Merasa Keberatan, Brad Pitt Menolak ‘Extended Version’ Adegan Bertarung di Once Upon a Time in Hollywood

1180

Beberapa waktu belakangan, adegan perkelahian Bruce Lee (Mike Moh) dan Cliff Booth (Brad Pitt) dalam film terbaru Tarantino, Once Upon a Time in Hollywood mengundang suatu kontroversi. Puteri Bruce Lee, Shannon Lee menyatakan protes terhadap sutradara karena dianggap menggambarkan karakter ayahnya secara kurang pantas (arogan). Shannon merasa tidak nyaman saat menonton di bioskop dan mendengar reaksi tertawa para penonton yang dianggapnya mengejek. Menurutnya, (spoiler alert) film ini hanya ingin mengangkat karakter yang diperankan Brad Pitt meroket sebagai super bad-ass yang dapat mengalahkan Bruce Lee. Selain itu,  Shannon juga mengkritisi Tarantino karena belum meminta ijin terlebih dulu untuk menampilkan karakter Bruce Lee di Once Upon a Time in Hollywood. Tarantino meminta ijin kepada kakak Sharon Tate untuk film ini, namun tidak begitu halnya kepada Shannon.

Reaksi kekesalan Shannon Lee mendapatkan berbagai tanggapan dari beberapa pihak yang terlibat di film terbaru Tarantino ini, termasuk pemeran Bruce Lee, Mike Moh. Ia memberi pernyataan mengenai karakternya di Once Upon a Time in Hollywood secara spesifik diadakan untuk tidak menghancurkan karakter yang diperankan Pitt. Meskipun sang aktor membela Tarantino, pada awalnya Moh sedikit terganggu akan adegan tersebut, terutama karena Bruce Lee merupakan personal hero baginya. Moh mengaku sempat stress karena Tarantino menggunakan adegan itu dengan tujuan menggemborkan kekuatan Cliff namun seharusnya tanpa mengurangi skill sang legend.

Robert Alonzo selaku stunt coordinator Once Upon a Time in Hollywood saat diwawancarai HuffPo, Brad Pitt pernah mengajukan rasa keberatan untuk meneruskan versi panjang adegan pertarungan pada naskah aslinya.

“Saya tahu bahwa Pitt telah menyatakan keprihatinannya, kematian sosok Bruce Lee masih memberikan rasa kehilangan bagi penggemarnya ,” kata Alonzo. “Khususnya bagi saya, sebagai seseorang yang memandang Bruce Lee sebagai ikon, tidak hanya di bidang seni bela diri, tetapi juga dalam filosofi hidup, melihat idola Anda dipukuli sangat menyedihkan. Itu benar-benar menarik string emosional yang dapat memicu sedikit rasa marah dan frustrasi. ”

Alonzo merasa “kesulitan mengatur koreografi perkelahian di mana Lee kalah.” Koordinator aksi itu mengatakan bahkan Pitt menyuarakan keberatannya terhadap perpanjangan adegan pertarungan. “Semua orang yang terlibat penasaran, ‘Bagaimana ini akan berakhir?’, sementara Pitt sangat menentangnya,” ujar Alonzo. “He was like, ‘It’s Bruce Lee, man!’”.

Baca Juga:  Paramount Akhirnya Menghentikan Proyek Sekuel World War Z



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.