facebook challenge

Menjaga generasi muda tetap aman di ranah online: Apa yang dapat dilakukan oleh orang tua?

633

Semenjak pandemi COVID-19 berlangsung, sebagian besar dari kita menghabiskan lebih banyak waktu di ranah online. Internet semakin menjadi bagian dari hidup kita  khususnya pada generasi yang lebih muda dimana mereka menghabiskan sebagian besar hari mereka menggunakan internet untuk terhubung dengan teman dan guru mereka untuk  melakukan kegiatan sekolah dari rumah secara virtual.  

Di saat kita cukup beruntung dapat menjalani kehidupan dan melakukan proses pembelajaran secara virtual di masa pandemi ini, momen Hari Internet Aman Dunia  menjadi sebuah kesempatan untuk merefleksikan apa yang dapat kita upayakan dalam menciptakan ranah online yang lebih baik bagi generasi muda. 

Pekerjaan kami di Facebook dan Instagram 

Sebagai seorang ibu, saya memahami bahwa anak muda menjadi lebih rentan di ranah online, dan tugas saya di Facebook adalah untuk menjaga mereka tetap aman melalui produk dan kebijakan kami. Selain privasi, fitur keselamatan dan keamanan juga tersedia bagi seluruh pengguna Facebook dan Instagram, dan kami juga memiliki beberapa perlindungan tambahan untuk melindungi anak di bawah umur. 

Kami mewajibkan setiap orang untuk berusia minimal 13 tahun sebelum mereka dapat membuat akun Facebook atau Instagram, dan di beberapa negara, batasan usia mungkin lebih tinggi. Pengaturan privasi dan visibilitas kami lebih ketat bagi remaja dibandingkan orang dewasa. Misalnya, di Facebook, pesan yang dikirimkan kepada anak di bawah umur dari orang dewasa yang bukan berasal dari daftar temannya atau teman dari teman, akan disaring terlebih dahulu dari kotak masuk mereka dan langsung masuk ke kotak spam

Memahami pentingnya keamanan online sebagai orang tua 

Saya memahami tantangan luar biasa yang dialami orang tua saat mencoba untuk mempelajari tentang keamanan di ranah online bersama anak-anak. Namun, hal paling utama yang dapat kita lakukan adalah untuk memulai percakapan, dan menciptakan cara berkomunikasi yang terbuka. 

Percakapan tentang keamanan di ranah online seharusnya menjadi bagian dari keseharian – layaknya percakapan tentang ‘bahaya orang asing’ atau kewaspadaan ketika menyebrangi jalan, dan percakapan tersebut harus dimulai sejak dini. Anak-anak seringkali telah mengenal perangkat elektronik sejak mereka lahir – bahkan hanya dengan mengamati orang tua mereka, sehingga tidak ada kata terlalu cepat dalam membicarakan keamanan di ranah online. 

Sebagai bagian dari percakapan tentang keamanan di ranah online, anak-anak harus memahami bahwa akses terhadap perangkat elektronik dan internet harus dilandasi dengan tanggung jawab. Mereka juga memiliki peran dalam menjaga diri sendiri dan orang lain untuk tetap aman di ranah online. 

Portal Orang Tua di Facebook dan Panduan Orang Tua di Instagram adalah sumber yang tepat untuk orang tua dan keluarga, yang memberikan informasi mengenai cara kerja aplikasi, kiat berbicara dengan anak-anak, dan saran dari ahli, namun berikut ini adalah lima kiat utama saya dalam menjaga keselamatan anak di ranah online. 

  1. Tetap terlibat dalam dunia digital anak-anak: Luangkan waktu untuk menemani anak ketika mereka online. Jika anak Anda senang bermain video game, duduklah di dekatnya. Jika anak remaja Anda menggunakan Facebook atau Instagram, berdiskusilah dengan mereka tentang berteman atau mengikuti mereka di media sosial. Berbicaralah dengan mereka tentang dengan siapa mereka terhubung dan apa yang mereka bagikan. Katakan juga bahwa mereka dapat berbicara dengan Anda kapanpun ketika mereka melihat atau mengalami hal yang membuat mereka tidak nyaman di ranah online. 
  2. Gunakan pengaturan privasi dan keamanan: Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger memiliki pengaturan untuk memberikan orang kendali terhadap apa yang mereka bagikan, dengan siapa mereka membagikannya, apa yang mereka lihat, dan siapa yang bisa menghubungi mereka. Sebagian besar dari pengaturan ini diaktifkan secara langsung untuk anak di bawah umur, tapi Anda sebaiknya tetap mengecek pengaturan privasi dan keamanan secara rutin. 
  3. Buat kesepakatan sebagai keluarga: Buatlah kesepakatan bersama mengenai peraturan penggunaan perangkat elektronik, akses ke internet dan media sosial, dan jelaskan konsekuensi atas pelanggaran peraturan tersebut. Tergantung dari usia anak Anda, Anda dapat membicarakan tentang konsekuensi yang lebih serius (seperti konsekuensi hukum) ketika mereka membagikan jenis konten tertentu seperti gambar intim yang tidak mendapatkan persetujuan. 
  4. Tunjukkan contoh yang baik: Jika Anda membuat peraturan kepada anak seperti, ‘tidak boleh menggunakan handphone diatas jam 8 malam’ atau ‘tidak boleh menggunakan handphone di kamar’ – Anda juga harus melakukan hal yang sama. 
  5. Belajar bersama anak Anda: Teknologi senantiasa selalu berkembang, dan anak muda mempelajarinya dengan cepat. Jika anak Anda mulai menggunakan aplikasi baru, minta mereka untuk menunjukan kepada Anda bagaimana cara kerja aplikasi tersebut. Cara ini merupakan kesempatan untuk terhubung dengan anak Anda, melihat apa yang mereka lakukan secara online, dan berdiskusi mengenai keamanan di ranah online. Sebaiknya Anda juga melakukan riset mandiri mengenai fitur privasi, keselamatan, dan keamanan dari aplikasi tersebut. 

Di Facebook, kami tetap berkomitmen untuk berinvestasi dalam keamanan online, mengembangkan produk dan kebijakan kami, dan berkolaborasi dengan pengguna generasi muda, orang tua dan pengasuh, guru dan pendidik, pembuat kebijakan, dan industri terkait untuk menciptakan ranah online yang lebih aman bagi anak-anak. 

Cinemags/NutyLaraswaty

Baca Juga:  Facebook, Instagram, dan WhatsApp ajak orang-orang di Indonesia menjelajahi, menginspirasi, dan mengekspresikan kebaikan

Sumber: Menjaga generasi muda tetap aman di ranah online: Apa yang dapat dilakukan oleh orang tua? Oleh Amber Hawkes, Head of Safety, Facebook Asia Pacific 

Generasi muda




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.