A world without

Review A World Without

333

A World Without merupakan film distopia buah karya sutradara Nia Dinata , yang juga merupakan film original Netflix .

Saat menyaksikan trailer A World Without, akan dibawa ke suatu hal yang belum pernah disaksikan selama ini di indonesia.

Kesan “fresh” , akan menarik dan membuat orang tergerak untuk menonton , ditambah lagi deretan pendukung film ini, yang telah memiliki nama dan standarnya sendiri-sendiri.

Warna-warna pastel ditampilkan untuk memberikan kesan lembut namun misterius. Alur ceritanya akan membawa penontonnya berkelana ke suatu masa, saat Indonesia telah berubah , berbeda dari kenyataan yang ada di masa kini. Alam dan iklim yang berubah, membuat manusia kehilangan arah serta secara jasmani dan rohani rapuh ,hingga The Light hadir untuk kaum muda untuk menyelamatkan mereka.

Paruh awal film ini, alur ceritanya imajinatif dan penonton mengikuti ide dan persoalan yang ditampilkan, hingga akhirnya alur cerita sampai pada saat babak pertengahan , disinilah semua terasa bagaikan drama teatrikalΒ  yang membuat penonton mulai mempertanyakan gagasan yang ditawarkan.

Terasa banyak sekali pesan maupun problem dalam film ini, yang menyentil juga akan kondisi masa kini. Sepuluh tahun ke depan , permasalahan masih tetap sama. Benang merah masa kini dan masa depan seolah terkait dengan pesan dan problem yang diajukan dalam film ini.

Apakah manusia tidak dapat berkembang dari semua masalah ini?

Selintas memang seperti amat berat alur cerita dalam film ini. Namun jangan khawatir saat menontonnya, karena di tangan dingin Nia Dinata dan Lucky Kuswandi, semua berubah menjadi santai dan dapat dinikmati dengan tanpa perlu merasa dibebani akan pesan maupun problem yang dihadirkan. Namun memang jadinya berkesan kurang menggigit. Terasa ada yang kurang pada penyelesaian akhir film ini.

Baca Juga:  Lewat Facebook, komunitas Sahabat Anak Kanker berikan pendampingan

Namun nampaknya hal ini memang disengaja, karena Nia Dinata ingin penonton memilih ,Β  berhenti begitu saja setelah selesai menonton atau mulai tergerak hatinya serta mulai merefleksikan alur cerita dalam konteks kehidupan masa kini.

Pilihan apapun yang diambil, tentunya akan kembali kepada pribadi masing-masing.

Hanya sayangnya pesan yang diusung memang terlalu banyak, sehingga akan menimbulkan banyak interpertasi yang berbeda-beda bagi penontonnya , tergantung pada pengalaman pribadi hidupnya.

Dengan resmi ditayangkan film ini di 190 negara, yang memiliki ragam budaya dan tatanan masyarakat yang berbeda-beda, maka dapat dikatakan Nia Dinata disini mencoba sesuatu yang berbeda dan menunggu tanggapan dari para penontonnya.

Baca juga :Jangan Lewatkan A World Without

Demikian review A World Without , yang dibintangi oleh antara lain Amanda Rawles, Maizura, Asmara Abigail , Chicco Jerikho dan Ayushita .