Membedah Masa Depan Tim Nasional Bersama Indra Sjafri

452

Tujuh tahun silam, nama Indra Sjafri tiba-tiba mendadak jadi bahan perbincangan. Tangan dinginnya mengantarkan Tim Nasional Indonesia menjuarai AFF Cup U-19.

Namanya terus dielu-elukan bahkan setelah turnamen, penampilan apik skuad Garuda Jaya kala itu membuat Indra dinilai sukses oleh banyak kalangan. Apalagi setelah Evan Dimas dkk mencukur habis Korea Selatan di SUGBK dalam kualifikasi Piala Asia U-19. Bahkan kisah perjalanan ini dibuatkan sebuah film yang berjudul Garuda 19.

Garuda 19 adalah sebuah film karya Mizan Production yang diangkat dari kisah nyata salah satu pelatih terbaik tanah air, bernama Indra Sjafri. Sebelum difilmkan, cerita ‘blusukan’ ala pelatih ini sempat dibukukan oleh FX Rudi Gunawan yang berjudul, Semangat Membatu dan Menolak Menyerah. Dari kedua buku itulah film ‘Garuda 19’ dibuat.

Setelahnya, Indra menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di kancah sepak bola nasional. Namanya langsung masuk ke dalam daftar pelatih elit Indonesia, apalagi setelah selalu berhasil naik podium di empat tahun belakangan ini dengan Timnas U-19 dan U-22.

Paling diingat tentu saat memboyong Piala AFF U-22 pada 2019 dan terbaru medali di SEA Games. Sebagian beranggapan, kejelian Indra meramu strategi membuat Indonesia setidaknya bisa melepas dahaga gelar bersama Tim Nasional.

Usai Sea Games, peta kepelatihan Timnas sedikit berubah dengan hadirnya Shin Tae-Yong. Sempat menempati posisi sebagai assisten, posisi lantas menjadi direktur teknik Timnas.

Kabar menyebut Indra berselisih dengan Shin Tae-Yong hingga dia pada akhirnya harus menanggalkan posisinya di Timnas U-23.  Sebaliknya, Indra membantah hal tersebut mempermasalhkan penempatan dirinya sebagai direktur teknik Timnas menggantikan Danur Windo.

“Tidak usah diperdebatkan lagi. Saya tidak pernah berselisih dengan pelatih Shin. Biarkan Shin bekerja dengan nyaman dan tenang. Mudah-mudahan apa yang ditargetkan PSSI bisa tercapai dan saya dukung seribu persen.

Baca Juga:  DC Showcase – Batman: Death in the Family

“Ini menjadi proses tambahan bagi saya untuk bisa memahami sepak bola secara utuh. Setelah lama di lapangan, saya pikir ini pekerjaan yang sangat menantang dan saya suka,” ujar Indra Sjafri dikutip dari Tempo.

Selama bertugas untuk merah putih banyak hal sukses diraih oleh pelatih asal Padang tersebut. Kini, Vivagoal berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Indra Sjafri untuk membahas masa depan sepak bola Indonesia melalui kanal Live Instagram (@vivagoal) pada Jum’at (15/5/2020) pukul  20.00 WIB.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.