Review Film The Philadelphia Story – Salah Satu Film Komedi Romantis Terbaik Sepanjang Masa

551

The Philadelphia Story

Bicara mengenai film komedi romantis terbaik sepanjang masa, The Philadelphia Story (1940) pantas masuk menjadi salah satunya. Film garapan George Cukor ini dibintangi oleh–tak tanggung-tanggung–tiga bintang legendaris Hollywood: Cary Grant, Katherine Hepburn dan James Stewart. Naskahnya diadaptasi oleh Donald Ogden Stewart dari pementasan Broadway berjudul sama pada tahun 1939. Ketika dirilis pada masanya, film yang mengangkat tema mengenai kehidupan sosialita di Philadelphia ini sukses mencetak box office dan berhasil meraih dua piala Oscar.

Kisahnya mengetengahkan seorang wanita kaya raya bernama Tracy Lord (Hepburn) yang berencana untuk menikah lagi dengan seorang politikus bernama George Kittredge (Howard). Sehari sebelum upacara pernikahannya, mantan suami Tracy, C.K. Dexter Haven (Grant) datang bersama jurnalis tabloid gosip, Macaulay “Mike” Connor (Stewart) dan fotografernya, Elizabeth Imbrie (Hussey). Hal tersebut membuat si gadis kaya raya yang angkuh ini panik karena khawatir pernikahannya terancam gagal. Namun, tanpa pernah disangkanya, ia merasakan kenyamanan saat menghabiskan waktu dengan Mike. Di saat yang bersamaan, Dexter pun berusaha untuk kembali merebut cinta Tracy. Sampai pada akhirnya, Tracy harus memilih antara cinta lamanya dengan Dexter, cintanya saat ini dengan George, atau cinta masa depannya dengan Mike?

Tidak ada yang lebih mengasyikkan daripada melihat tiga bintang legendaris Hollywood pujaan hati beradu akting dan melontarkan dialog-dialog yang kocak nan romantis. Cary, Grant dan Stewart berakting sangat apik dan chemistry di antara ketiganya terasa kuat. Script juga menjadi salah satu kekuatan film ini. Dialog-dialognya kerap memancing tawa, namun tak jarang membuat penonton tersentuh ketika terucap dalam adegan yang serius. Banyak adegan yang memorable dalam filmnya, namun yang menjadi favorit penulis adalah ketika Mike yang tengah membawa Tracy yang mabuk kepergok oleh Dexter dan George. Adegan yang sungguh kocak namun terasa natural.

Film yang didistribusikan oleh Metro-Goldwyn-Mayer ini merupakan contoh terbaik dari film comedy of remarriage yang pernah populer di Hollywood pada tahun 1930-1940an. Inilah film yang menyelamatkan karier Hepburn setelah beberapa tahun ke belakang, film-film yang dibintanginya selalu flop. Pada masa itu, Hepburn bahkan diberi julukan “box office poison” karena kegagalan filmnya secara beruntun. Beruntung manuvernya dengan membeli hak cipta pembuatan filmnya dari Broadway yang disokong oleh dua aktor papan atas Hollywood (Grant dan Stewart) membuat film ini meraih sukses besar. Penampilan Hepburn sebagai si angkuh Tracy Lord pun dipuji banyak kalangan yang menilainya sebagai salah satu peran terbaik yang pernah dilakoni oleh aktris peraih empat piala Oscar ini sepanjang kariernya.

Baca Juga:  Review Comic 8 Casino Kings Part 2 - Babak Utama Pertarungan Para Comic

Baca juga: Review Film The Gambler – Paket Tontonan yang Main Aman