Livi Zheng, Sineas Kontroversial Indonesia yang Mencuri Perhatian

1227

Nama Livi Zheng belakangan ini mulai banyak diperbincangkan oleh publik terutama yang berada di Indonesia. Namanya sempat melambung setelah mimpi membawa piala Oscar ini hampir diraih oleh sineas muda asal Indonesia yaitu Livi Zheng dengan filmnya Brush with Danger dan yang terbaru Bali: Beats of Paradise. Kontroversi ini bermula ketika Livi yang mendaftarkan filmnya ke dalam ajang Oscar, tetapi dianggap menyebarkan informasi yang menyesatkan kepada media.

Livi Zheng adalah seorang produser dan sutradara asal Indonesia yang merintis karir di Amerika Serikat. Ia bersama keluarganya telah lama tinggal di sana, tepatnya sejak ia berusia 18 tahun. Sewaktu tinggal di Indonesia, Livi yang ahli dalam ilmu bela diri mulai merintis karirnya sebagai stuntwoman. Ia pernah terlibat dalam serial Laksamana Cheng Ho di tahun 2008 lalu. Pekerjaannya sebagai stuntwoman atau pemeran pengganti ini kemudian ia lakoni lagi ketika berada di Amerika Serikat. Livi Zheng lulus sebagai Sarjana Ekonomi dari University of Washington, dan saat ini sedang mengenyam pendidikan Master di University of Southern California.

 

Di Hollywood, ia pertama kali membuat film dengan judul The Empire’s Throne pada tahun 2013. Menjabat sebagai produser, Livi Zheng juga turut tampil sebagai pemain dalam film tersebut. Film The Empire’s Throne ini adalah sebuah film aksi kolosal drama yang berdasarkan pada kisah Kerajaan Majapahit. Film ini mengisahkan tentang perjuangan menuju tahta Kerajaan Majapahit dengan jumlah pemeran dalam film yang mencapai lebih dari 600 orang.
Di tahun 2014, Livi Zheng kembali membuat film dengan judul Legend of the East. Dalam film tersebut Livi Zheng mengambil jabatan sebagai produser dengan salah satu pemeran utamanya yaitu Yusril Ihza Mahendra, seorang politisi terkenal di Indonesia. Film Legend of the East mengisahkan tentang Dinasti Ming saat masa konflik. Sudut pandang dalam cerita film juga dikemas sangat unik yaitu dari Admiral Zheng He (Yusril Ihza Mahendra), seorang pelayan Pangeran Dinasti Ming. Dikisahkan Zheng He membantu sang Pangeran untuk meraih tahta yang seharusnya menjadi miliknya.

Baca Juga:  Film Warcraft Kembali Merilis Dua Poster Terbaru

Setelah dari film Legend of the East, Livi Zheng melanjutkan karir film dengan judul Brush with Danger. Film ketiganya ini lah yang kemudian menggelembungkan nama Livi Zheng ke dunia Internasional. Film Brush with Danger arahannya sempat masuk dalam 323 besar proses seleksi nominasi Best Picture dalam ajang Oscar tahun 2015 lalu. Sebuah pencapaian yang sangat fantastis, mengingat ada lebih dari 40 ribu film Hollywood yang beredar pada saat itu.

Setelah itu, pada 2018 Livi Zheng memproduksi film drama dokumenter berjudul Bali: Beats of Paradise. Film ini dibintangi oleh Judith Hill dan komposer asal Indonesia, Nyoman Wenten. Kisahnya menceritakan tentang seniman, gamelan dan musik Bali di kancah internasional.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.