Abracadabra

Review film Abracadabra , kisah pencarian jati diri seorang pesulap

1441

Rumah produksi Fourcolours films telah mendapatkan penghargaan atas film-film hasil karyanya pada berbagai festival di luar negeri kembali hadir tahun 2020.

Terhitung sejak tahun 2001, rumah produksi Fourcolours films berdiri di Yogyakarta dan semenjak itu menghasilkan banyak film-film skala festival dan mendapatkan penghargaan di festival seperti Busan,   Rotterdam,  Tokyo,  Hamburg,   Tampere  dll.

Film-film yang dihasilkan umumnya menjadi buah bibir para penontonnya karena alur cerita, teknik pengambilan gambar dan lain-lain yang berbeda dari yang lazim berada di pasaran.

Bahkan dapat dikatakan film-filmnya jauh berbeda dengan yang beredar di layar-layar bioskop pada umumnya.

Jika mendapatkan penghargaan di luar negeri, tentunya penghargaan dari Indonesia pun juga telah diberikan pada beberapa film keluaran rumah produksi ini, seperti:

  1. Siti (Eddie Cahyono , Telluride FF 2015 & Gambar Terbaik untuk FFI 2015) dan
  2. Turah (Wicaksono Wisnu Legowo , SGIFF 2016 & Entri Resmi Bahasa Indonesia untuk OSCAR 2018).

Maka  pada tahun 2020 akan kembali hadir film hasil karya rumah produksi ini , dengan judul Abracadabra

Abracadabra

Fourcolours menghadirkan film Abracadabra

 

Posternya terbilang sangat unik dan menampilkan keseimbangan simetris dan warna pastel lembut yang menarik hati. Terkesan pula sebuah misteri di balik dinding tembok berwarna kelabu yang berdiri kokoh namun menua karena jaman.

Adapun trailernya dapat disaksikan berikut ini:

 

Pada gambar pembuka, penonton sudah disuguhi dengan pemandangan laut dengan dua mercusuar dan sosok manusia yang belakangan diketahui adalah seorang pesulap bernama Lukman (diperankan oleh Reza Rahadian),  seolah baru terhempas ke batu dan nampak sangat kelelahan. Gambar berikutnya bergerak ke sebuah ruangan yang simetris dengan latar sebuah panggung pertunjukan.

Baca Juga:  Film Knight Rider akan Diproduksi oleh James Wan

Kelanjutannya sosok sentral, pola simestris dan warna-warna yang berbeda kemudian menjadi ciri khas film ini serta kembali menetapkan kepada penonton, bahwa ini semua adalah hasil karya dari imajinasi seorang sutradara Faozan Rizal 

Alur cerita kemudian berkisar pada diri Lukman, rasa frustasinya akan dunia sulap, yang tak disangka malah membuka jati dirinya yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Lukman. Misteri demi misteri dibalut dengan daya imajinasi unik , tanpa praduga , dikuatkan oleh kehadiran dan sosok Butet Kertaradjasa , dengan dialog-dialognya yang mengingatkan akan siaran radio Smart FM dalam segmennya yang berjudul Sketsa Indonesia, dengan komedi hitam mengulas kehidupan di dunia sketsa (sebuah imajinasi).

Film ini kemudian seolah juga menyindir para pihak penegak hukum yang ada dalam alam imajinasi Faozan Rizal ini , mereka ternyata memiliki misteri pula yang bersinggungan dengan dunia sulap.

Singgungan demi singgungan yang kemudian terjalin menjadi satu, seolah membuka pintu jawaban satu demi satu serta menghasilkan jawaban yang tak disangka dalm konteks kehidupan Lukman dan jati dirinya sebagai seorang pesulap.

Sisi sinematografi film ini kembali menjadi bahan eksperimen Faozan Rizal, sehingga penontonpun hampir tak menyadari bahwa lokasi syuting yang digunakan terletak di kota Yogjakarta. Lokasi syuting ini menampilkan beberapa lokasi familiar yang telah sering digunakan dalam beberapa film yang termasuk laris di Indonesia. Studio Gamplong kali ini seolah disulap menjadi sebuah tempat antah berantah dengan tampilan warna-warna pastel dan hitam putih ala film-film masa lampau.

Film dengan segmen penonton tersendiri ini , memang menarik untuk ditonton bagi yang ingin melihat sebuah film yang berbeda dari umumnya dan bersiap berpetualang dalam ruang imajinasi tanpa batas serta berkesempatan kemudian membuka imajinasi diri sendiri yang terkubur.

Baca Juga:  Joey King akan Bergabung dengan Brad Pitt di Bullet Train

Film Abracadabra , benar-benar sebuah pengalaman imajinatif, dan menampilkan sederetan pemain ternama, antara lain  Salvita Decorte, Asmara Abigail, Lukman Sardi, Muhammad Adhiyat, Poppy Sovia,  Jajang C. Noer, Dewi Irawan, Ence Bagus, Imam Darto, dan Kill The DJ yang juga mengisi lagu tema film ini, serta direncanakan akan tayang tanggal 9 Januari 2020 (cinemags/NutyLaraswaty)

 

 

 




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.