Industri Kreatif dalam menghadapi PSBB untuk atasi Covid-19 (1)

782

Saat ini Indonesia mulai memasuki era kebijakan baru sebagai salah satu solusi untuk menurunkan kasus penambahan kasus Covid-19, yaitu memasuki masa perpanjangan masa inkubasi virus corona yaitu 14 hari atau lebih dikenal dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kebijakan ini tentunya dengan tujuan yang baik, namun ada beberapa komponen dalam industri kreatif yang mau tak mau merasakan langsung maupun tak langsung kebijakan ini.

Bagaimanakah kiranya  para komponen industri kreatif ini bersikap dalam menghadapi hal ini? Berikut adalah hasil korespondensi dengan beberapa komponen tersebut :

1.Pihak Penyelenggara Bioskop 

CGV selaku salah satu bioskop komersial telah menyampaikan dalam siaran persnya bahwa telah memperpanjang masa penutupan sementara bioskopnya di seluruh Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan.

Dian Sunardi Munaf

twitter.com

 

Direktur CGV, Dian Sunardi Munaf menyampaikan , ‘Total seluruhnya ada 68 bioskop, 397 layar yang tersebar di 33 kota dan 15 provinsi di Indonesia yang kami tutup sementara. Perseroan berkomitmen untuk selalu menyediakan lingkungan bioskop yang aman, nyaman dan sehat untuk para staf dan juga pengunjung CGV. Keselamatan dan kesehatan mereka adalah prioritas utama di saat masa kritis ini berlangsung.

 

Namun tentunya ada kegiatan-kegiatan pula untuk membangkitkan minat masyarakat kembali akan industri film, terkait masa PSBB ini, antara lain melalui platform digital media sosial CGV.

 

reinaldo-herulianto-

Marketing Communication Manager CGV , Reinaldo Herulianto menambahkan , ” Jadi secara Content yang kita delivered sejauh ini, kita posisikan brand CGV menggunakan Sub-Brand CGV Kreasi adalah sebagai Media, yang salah satunya secara Online. CGV Kepo adalah salah satu program yang averagenya 1 kali perhari, biasanya live sore hari sekitar 15.00-18.00. Untuk media utama saat ini adalah YouTube, yang akan feed juga ke CGV App/Web, dan platform Social Media lainnya adalah tools & boost.

 

Berdasarkan pantauan,  program CGV Kepo telah berlangsung sejak tanggal 31 Maret 2020 , diawali oleh sineas Joko Anwar dan telah berlanjut dengan menampilkan Ari Irham , Gamaliel, Najwa Shihab, Jefri Nichol, Adityalogy, Dian Sastrowardoyo, Arbani Yasiz hingga untuk hari ini tanggal 8 April 2020 menampilkan Gading Marten.

 

Adapun untuk konten CGV-Kreasi pada sosial media YouTube , telah menampilkan Top 5 Film dengan tema-tema tertentu yang dikemas unik antara lain sebagai berikut:

 

Hal senada juga dilakukan oleh Kineforum , yang merupakan bioskop non komersial program Komite Dewan Kesenian Jakarta. Ruang bioskop mini yang berdiri sejak tahun 2006 ini, juga menghadapi hal yang sama , memperpanjang masa penutupannya , walaupun di tengah banyaknya pertanyaan – pertanyaan penonton yang antusias dan mengharapkan agar tetap dibuka.

Harry Hariawan Kineforum

Asisten Koordinator Program Kineforum , Harry Hariawan menyampaikan bahwa dampak yang dirasakan selama masa penutupan sementara ini , terasa sekali terkait dengan program-program yang telah dibuat.

Tanggal 6 Maret sampai dengan tanggal 29 Maret 2020, seharusnya ada program Bulan Film Nasional , guna memperingati bulan Film Indonesia. Program ini baru berjalan kira-kira 7 atau 8 hari, namun tiba-tiba ditunda sampai waktu yang belum ditentukan karena adanya wabah Covid.

View this post on Instagram

Sahabat kineforum,⁣ ⁣⁣ ⁣Manusia berencana, alam (atau, ya, Tuhan) menentukan, dan… virus mengerjakan ketentuannya. ⁣ ⁣⁣ ⁣Sehubungan dengan berbagai perkembangan mengenai situasi yang menyangkut kesehatan dan keselamatan umum, dengan berat hati kineforum menunda jalannya program Bulan Film Nasional 2020 mulai pekan ini hingga waktu yang belum dapat ditentukan.⁣ ⁣⁣ ⁣Bagi sahabat-sahabat, tetap jaga kesehatan masing-masing. Pandemi kali ini sungguh menantang sekaligus menuntut kepedulian kita untuk memilih. Konon mayoritas akan bertahan dan pulih, atau bahkan tidak menunjukkan gejala sakit, namun apakah bersedia menjadi penular bagi mereka yang lemah, yang akan menjadi korban? Kami percaya sahabat-sahabat tahu apa yang terbaik.⁣ ⁣⁣ ⁣Kita pasti akan bertemu kembali jika keadaan telah mereda. Badai pasti berlalu, dan semoga harapan itu bukan sekadar impian di musim kemarau.⁣ ⁣⁣ ⁣Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami di info@kineforum.org. ⁣ ⁣⁣ ⁣Salam kompak dalam kesetiakawanan sosial, dan stay safe everyone.

