Miniseri Dokumenter, Andalan Paling Gres Netflix

420

Netflix tidak hentinya menghadirkan sepak terjang terobosan yang mengubah tren budaya menonton secara signifikan. Setelah sukses besar dengan rangkaian serial dan film durasi panjangnya, bahkan juga bisa mengubah film using yang gagal di bioskop menjadi film yang menarik minat besar untuk disaksikan, Netflix seakan tengah mengembuskan tren baru, yang juga sejauh ini terbukti menarik minat khalayak luas.

Terlebih, situasi pandemi Corona yang tengah melanda dunia, menjadi situasi yang sangat menguntungkan mereka, karena makin menjadi alternatif pilihan penonton luas. Sepak terjang paling gres yang dimaksud adalah tayangan kisah dokumenter berseri.

Berawal dengan kesuksesan luar biasa di luar dugaan Tiger King: Murder, Mayhem and Madness, seakan membuka mata banyak pihak bahwa dengan momen, pengemasan, dan strategi yang tepat, tayangan dokumenter bisa menjadi sangat komersial. Betapa tidak, meski yang dikedepankan adalah tokoh yang tadinya tidak terlalu populer, Tiger King jadi buah bibir dunia.

Tidak hanya mendapat apresiasi positif dari para kritikus, Tiger King pada periode 10 hari penayangan perdananya mampu menyedot 34,3 juta penonton di seluruh dunia. Menduduki salah satu serial paling sukses Netflix, materi serial ini mampu mengundang perdebatan dan komentar dari banyak selebritas populer bahkan belum lama ini dalam sebuah konferensi pers berkaitan Coronavirus, Presiden Amerika Donald Trump sempat ditanyai mengenai kemungkinan pembebasan hukum terhadap Joe Exotic.

Sekarang Tiger King boleh saja mungkin mulai meredup popularitasnya, namun itu digantikan oleh raksasa baru, serial dokumenter berjudul The Last Dance. Yang jika menilik sumber materinya dan hingga sejauh ini episode yang sudah tayangnya, membawa Netflix ke level kesuksesan yang lebih tinggi lagi.

Pasalnya, kali ini yang dihadirkan sebagai fokus utamanya adalah Michael Jordan, atlet basket paling populer sepanjang masa dan juga salah satu bintang olahraga paling besar yang pernah ada dalam sejarah. Dokumenter The Last Dance bercerita tentang musim terakhir era kejayaan Chicago Bulls dan Michael Jordan, beserta pelbagai intrik yang terjadi di dalamnya.

Baca Juga:  Kim Min Jae dan Park Eun Bin Bersatu dalam Musik di Teaser Anyar Drama Do You Like Brahms?

Menariknya, tidak seperti kebanyakan program Netflix yang biasanya dirilis langsung tuntas, Netflix menayangkan The Last Dance dalam format dua episode setiap minggunya. Diawali perilisan dua episode awalnya pada tanggal 20 April. Yang kemudian secara berkala pada 26 April (Episode 3&4),3 Mei (episode 5 & 6), 10 Mei (episode 7 & 8), dan 17 Mei (episode 9 & 10).

The Last Dance garapan ESPN bermaterikan 500 jam rekaman musim terakhir Jordan bersama Bulls di musim 1997/1998 NBA yang dipadukan dengan footage-footage masa lalu Jordan saat masih berlaga di bangku SMA dan ajang NCAA (Liga Basket Mahasiswa di Amerika) sebagai bagian tim basket kampus North Carolina, Tar Heels.

Dan, seperti sudah diduga sebelumnya, dari dua episode yang sudah tayang, The Last Dance juga berhasil menyedot perhatian yang sangat luar biasa terutama di media sosial. Tidak hanya kalangan pencinta basket semata namun juga para selebritas kondang dunia, terutama para legenda basket dunia dan khalayak luas saling berbalas komentar mengenai serial dokumenter ini.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.