Review Film Batman V Superman – A Good and Anticipated Movie with It’s Pros and Cons

323

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa diantara jajaran “The most anticipated movie” tahun ini film Batman V Superman menduduki jajaran atas. Pasalnya di tengah maraknya film besutan Marvel Cinematic Universe (MCU), film besutan DC Extended Universe (DCEU) ini serasa menjadi “angin” segar film superhero tahun ini. Tidak dapat di sangkal lagi bahwa kepopularitasan superhero sekelas Batman, Superman dan Wonder Woman masih memiliki daya tarik tersendiri dan Fanbase yang kuat. 

Dengan durasi yang cukup panjang yaitu sekitar 151 menit film yang menyajikan banyak visual effect yang menurut saya mengagumkan cukup menarik dan layak untuk di tonton. Dengan deretan Pemain yang sudah memiliki nama  seperti Ben Affleck (Pearl Harbor, Argo dan Gone Girl), Henry Caviil (The Tudors, Man of Steel, The Man From U.N.C.L.E), Amy Adams ( American Hustle, Big Eyes, Enchanted) serta alur cerita yang dikemas cukup padat dan lengkap serta mudah di pahami dan juga adegan action yang memukau menjadi nilai lebih film ini.

Cerita pada film ini berpusat pada kejadian setelah Man of Steel dimana keberadaan Superman menjadi di pertanyakan “apakah Superman pahlawan yang dibutuhkan dunia ini?” atau “apakah Superman hanya merupakan sosok yang di anggap mengancam kedamaian dunia?” pertanyaan tersebut muncul akibat mucul banyaknya korban jiwa saat pertarungan antara Superman dengan General Zod. konflik semakin memburuk dengan muculnya Lex Luthor (Jeese Eisenberg) yang memiliki agenda untuk menjatuhkan Superman serta ketakutan Batman dengan kekuatan Superman yang dapat membahayakan kedamaian dunia yang pada akhirnya membuat Batman untuk berusaha menghentikan (membunuh) Superman.

Di pertengahan cerita kedua superhero ini akhirnya saling mengerti  dan mengesampingkan perbedaan mereka dan bersatu untuk mengalahkan Doomsday, sebuah monster hasil ciptaan Lex Luthor. Adegan ini merupakan adegan yang (mungkin tidak hanya saya tapi juga orang banyak) paling di tunggu – tunggu. kenapa begitu? Kehadiran Wonder Woman lah yang memuat adegan ini sangat menarik. dengan Wajah cantik dan Postur tubuh yang juga menarik Gal Gadot (Fast and Furious Franchise) dirasa sukses membawakan karakter Wonder Woman ini hidup di layar lebar.

Baca Juga:  Iflix telah dibeli Tencent

Satu lagi hal yang sangat menarik dari film ini adalah di berikannya Teaser mengenai Possible DC film lainnya seperti Wonder Woman, Aquaman, Cyborg dan juga The Flash. dimunculkannya potongan – potongan adegan ini seakan meningkatkan excitement kita dalam menyaksikan kemunculan superhero DC lainnya. terlebih lagi di akhir film penonton seakan di berikan clue mengenai kemunculan Justice League yang sejatinya merupakan team superhero yang kepopularitasannya menandingi The Avenger.

Tingginya antisipasi serta respon yang cukup positif mengenai film ini tidak mulus begitu saja. kritik bermunculan mengenai film ini seperti alur cerita yang dirasa tidak secara lugas dan jelas menggambarkan inti permasalahan isi film ini, pemilihan pemain yang dirasa tidak cocok (seperti banyak orang yang meragukan performa Ben Affleck sebagai Batman serta Gal Gadot sebagai Wonder Woman). Terlepas dari kritik tersebut film ini terbukti memberikan tontonan yang sangat menghibur, sarat akan aksi dan visual effect dan juga meninggalkan reaksi “Mind Blowing” selepas menontonya.

Pros (+)

1. Jejeran Pemain kelas atas.

2. Visual effect serta adegan action yang sangat memuaskan dan memicu adrenalin.

3. Munculnya karakter yang sangat di tunggu – tunggu (Wonder Woman).

4. Diberikannya cuplikan – cuplikan atau Clue mengenai film – film DC yang akan datang.

 

Con (-)

1. Di pilihnya Jeese Eisenberg sebagai Lex Luthor yang menurut saya kurang cocok dengan karakter sesuai yang ada di komik.

2. Akhir cerita atau Ending yang terasa “Gantung”.

3. Kurang dikupasnya sisi cerita mengenai konflik antar superhero ini.

4. kehadiran Batman yang saya rasa cukup di paksakan dalam film ini. (lebih terlihat seperti sekuel Man of Steel).

Baca Juga:  Stop, dari Izellah Connelly