A post shared by kineforum (@kineforum) on

Kineforum sempat merasa kecewa pula karena program yang telah dijadwalkan akan berjalan setiap minggu selama sebulan penuh harus berhenti. Namun kemudian ditemukan solusinya yaitu dengan cara membuat program “ngobrol-ngobrol” , yang kemudian dilakukan melalui live instagram akun @kineforum . Program ini lebih kearah diskusi bersama antara para pembuat film (filmmaker) ,pengamat film, maupun kawan-kawan sesama pegiat pemutaran alternatif lainnya.

Berdasarkan pemantauan, program yang dipandu oleh Ifan Ismail , yang juga merupakan Koordinator Program Kineforum ini, telah dimulai sejak tanggal 30 Maret 2020 diawali dengan obrolan santai bersama kritikus film  Eric Sasono dan telah berlanjut dengan nara sumber Alexander Matius (Kinosaurus), Ekky Imanjaya , Dirmawan Hatta hingga untuk hari ini tanggal 8 April 2020 akan ada diskusi bersama Gina S. Noer dan Salman Aristo

View this post on Instagram

Film lawas? Mungkin reaksinya, “Dih jadul amat. Ngapain juga nonton masih cupu begitu?” Atau paling banter, “Seru sih. Lucu. Tapi sekarang kan udah beda ya. Nggak gitu lagi.” ⁣ ⁣⁣ ⁣Justru, kata Gina S. Noer dan Salman Aristo —yang kebetulan salah satu, eh, salah dua filmmaker paling kekinian saat ini— film lawas bisa jadi khazanah yang seru buat belajar lagi bikin film. Ya ceritanya, ya penulisan, ya gaya filmnya, semua bisa. Dan ya, bukan kebetulan juga kami di kineforum sudah lama menggemari dan memutarkan film-film lawas Indonesia. Kami juga percaya bahwa masa lalu selalu aktual.⁣ ⁣⁣ ⁣Bagaimana bisa begitu? Mari kita berbincang film #dirumahaja di IG Live kineforum bersama @ifan.a.ismail (Koordinator Program kineforum) dan @ginasnoer (penulis skenario, sutradara), @salmanaristo (penulis skenario, sutradara). Rabu, 8 April 2020, pukul 19.00 WIB.⁣ ⁣⁣ ⁣#kineforum #bincangfilm #dirumahaja

A post shared by kineforum (@kineforum) on

 

Terkait dengan langkah-langkah yang dipersiapkan untuk mempersiapkan diri menyambut kehadiran pengunjung penonton , setelah masa PSBB ini berakhir , dari pihak CGV sendiri telah melakukan langkah-langkah pencegahan selama masa penutupan sementara yaitu:

1. Dengan melakukan prosedur penyemprotan disinfektan di Auditorium, dan juga ruangan-ruangan lainnya;

2. Meningkatkan standard kebersihan bioskop;

3. Terus menerus melakukan edukasi para staff mengenai Covid-19

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa kegiatan operasional bioskop akan dilanjutkan kembali bila situasi dan kondisinya telah aman dan kondunsif seta sesuai rekomendasi dari pemerintah.

Penekanan akan social distancing seat configuration atau penataan tempat duduk, akan menjadi prioritas utama pula di awal-awal pembukaan bioskop, agar pengunjung bioskop dapat tetap menjaga jarak antara satu dengan lainnya. Pihak CGV mengharapkan pula agar pemerintah bisa segera menyelesaikan masalah Covid-19 di Indonesia secara cepat dan menyeluruh agar perekonomian Indonesia bisa kembali bergairah.

Hal ini sejalan pula akan dilakukan oleh Kineforum, yang nantinya akan menetapkan aturan penonton yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus, terlebih-lebih melihat tingginya antusiasme penonton , dan aturan yang lebih ketat ini akan berlangsung sampai kondisi 100% pulih seperti sebelumnya. Semua ini adalah demi keselamatan penonton.

Menanggapi hal tersebut diatas, beberapa pengunjung bioskop menyatakan pula rasa kangen mereka,  ingin kembali merasakan lagi menonton di bioskop dan merasa aman dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara bioskop selama ini.

(cinemags/NutyLaraswaty)

(bersambung)

 

Baca Juga:  Setelah The World of the Married, Ini 9 Drama Pernikahan yang Wajib Ditonton!



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.