Review Film The Skeleton Twins

Review Film The Skeleton Twins – Family is a Cruel Joke

871

Review Film The Skeleton Twins

Familier dengan peribahasa ‘Blood is thicker than water’? Ya, tak peduli apapun yang terjadi, ikatan keluarga tidak akan pernah bisa terputus sepanjang hidup, dan sesungguhnya hubungan inilah yang utama dan terkuat. Demikianlah pesan yang menjadi salah satu urat nadi dalam drama komedi yang kembali mempertemukan Kristen Wiig dan Bill Hader pasca Saturday Night Live, Forgetting Sarah Marshall (2008), Adventureland (2009), Paul (2011), dan Her (2013) ini, di mana atas penampilan mumpuni keduanya, Wiig berhasil meraih nominasi Best Actress in a Comedy Movie Critics Choice Award di ajang Broadcast Film Critics Association Awards, sementara Hader dinominasikan sebagai Best Actor pada Gotham Awards 2014.

Telah putus kontak selama sepuluh tahun, Maggie (Wiig) yang tengah menyiapkan mental untuk menenggak segenggam pil tiba-tiba dikejutkan oleh dering telepon dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa saudara kembarnya, Milo (Hader) tengah dirawat karena mencoba bunuh diri dengan memotong nadinya sendiri. Lantas, kedua kakak beradik ini kembali dipertemukan dengan amat canggung. Milo mengalami krisis kepercayaan diri dan depresi akan kehidupan romantikanya sebagai seorang homoseksual serta aspirasinya menjadi seorang aktor yang menemui jalan buntu, sementara Maggie yang dari luar tampak berbahagia dengan suaminya, Lance (Wilson), sebenarnya menyembunyikan kenyataan bahwa ia belum siap memiliki anak dan melampiaskan kegundahannya melalui perselingkuhan yang ia jalin dengan instruktur menyelamnya. Di tengah kegundahan, keputusasaan, dan keputusan-keputusan buruk yang dibayangi oleh orangtua disfungsional mereka, Maggie dan Milo perlahan kembali memperbaiki keretakan hubungan mereka dan menjadi satu-satunya penolong yang hadir bagi satu sama lain.

Sebagai sebuah film yang menampilkan tiga percobaan bunuh diri sebagai momen pentingnya, The Skeleton Twins tampak sangat depresif. Namun, di sinilah signifikansi casting Wiig dan Hader, di mana keakraban keduanya dengan genre komedi justru membuat mereka dapat membawa audiens turut tersenyum atau bahkan tertawa di sela-sela air mata, sekaligus menonjolkan kemampuan mereka untuk juga dapat berakting serius sebagai saudara kembar dengan sangat natural berbekal chemistry yang terbangun apik. Bersenjatakan karakter yang menarik, casting spot-on, akting brilian, dan sejumlah sekuens menyentuh yang lekat di hati, pemenang Waldo Salt Screenwriting Award dan peraih nominasi Grand Jury Prize kategori Dramatic di ajang Sundance 2014 ini mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya dalam air mata dan tawa yang terasa tulus dan jujur.

Baca Juga:  Perkenalan Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2021 - 2023

Baca juga: Review Film Cruel Intentions โ€“ Jangan Pernah Jatuh Cinta