Momen-Momen Ikonik Dokuseri The Last Dance (Bagian II)

96

Satu tahun yang lalu, melalui serial dokumenter rilisan Netflix, The Last Dance, Michael Jordan melakukan apa yang hanya bisa dilakukan oleh seorang GOAT (Great of All Time), yakni menyedot perhatian dunia. Kala itu, pandemi Covid-19 baru mulai meluas ke seluruh dunia, menyebabkan pelbagai aktivitas harus terhenti, tidak terkecuali kompetisi olahraga, sekaliber NBA.

Fans terjebak di rumah, tidak ada tempat untuk pergi dan tak ada yang bisa dilakukan. Pada situasi itulah, satu tahun yang lalu tepatnya di tanggal 19 April, Netflix yang bekerjasama dengan ESPN merilis episode pertama dari The Last Dance, dokuseri berjumlah 10 episode yang mengetengahkan tahun terakhir kiprah sang megabintang basket Michael Jordan bersama Chicago Bulls.

Mengungkap tidak hanya perjalanan karier basket sang mega bintang, The Last Dance juga mengungkap pelbagai polemik tersembunyi kebanyakan di belakang layar yang terjadi menyangkut internal tim Bulls saat itu. Dan, tidak ketinggalan keeksentrikkan Michael Jordan, yang menjadikannya salah satu fenomena olahraga dunia terbesar sepanjang masa.

Hadir di momen yang tepat, The Last Dance langsung menjadi salah satu fenomena streaming saat itu. Selama kurang lebih lima minggu ke depan sejak penayangan episode perdananya, Jordan dan franchise Bulls menjadi bahan perbincangan banyak kalangan. Maka, memperingati satu tahun penayangan perdana The Last Dance, berikut kami hadirkan momen-momen paling ikonik dalam dokuseri tersebut.

 

Game Flu

Atau lebih tepatnya, Game Keracunan Makanan. Pizza Utah larut malam yang mencurigakan adalah penyebab gejala mirip flu Jordan yang hampir menggagalkan kejuaraan Bulls tahun 1997 melawan Utah Jazz. Entah bagaimana, MJ berjuang mengatasi penyakit dan kurang tidur untuk mengumpulkan 38 poin guna mengalahkan tim elit yang dimotori Karl Malone- John Stockton.

Baca Juga:  Kenalan dulu dengan 3 Sekretaris The Penthouse 3

 

Game Hari Ayah

Dalam momen yang jarang terjadi, penggemar melihat Jordan yang emosional, bukan bintang bola basket yang sombong. Setelah kemenangan Bulls di kejuaraan 1996 atas Seattle SuperSonics, Jordan berbaring di lantai ruang ganti sambil menangis histeris. Itu adalah gelar pertamanya sejak ayahnya terbunuh pada 1993, dan kebetulan permainan itu berlangsung pada Hari Ayah.

 

Umpatan Sampah Michael Jordan

Tidak ada yang aman dari sasaran umpatan sampah Jordan, bahkan rekan satu tim atau manajernya. Dan jika seseorang berani memberikan tanggapan, Jordan akan membalas lebih kejam. Saat pemain baru Bulls rookie Scott Burrell berhasil mengusik jiwa kompetitif Jordan, ia kemudian menjadi bulan-bulanan sang megabintang. Meski demikian, MJ mengklaim bahwa hal itu berhasil memicu teknik permainan sang rookie berkembang.

 

Game Space Jam

Selain pembuatan film animasi klasik Space Jam tahun 1996, Jordan perlu melatih kembali fisiknya untuk musim kompetisi baru NBA setelah karier bisbolnya yang singkat. Saat menjalani syuting Space Jam, Jordan sanggup memaksa pihak produser film membangun lapangan basket standar kompetisi, yang kemudian ia gunakan untuk sarana latihannya, mengundang banyak sesama bintang NBA untuk berlatih tanding dengannya, sambil menganalisa gaya permainan mereka. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana Jordan memiliki cukup energi untuk merekam film sepanjang hari dan berlatih basket di malam hari. Tapi yang jelas, permainan tersebut berhasil memulihkan ketajaman Jordan.

 

Jordan: Payton Bukanlah Masalah

 

Jordan menari di sekitar banyak pemain bertahan sepanjang kariernya, tetapi Gary Payton, alias The Glove, dari Seattle SuperSonics mengira ia bisa menguncinya selama Final 1996. Ternyata, MJ mengungkap bahwa itu sama sekali tidak membuatnya kerepotan. Menonton klip Payton yang menjelaskan kehebatan pertahanannya, Jordan tertawa terbahak-bahak, berkata, “Saya tidak mendapatkan masalah dengan The Glove.”

Baca Juga:  Akhirnya Netflix Ungkap First Look dari Anime Super Crooks

 

Kebocoran Media

Ketegangan di ruang ganti Bulls tinggi pada tahun 1992 setelah rincian tertutup tentang tim dipublikasikan dalam ย buku berjudul The Jordan Rules oleh Sam F. Smith. Beberapa informasi rahasia dikaitkan dengan sumber anonim dalam organisasi, dan Jordan dengan yakin menuduh rekan setimnya Horace Grant, yang membocorkan informasi rahasia itu. Episode itu menyindir bahwa Grant merasa seperti tinggal di bayang-bayang Jordan, tetapi Grant dengan keras membantah tuduhan Jordan tersebut.

 

Masalah Judi

Jordan bersikukuh bahwa ia tidak memiliki masalah perjudian, melainkan masalah persaingan. Sejak masih kecil, ia terus-menerus mendorong dirinya sendiri untuk menjadi yang terbaik, tetapi ia juga mengembangkan kegemarannya untuk bertaruh. Entah itu di ruang ganti, di lapangan golf atau di Atlantic City, ada beberapa momen di sepanjang The Last Dance di mana Jordan hampir mendapat masalah karena uang.

 

Dokuseri The Last Dance ini berhasil memenangkan salah satu penghargaan di 72nd Annual Primetime Creative Arts Emmy Awards 2020. Dokuseri tentang tentang Michael Jordan dan Chicago Bulls tersebut meraih penghargaan sebagai Outstanding Documentary or Nonfiction Series. The Last Dance dapat disaksikan di Netflix maupun ESPN.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.