film losmen Bu Broto

Review Film Losmen Bu Broto

300

Film Losmen Bu Broto adalah sebuah film yang diproduksi oleh Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, Fourcolours Films, dan Ideoworks. Sebagai sutradarai didapuk Ifa Isfansyah dan Eddie Cahyono

film losmen bu broto

Para pemainnya antara lain Mathias Muchus sebagai Pak Broto dan Maudy Koesnaedi sebagai Bu Broto. Film ini juga dibintangi oleh Maudy Ayunda (Sri) , Putri Marino (Mbak Pur), Baskara Mahendra, Danilla Riyadi, dan Marthino Lio.

 

Film ini merupakan prekuel dari serial televisi yang sangat diminati saat era tahun 1980. Film ini akan mulai tayang secara reguler di bioskop mulai hari ini, 18 November 2021. Benang merah dari film ini dengan serial televisi adalah wajah familiar dari aktor Mathias Muchus. Jika dalam serial televisi, ia dahulu berperan sebagai Tarjo, maka sekarang ia berperan sebagai Pak Broto. Adapun Tarjo pada film ini diperankan oleh Baskara Mahendra.

Bagi yang ingin menyaksikan dapat melihat terlebih dahulu trailer nya


Suasana kental Jawa langsung terasa saat pembukaan film ini, dan perlahan penonton dibawa masuk ke dalam konfilk rumah tangga keluarga Broto dan losmennya.

Film ini kemudian membawa penontonnya melihat segala permasalahan dari sudut pandang perempuan, yaitu Bu Broto , Mbak Pur dan Sri. Bu Broto memiliki ambisi untuk melibatkan anak-anaknya dalam bisnis keluarga ini. Sementara memang berjalan dengan baik. Melalui manajemen dapur oleh Mbak Pur, manajemen losmen oleh Sri , terasa bagaimana losmen ini sangat mementingkan suasana kekeluargaan dan juga harmonisasi.

Namun saat Mbak Pur mengalami sebuah tragedi yang memilukan hatinya secara mental dan psikis, dan juga Sri mulai merasa ingin keluar dari bayang-bayang Ibunya, saat itulah gejolak keluarga ini dimulai.

Penonton pun dibawa masuk secara perlahan ke dalam semesta pikiran tiga perempuan ini, dan bagaimana cara mereka memproses semua masalah dan menghadapi serta mencari solusinya dari budaya Jawa.

Baca Juga:  Ini Para Pemain untuk Film Komedi-Laga Indonesia The Big 4

Pak Broto, sebagaimana wataknya yang selalu mendukung isterinya. Terlihat sebagai sosok yang sabar, dan selalu menemukan jalan keluar serta juga sebagai tiang keluarga,

Saat badai menerpa, Pak Broto dengan sabar dan bijak, berupaya memahami pikiran tiga perempuan dalam hidupnya ini. Tetap mendukung isterinya, namun juga tetap menjadi pilar pegangan bagi anak-anaknya.

Para penonton bisa jadi akan merasa relate dengan alur cerita film ini, terutama yang berasal dari Jawa. Dengan halus, diperlihatkan bahwa bagaimana sosok orang Jawa menyelesaikan suatu masalah dengan cara mengikuti alur permasalahannya. Tidak ada emosi amarah, tangis yang dilebih-lebihkan. Semua mengalir dan berupaya mengubah permasalahan menjadi sebuah solusi sejalan dengan berjalannya waktu , di saat semua perlahan larut terlupakan hal-hal yang menyakitkan, namun saat bangkit menjadi lebih tegar dan kuat.

Pada akhirnya, keluarga adalah tempat kembali pulang dan film ini dengan kuat menyampaikan hal tersebut. Sejauh-jauhnya pergi, akan kembali kepada keluarga, serta keluargalah yang dapat menerima semua sifat-sifatmu baik itu buruk atau baik.

Film ini cocok untuk ditonton sekeluarga, dan melihat bagaimana alur ceritanya dapat merefleksikan kehidupan pribadi maupun keluargamu.

Film Losmen Bu Broto, sudah dapat ditonton reguler mulai hari ini .