Review Film I Origins – Tentang Ilmu dan Agama

3676

review film I Origins

Sebuah film indie karya sutradara Mike Cahill akan kita bahas kali ini. Film yang berjudul I Origins ini dirilis pada 18 Juli 2014 oleh Fox Searchlight Pictures. Dibintangi oleh Michael Pitt, Brit Marling, Astrid Berges-Frisbey, Steven Yeun, Archie Panjabi, William Mapother dan Cara Seymour.

Lewat debut penyutradaraannya, Another Earth (2011), Mike Cahill mulai diperhitungkan sebagai sineas muda penuh bakat yang piawai memadukan drama dan sci-fi menjadi sajian solid yang berisi pemikiran-pemikiran mendalam tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Di karya indie teranyarnya, I Origins, sang sutradara kembali menekel tema yang serupa, namun dengan penambahan aspek religiutas (religi) di dalamnya. Sama seperti karya perdananya, film ini juga mengangkat tema cinta sebagai fondasi utama ceritanya.

Dikisahkan seorang ilmuwan di bidang biologi molekular bernama Ian Gray (Pitt) sangat terobsesi dengan mata. Bersama dengan asisten labnya, Karen (Marling), ia meneliti mengenai evolusi mata agar hewan seperti cacing yang buta dapat memiliki mata dan melihat lingkungan sekitarnya. Di tengah eksperimennya, Ian bertemu dengan Sofie (Berges-Frisbey), gadis cantik bermata indah yang membuatnya jatuh cinta. Naas, karena sebuah peristiwa, keduanya terpisahkan. Tujuh tahun kemudian, Ian dan Karen yang kini telah menjadi istrinya telah mencapai penemuan besar yang menggegerkan dunia. Kebahagian pasangan ini pun semakin lengkap dengan lahirnya buah hati mereka. Namun, tanpa diduga, kondisi sang buah hatilah, yang kemudian menggiring Ian pada perjalanan spiritual yang mengubah pandangan hidupnya.

Baca Juga: Jake Kasdan akan Menyutradarai Remake Jumanji

I Origins mengetengahkan sebuah premis mengenai science vs religion yang direpresentasikan lewat karakter Ian dan Sofie. Ian adalah pribadi kaku yang menolak konsep ketuhanan, sedangkan Sofie adalah pribadi enerjik yang memercayai bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Tuhan. Dengan bakat uniknya, Cahill mengiring tiap pertemuan dan jalan hidup keduanya lewat ‘campur tangan Tuhan’ yang digambarkannya melalui kemunculan angka 11 (angka 11 mempunyai peranan penting dalam filmnya). Dalam numerologi, angka 11 sendiri berarti master number yang merepresentasikan intuisi, kreativitas, kejeniusan dan kemurnian. Film yang tayang perdana di ajang Sundance Film Festival 2014 ini juga bicara soal reinkarnasi. Pemilihan tempat di India (mayoritas Hindu) dan beberapa adegan kunci dalam filmnya mencerminkan hal tersebut.  

Baca Juga:  Serial Dash & Lily, Sinopsis dan Ulasan

Dari segi akting, Michael Pitt (Seven Psychopaths) sudah berusaha maksimal memainkan perannya, meski perlu diakui ketika ia bicara mengenai ilmu pengetahuan dengan kapasitas perannnya sebagai seorang ilmuwan masih terasa kurang meyakinkan. Ini berbanding terbalik dengan Brit Marling (Another Earth) yang berakting apik sebagai ilmuwan sekaligus istri dari karakter yang diperankan Pitt. I Origins sebenarnya dibuat oleh Cahill sebagai prekuel dari filmnya yang bertajuk, I. Namun, film tersebut belum dapat dipastikan jadwal tayangnya. Jika ingin sedikit mengetahui isi dari sekuelnya nanti, jangan lewatkan post credit dari I Origins.