review film Bebas

502

Film Bebas karya Miles Film, sukses memasukkan suasana Indonesia di era tahun 90 an. Melalui pembukaan gambar awal , penonton dibawa ke suasana tahun 90 an melalui lagu gebrakan pertama yang pernah menjadi hits  karya Andre Hehanussa , dilanjutkan dengan alur cerita yang walaupun menyadur dari film Sunny , Korea , namun tetap dapat mengkondisikan dengan kejadian-kejadian yang dialami oleh Indonesia pada tahun tersebut.

Pemilihan waktu dan latar cerita memang telah diperhitungkan dengan matang oleh Mira Lesmana dan Gina S Noer.  Era 90 an memang merupakan salah satu era yang menarik di Indonesia, karena saat itulah banyak ragam perubahan melanda semua segi dari sosial, budaya dan politik.

Latar cerita film Bebas memang mengambil latar waktu pada dua masa, yaitu tahun 2019 dan tahun 1995-1996. Lagu Bebas karya Iwa K, yang tentunya merupakan theme song film ini bukanlah satu-satunya lagu dari era 90 an yang menemani film Bebas.  Ada juga lagu-lagu dari penyanyi Vina Panduwinata, Andra and the Backbone, NTRL, Project Pop, Eva Celia , Vidi Aldiano

Menariknya pemilihan nama-nama karakter dalam film ini, juga dilandasi akan lagu-lagu yang dipilih .  Ada sekitar 10 lagu nostalgia dari era 8a-an dan 90-an , yang mendukung alur cerita dan rasa akan masa tersebut yang dapat dirasakan menyatu dalam film Bebas.

 

bebas-miles-film

 

 

Merujuk pada judul film , yang menunjukkan masanya gejolak muda mencari sesuatu yang kemudian akan menjadi indetitasnya, maka “Bebas” adalah kata yang mewakili. Tinggal menyikapi , makna bebas yang sebebas-bebasnya atau bebas yang terkontrol.

Film Bebas seolah juga membuka sebuah potret anak-anak muda pada masa itu, yang mau bergerak merubah keadaan .

Baca Juga:  Review Film Indie Game - Perjalanan Berliku Developer Game Independen

 

Film drama komedi ini mengisahkan dua masa dalam hidup Vina dewasa (Marsha Timothy) dan Vina remaja (Maizura). Vina bersama teman-temannya Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Pricilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha) tergabung dalam kelompok  yang disebut sebagai geng Bebas , bersama-sama mengalami masa pendewasaan melalui serangkaian cerita lucu, penuh romansa, kekeluargaan , kekompakan, kenakalan ala remaja hingga tragedi yang merubah nasib mereka semua untuk selamanya.

Dengan alur cerita maju mundur, penonton akan dibawa kembali pada dua masa ini melalui rangakai peristiwa yang terasa halus sekali perubahan waktunya.

Menarik dalam alur cerita kali ini, adanya sentuhan tangan dingin Gina S Noer (Dua Garis Biru) , yaitu mengubah salah satu karakter perempuan dalam geng Bebas menjadi laki-laki. Perubahan ini seolah mempertegas bahwa film Bebas dari Indonesia, berbeda jauh dengan film Sunny.

Bebas

 

Apabila film Bebas dibandingkan dengan Sunny, maka dapat disampaikan bahwa film Bebas memiliki ciri khas tersendiri, yaitu mampu menampilkan suatu masa tersendiri yang bersejarah di Indonesia, dengan penampilan karakter masing-masing tokoh, namun tetap tidak melupakan inti cerita asalnya yaitu Sunny .

Film Bebas telah bertransformasi menjadi sebuah film yang mampu menampilkan wajah muda mudi Indonesia di masa tahun 90 an, lengkap dengan kepolosan dan keceriaan mereka.

Bahkan hal-hal yang tak baik dan tak positif pun seolah segera melebur dan terlupakan , seiring dengan berjalannya waktu, seolah mengkritik pula wajah masyarakat di Indonesia, yang dengan mudahnya melupakan masa lalu dan menyongsong hidup yang akan datang.

 

Theme song film Bebas versi masa kini, seolah melambangkan pula, kemampuan masyarakat Indonesia untuk beradaptasi dan mendaur ulang pengalaman masa lalu , kemudian menampilkannya kembali dalam pola kekinian yang dapat diterima .

Baca Juga:  Pesta 90 an film Bebas menggemparkan live space lot 8 SCBD Jakarta

Sejarah kelam tak perlu dilupakan, namun dari itulah, kita dapat belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi bersama teman-teman yang berjalan seiring.

(cinemags/NutyLaraswaty)




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.