Lima Tontonan Sarat-teknologi di Netflix yang Menggugah Imajinasi

321
Sulit rasanya membayangkan hidup tanpa teknologi. Teknologi telah menjadi bagian yang tak terlepaskan dari keseharian kita, sehingga kalau kehadirannya hilang untuk satu hari saja, kita serasa kembali ke zaman batu. Berkat kemajuan teknologi, semakin hari hidup kita semakin dimudahkan oleh berbagai jenis mesin.
Lima tontonan yang dihadirkan oleh Netflix berikut ini menggambarkan sebuah masa depan di mana teknologi telah berevolusi sedemikian rupa, sehingga dampaknya dapat mengubah kehidupan manusia secara ekstrem. Mulai dari cara kita menikmati hiburan, menghidupkan kembali yang sudah tiada, hingga memperoleh kemampuan supranatural… semuanya adalah prediksi tentang apa saja yang bisa menanti kita di masa depan.

Black Mirror: Season 5

Season kelima dari serial antologi ini mengupas tentang kebutuhan kita di era digital untuk terus dihibur dan ditemani. Sebagian mungkin merasa teknologi menjauhkan kita dari satu sama lain. Namun, jika digunakan dengan benar, teknologi juga bisa menjadi pelipur lara untuk mereka yang kesepian. Di season ini, Black Mirror mengangkat bagaimana manusia berupaya membangun hubungan melalui — atau bahkan, di tengah-tengah — aplikasi ponsel pintar, realitas maya, hingga kecerdasan buatan. Dan tentunya, seperti keempat season pendahulunya, setiap episode hadir dengan kejutan tak terduga.

Black Mirror: Season 5 menawarkan tiga episode yang dibintangi sederetan aktor ternama seperti Anthony Mackie, Miley Cyrus, Yahya Abdul-Mateen II, Topher Grace, Damson Idris, Andrew Scott, Nicole Beharie, Pom Klementieff, Angourie Rice, Madison Davenport, dan Ludi Lin.

Altered Carbon

Berlatar di sebuah masa depan 300 tahun mendatang, seorang prajurit terbangun setelah mati selama berabad-abad… dan terkejut mendapati dirinya kini hidup dalam tubuh yang berbeda. Hal ini dimungkinkan oleh teknologi yang mampu menyimpan kesadaran manusia secara digital.
Di kehidupan sebelumnya, Takeshi Kovacs (Joel Kinnaman dan Anthony Mackie) adalah seorang prajurit elit antarplanet. Suatu hari, ia kalah dalam peperangan melawan rezim dunia baru dan kesadarannya dibekukan oleh musuh. Ia dihidupkan kembali untuk membantu memecahkan misteri di balik siapa yang membunuh Laurens Bancroft, seorang konglomerat.
Dibumbui dengan drama intens, gelut aksi, dan baku tembak, Altered Carbon menawarkan visualisasi mencengangkan tentang peran teknologi dalam mewujudkan hidup setelah kematian di tubuh yang berbeda. Menakjubkan!

Love, Death & Robots

Apa jadinya jika genre fiksi ilmiah, fantasi, horor dan bahkan komedi bertemu dalam satu serial? Serial Netflix Original Love, Death & Robots jawabannya. Koleksi animasi untuk dewasa dengan durasi setiap episode yang berkisar 5-20 menit ini mudah untuk ditonton, tetapi sulit untuk dilupakan. Premis utamanya ialah kehidupan di dunia futuristis, tempat robot hidup berdampingan dengan manusia.
Diproduksi oleh David Fincher, Tim Miller, Jennifer Miller, dan Josh Donen, serial ini menghadirkan animasi buatan kreator kelas dunia. Setiap episodenya berdiri sendiri, dengan gaya animasi maupun tema yang beragam.
Love, Death & Robots mengisahkan, antara lain, berbagai skenario konyol kematian Hitler, segerombolan cyborg perampok, sebuah peradaban aneh yang terbentuk di dalam kulkas, serta seorang astronot yang harus memilih antara hidup (tetapi kehilangan anggota tubuhnya) atau mati. Semua kisah ini dilukiskan dengan gaya yang unik: mulai dari animasi 2D yang surealis dan penuh warna, hingga animasi 3D yang begitu mendetail sehingga kita serasa tengah menyaksikan serial yang diperankan aktor manusia.

iBoy

Dewasa ini, popularitas Augmented Reality (AR) kian menanjak, hingga teknologi AR dipercaya akan berperan besar di kehidupan masa depan. Netflix Original iBoy mengajak kita berimajinasi tentang wujud teknologi AR di puncak kematangannya.
Disutradarai Adam Randall, film ini bermula dengan Tom (Bill Milner), remaja 16 tahun yang baru saja sadar dari koma. Ia diberi tahu bahwa sejumlah serpihan dari ponsel pintarnya tak sengaja tertanam di otaknya, setelah sebuah insiden kekerasan yang melibatkan pula Lucy (Maisie Williams), gadis yang ia sukai di sekolah.
Selagi Tom memulihkan diri dan berupaya melanjutkan rutinitasnya, dunia serasa terjungkir balik. Ia kini dapat mengendalikan teknologi lewat pikirannya! Tak hanya itu, ia juga bisa memvisualisasikan proses kerja komputer dalam wujud AR.
Dihadapkan pada pilihan untuk kembali ke hidupnya yang lama, atau membalas dendam temannya yang disakiti oleh pihak tak bertanggung jawab, Tom akan membawa kita berimajinasi tentang kemungkinan munculnya cyborg atau manusia setengah mesin — dan seberapa dalam ponsel pintar bisa tertanam di serat-serat kehidupan kita.

Ghost in the Shell

Di sebuah masa depan ketika pikiran manusia diperkuat dengan teknologi, terorisme jenis baru menyeruak dalam wujud peretasan pikiran. Untuk menghentikannya, seorang prajurit cyborg sempurna bernama Motoko Kusanagi (Scarlett Johansson) diciptakan dari tubuh manusia. Seluruh hidupnya kini didedikasikan untuk misi ini.

Ketika tengah bersiap menghadapi musuh baru dan menjalankan tugasnya, Motoko mengetahui bahwa kehidupannya sebagai manusia telah dirampas, dan ingatannya dihapus. Dengan kemampuan barunya, ia tidak akan menyerah sebelum ia menemukan kembali masa lalunya dan mengungkap siapa yang mengubahnya menjadi mesin.


Disutradarai oleh Rupert Sanders, Ghost in the Shell akan membawa Anda ke dunia yang penuh dengan teknologi mutakhir. Tak kalah penting, akting luar biasa Scarlett Johansson semakin menambah nyata sosok tentara cyborg berjiwa lembut di film ini.

Baca Juga:  Anda Termasuk Karakter Film Deadpool Yang Mana?



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.