Review Film Deadpool - Low Budget, Maximum Effort

Review Film Deadpool – Low Budget, Maximum Effort

605

Review Film Deadpool - Low Budget, Maximum Effort

Ini adalah artikel review dari komunitas Cinemags untuk lomba review film Deadpool dan sama sekali tidak mencerminkan pandangan editorial Cinemags. Anda juga bisa ikut serta dalam lomba review film Deadpool di sini.

linebreak

Note: spoiler alert!

Wade Wilson (Ryan Reynolds) A.K.A Deadpool adalah mantan pasukan khusus yang berubah menjadi tentara bayaran. Dia akan melakukan apapun yang diminta oleh orang yang membayarnya. Suatu saat Wade terkena penyakit kanker dan secara terpaksa mau menjadi subjek eksperimen ilegal yang menjanjikannya dapat menyembuhkan penyakit kanker dan membuatnya menjadi superhero. Namun eksperimen tersebut malah membuat kulit di seluruh badannya menjadi penuh bekas luka bakar dan memiliki kemampuan penyembuhan diri yang cepat. Dengan kemampuan baru yang dimiliki, sisi gelap dan rasa humor yang gila, Deadpool memburu Ajax (Ed Skrein) yang hampir menghancurkan hidupnya.

Diawal film kita langsung di buat tertawa oleh rangkaian opening-credits yang kocak. Tentu saja karena film dengan teknologi CGI (Computer-Generated Imagery) ini bergenre action/comedy. Tidak hanya melalui adegan tetapi banyak juga komedi melalui dialog, terutama dari omongan Wade Wilson yang karakternya memang banyak omong. Banyak joke yang menyinggung atau menyindir film lain, seperti X-Men dan Green Lantern. Terutama film X-Men yang mana satu universe dengan film Deadpool  dibawah studio 20th Century FOX. Bahkan film Deadpool ini sendiri tak lepas menjadi bahan lelucon oleh Deadpool sendiri. Jadi jika ada joke yang dikeluarkan oleh Wade Wilson dan anda tidak mengerti, mungkin anda belum menonton film yang dijadikan lelucon tersebut.

Karena satu universe dengan film X-Men, di film Deadpool muncul dua karakter X-Men yaitu Colossus dan Negasonic Teenage Warhead. Dengan adanya dua karakter X-men ini tidak hanya menambah unsur action dan superhero dengan kekuatan yang mereka miliki bahkan menambah unsur komedi dalam film ini. Tapi walaupun satu universe, Wade Wilson dalam film Deadpool ini berbeda dengan Wade Wilson yang muncul di film X-Men Origins: Wolverine. Dan mungkin ada satu karakter lagi yang akan meninggalkan kesan bagi kalian yaitu Dopinder (Karan Soni). Bukan karakter penting, hanya muncul dua kali tapi pasti kalian akan tetap mengingat Dopinder setelah selesai menonton film ini.

Film Deadpool berbeda dengan film-film Marvel sebelumnya bahkan berbeda dengan film superhero yang pernah ada. Beberapa perbedaanya adalah Deadpool sebagai bintang utama tidak hanya berbicara dengan karakter lain di film tapi juga berbicara dengan penonton dan a lot of comedy. Tidak ada adegan yang dipaksakan bahkan kekurangan di film ini di diungkapkan oleh Deadpool sendiri yang justru membuat penonton tertawa. Di setengah awal film mungkin kalian agak sedikit bingung dengan timeline film yang banyak flashback tapi justru itu yang akan menjawab rasa penasaran kalian dan tentu saja flashback dikemas dengan cara yang kocak khas Deadpool. It’s really good movie! Film ini memenuhi harapan penonton terutama yang telah meihat bagaimana promosi film ini dengan ide-ide yang brilian.

Walaupun ini film superhero tetapi film ini ber-rating R yang berarti film ini ditujukan untuk penonton berusia 17 tahun keatas. Karena banyak adegan yang dinilai tidak baik ditonton anak-anak, seperti pembunuhan yang sadis atau adegan dewasa lainnya. Walaupun sudah melalui lembaga sensor film Indonesia sehingga ada beberapa adegan yang dipotong tetapi masih saja tidak mengubah rating film ini. Jadi buat yang masih dibawah umur 17 tahun sebaiknya tanya atau minta didampingi orang tua. Dan buat orang tua yang mau mengajak anak-anaknya (tentu yang dibawah 17 tahun) menonton film ini harap dipertimbangkan dengan baik.

Mungkin beberapa dari kalian berpikir bulan Februari identik dengan percintaan karena adanya hari valentine, harusnya akan banyak film bergenre romantis yang rilis di bulan ini tapi kenapa film superhero. Oh jangan salah, film Deadpool juga ada genre romantisnya. Di film ini juga mengisahkan percintaan antara Wade Wilson dan Vanessa (Morena Baccarin), perempuan yang bekerja ditempat prostitusi. Tidak hanya genre romantis, bahkan Wade Wilson menyebutkan disebuah adegan  bahwa film ini menjadi film horor. Jadi di dalam film ini ada beberapa genre yang dapat kalian nikmati yang membuat film menjadi tidak monoton. Film ini termasuk kategori film happy ending.

Dan jangan lupa karena ini film Marvel tentu akan ada cameo Stan Lee dan post-credit scene. Jadi jangan buru-buru pulang setelah film selesai karena setelah film selesai, sebelum credit title akan ada sedikit animasi Deadpool dengan kelakuannya yang konyol dan setelah credit title akan ada post-credit secne yang harus dilihat. Karena Deadpool akan memberitahu “rahasia” mengenai sequel film Deadpool serta membuat kalian kesal dan tertawa disaat bersamaan sehingga ingin mengeluarkan makian.

Jika sudah selesai membaca review ini pergilah. Pergi ke bioskop dan tonton film Deadpool.