceritakan mengenai ambisi seseorang dalam mencapai impiannya. Ambisi tersebut terkadang membuat seseorang melewati batas normalnya dan itulah yang terjadi pada Andrew. Keinginanannya untuk dihargai sebagai drummer hebat, membuatnya harus mengorbankan banyak hal.