Mark Ruffalo, Sang Aktor Serba Bisa

737

Mark Ruffalo

Telah meniti karier akting sejak usia 20-an, pria pemilik nama lengkap Mark Alan Ruffalo ini tadinya ogah untuk terjun ke dunia seni peran. Meski menjadi seorang aktor adalah impian semasa kecilnya, namun ia sempat merasa pesimis dan mengubur dalam-dalam impian tersebut hingga pada suatu hari, ia bersama keluarga besarnya pindah ke Los Angeles yang seketika mengubah seluruh keputusannya. Di usianya yang ke-18 tahun, pria berdarah campuran Italia, Prancis, dan Kanada ini seolah mulai menemukan titik cerah pada masa depan kariernya dengan mulai mencari penghasilan sendiri dengan bekerja paruh waktu sebagai bartender. Entah apa yang mengilhaminya, Ruffalo lalu memutuskan melanjutkan pendidikannya dengan mengambil kelas akting di Stella Adler Conservatory, di mana di sana ia menjadi salah satu pendiri kelompok teater seni yang dinamai Orpheus Theatre Company. Sejak saat itu, kebolehan akting, menulis naskah, dan menyutradarai sebuah pertunjukan teater yang dimilikinya pun semakin terasah.

Lahir pada tanggal 22 November 1967 di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat, pria pemilik rambut hitam ini sebelumnya sering terlibat di film-film independen berbujet kecil sebelum akhirnya berhasil melakukan debut layar lebar pada tahun 1996 dalam The Dentist meski masih berkutat sebagai figuran. Dari sana, ia mulai menjajal kemampuannya dalam berbagai genre film, mulai dari film komedi Safe Men (1998), sampai film bertema perang arahan Ang Lee, Ride with the Devil (1999). Belum lama dari itu, tahun 2002 Ruffalo mendapat cobaan yang cukup berat dalam hidupnya. Nyawanya sempat terancam kala mengetahui dirinya menderita tumor otak. Namun, ia kemudian dapat meneruskan kembali aktivitasnya setelah pengangkatan tumor dan rehat selama setahun.

Baca Juga:  Viu Umumkan 10 Finalis VPF (Viu Pitching Forum)

Selepas kemulusan debut aktingnya, selama tiga tahun ke depan, Ruffalo berhasil mendapatkan peran-peran dalam film besar, seperti XX/XY (2002), Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004), We Don’t Live Here Anymore (2004), Collateral (2004), 13 Going on 30 (2004), dan Rumor Has It (2005) yang mengawali jenjang popularitasnya sebagai aktor Hollywood. Tahun demi tahun berlalu, setelah beragam peran dan genre film ia geluti, ayah dari tiga anak ini kemudian mendapatkan kesuksesan di kancah film-film blockbuster lewat dua film yang sekaligus menjadi gebrakan terbesarnya lewat The Avengers (2012), di mana Ruffalo memerankan Hulk alter ego Bruce Banner menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Edward Norton, yang sukses menuai pujian luas dari kalangan kritikus, dan berlanjut pada film berikutnya, Now You See Me (2013), di mana peran tersebut membuat status kebintangannya semakin melesat tajam hingga menjadikannya salah satu aktor terlaris di Hollywood.

Tak hanya itu, tahun 2014 juga menjadi salah satu tahun keemasannya. Aktor vegetarian ini sempat tampil mencuri perhatian beradu peran dengan Keira Knightley lewat film drama musikal, Begin Again (2013), serta sukses meraih nominasi sebagai Best Performance by an Actor in a Supporting Role di Academy Awards tahun ini lewat perannya sebagai seorang pemenang medali emas di olimpiade gulat, Dave Schultz dalam Foxcatcher (2014). Tahun kemarin, setelah kembali memainkan tokoh Hulk dalam sekuel The Avengers, aktor yang juga aktif berkiprah di dunia politik ini juga memperlihatkan kebolehan aktingnya sebagai seorang pesulap lewat seri kedua Now You See Me, serta memegang posisi lead-actor berbagi layar dengan Rachel McAdams dalam film drama berjudul Spotlight.

Baca juga: 8 Kejutan dari Nominasi Oscar 2016

Baca Juga:  The 8th Night keluarkan teaser