Demon Slayer The Movie Mugen Train

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train

2335

Berhasil mengalahkan “Spirited Away” , animasi Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train  memberikan tontonan bergejolak penuh emosi yang mampu membius penontonnya.

 

Walaupun penonton film layar lebarnya tidak begitu mengikuti serialnya maupun manga nya, alur cerita yang tersusun dengan rapih pada versi layar lebarnya ini telah menarik perhatian dengan sentuhan emosional kekeluargaan, humor yang mengena serta tampilan gambar khas anime Jepang yang sarat dengan tampilan ekspresif.

Demon Slayer The Movie Mugen Train

Dalam anime Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train , masih menceritakan perjalanan Tanjiro Kamado dengan adiknya Nezuko yang berubah menjadi monster . Sebuah perjalanan untuk menempa dirinya menjadi pembasmi monster. Dibandingkan dengan serialnya yang lebih banyak menjelaskan mengenai asal muasal perubahan hidup Tanjiro Kamado dan adiknya Nezuko maka versi anime layar lebar ini juga menggabungkan ke dalam alur ceritanya dengan versi manganya. Hal inilah yang membuat versi layar lebarnya sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya.

Tangan dingin kreator Demon Slayer, Makoto Shinkai (5 centimenters per second, Your Name, Weathering With You) ini memang menjadi banyak perbincangan dalam setiap pemutaran anime layar lebarnya , dari pemantauan cinemags dimulai dari negeri asalnya Jepang, Thailand, hingga Indonesia.

Hal ini dikarenakan teknik CGI yang digunakan pada anime ini juga berhasil menangkap dan menggambarkan keindahan gambar pada kehidupan nyata, hingga adegan-adegan perkelahian terlihat komposisi struktur gambar animenya mudah dicerna oleh alam pemikiran penontonnya. Ambillah contoh saat menggambarkan jurus yang menitik beratkan pada unsur api. Dari penyebutan nama jurusnya, kuda-kudanya dan akhirnya ke puncak terciptanya jurus ini , berhasil digambarkan perubahannya sebegitu detailnya sehingga penonton terasa melihat sendiri perubahan struktur dasar elemen menjadi sebuah jurus pamungkas. Raut muka/ekspresi yang ditampilkan oleh setiap karakter pun , mewakili bahasa visual pada umumnya yang difahami oleh penontonnya. Unsur-unsur inilah yang menjadi candu dan menghipnotis, menarik semua perhatian menjadi terfokus pada gambar demi gambar yang terpampang pada layar lebar.

Baca Juga:  Film Live-Action Pinocchio yang Dibintangi Tom Hanks Akhirnya Akan Rilis di Disney+

Demon Slayer    Demon Slayer

Selain itu alur ceritanya yang memikat, membawa ikatan yang kuat antara Tanjiri Kamado, Nezuko, Inosuke Hashibira dan Zenitsu Agatsuma jauh ke level tingkatan lebih tinggi dari rayuan maut para monster, sehingga antara sadar maupun dalam dunia mimpi mereka berempat saling bahu membahu menjalankan misi utama yaitu membasmi monster dengan segala cara apapun juga. Kekompakan keempat karakter ini yang dilengkapi dengan kelebihan dan kekurangannya lah yang membuat suasana tidak monotan dan irama alur ceritapun terjaga naik turunnya , memberikan ruang bernafas bagi mata yang melihat.

Secara keseluruhan anime Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train , mampu memberikan sebuah tontonan berkesan selama masa pandemi ini dan dapat menarik penonton untuk menyaksikannya melalui layar lebar, dimana ruang pandang mata lebih mendapat kepuasan tersendiri jika dibandingkan menonton melalui media lannya.

Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train sudah dapat disaksikan di bioskop mulai tanggal  6 Januari 2020

 

Baca juga :Demon Slayer Menyalip Spirited Away Sebagai Film Terlaris Di Jepang!




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.