Lima Tayangan yang Mengajarkan Anda Bahaya Cyberstalking

957

Ada banyak bentuk kejahatan elektronik yang dapat memengaruhi korban dari jauh. Pelecehan online juga terus meningkat, dan tak jarang berlanjut hingga penguntitan di kehidupan nyata. Cyberstalking, penguntitan yang dilakukan melalui dunia maya, sama menakutkannya seperti di dunia nyata.

Mayoritas korban bahkan tidak melaporkan kejahatan tersebut pada pihak berwenang, karena belum paham betul risiko dan konsekuensi setelahnya. Berikut adalah 5 tayangan yang dapat menggambarkan berbahayanya cyberstalking, dan mengajari Anda mengenai privasi digital.

1. Eye Candy


Eye Candy adalah serial televisi dengan genre thriller yang ditayangkan perdana pada tahun 2015. Serial ini berpusat pada seorang ahli teknologi jenius bernama Lindy (Victoria Justice), yang dibujuk oleh teman sekamarnya untuk melakukan kencan online. Setelah memulai kencan, ia mulai curiga bahwa pria yang menyukainya adalah seorang penguntit dunia maya yang mematikan! Lindy bekerja sama dengan teman-temannya untuk menyelesaikan pembunuhan yang terjadi, termasuk mengungkap penculikan yang terjadi pada adiknya.

2. You


Joe (Penn Badgley), pemeran utama serial ini, adalah seseorang yang romantis. Ia memiliki sifat protagonis, yang juga ternyata adalah seorang pembunuh berantai dan penguntit! Joe menguntit wanita yang dicintainya yakni Beck (Elizabeth Lail) melalui akun media sosial. Joe dapat dengan mudah menemukan alamatnya melalui Instagram. Semua hal pribadi Beck dapat diketahui Joe dengan mudah melalui akun media sosial, bahkan hingga kebiasaan pribadinya. Media sosial adalah alat yang digunakan banyak orang untuk menguntit tanpa disadari oleh korbannya.

3. Black Mirror


Dalam setiap episodenya, Black Mirror menggambarkan bagaimana teknologi dapat memengaruhi kehidupan dan sering kali menakutkan. Beberapa episodenya juga melibatkan permasalahan privasi dan keamanan data. Pada episode yang berjudul “Nosedive,” digambarkan kehidupan manusia berputar berdasarkan peringkat media sosial. Kemudian, dalam “Be Right Back,” seseorang yang telah meninggal dengan mudah dibangkitkan kembali untuk menjalani kehidupannya berdasarkan unggahan di media sosial. Tampaknya memang menyenangkan, tapi justru ternyata semua hal tersebut menjadi petaka di kemudian hari.

Baca Juga:  Paramount Tetapkan Angel Manuel Soto untuk Mengarahkan film Baru Transformers

4. Mr. Robot

Mr. Robot menggambarkan peretasan dan manipulasi psikologis yang sangat menarik. Serial ini berfokus pada Elliot (Rami Malek), seorang ahli teknologi yang bekerja di sebuah perusahaan keamanan siber. Mr. Robot mampu menggambarkan peretasan yang jauh lebih realistis daripada kebanyakan serial TV dan film, tanpa klise yang tak rasional. Elliot mendemonstrasikan bagaimana menariknya keamanan siber dan kemudahan untuk mengaksesnya.

5. The Social Dilemma


Film The Social Dilemma berhasil mengupas betapa pentingnya penggunaan media sosial kini, termasuk risiko menjadi korban kejahatan sehingga membuat penggunanya merasakan dilema. Acara ini menggambarkan hal-hal mengerikan dari penggunaan media sosial. Mulai dari penguntitan, hingga manipulasi psikologis yang kerap dilakukan oleh banyak penggunanya. Melalui film ini, sutradara ingin menyadarkan orang-orang mengenai bagaimana sosial media mampu menciptakan sebuah utopia sekaligus distopia. Anda juga akan disadarkan bahwa penggunaan media sosial sangat berpengaruh pada sisi kemanusiaan.

Kenyataan yang Terjadi
Demi mencegah kekhawatiran dan ketakutan terhadap kejahatan dunia maya, penegak hukum meningkatkan upaya untuk mendidik dan menyadarkan orang akan kejahatan ini beserta potensinya. Meski begitu, tidak semua aparat penegak hukum menanggapi secara serius tuduhan menguntit secara online yang kerap terjadi karena berbagai alasan. Oleh karena itu, mayoritas korban cyberstalking tidak melaporkan diri.

Semua orang berisiko menjadi korban kejahatan dunia maya, tak peduli itu wanita, pria, anak-anak, atau orang tua. Ada empat area yang rentan terjadi kejahatan cyberstalking, yaitu:

  1. Obrolan langsung atau Internet Relay Chat (IRC), di mana pengguna dapat berbicara secara langsung atau mengetik pesan satu sama lain secara real time.
  2. Usenet Newsgroups, tempat orang bertukar pesan dalam sebuah grup.
  3. Media sosial, tempat calon korban mengunggah aktivitas dan kehidupan pribadi.
  4. Email. Pelecehan email biasanya merupakan hasil dari dan kelanjutan dari kontak awal di server obrolan atau grup.
Baca Juga:  Ini Dia Tampang Jason Momoa Sebagai Manusia Setengah Monster di Slumberland

Cyberstalking dapat memiliki banyak bentuk. Salah satu bentuk paling umum adalah pengiriman pesan kebencian, surel tak senonoh, atau pesan bernada mengancam. Meski melalui internet, tak jarang kasus ini berlanjut pada kekerasan di dunia nyata, termasuk ancaman pembunuhan. Telah banyak pula pemberitaan pembunuhan yang diawali dengan penguntitan melalui dunia maya.

Tips Pencegahan Cyberstalking
Perlindungan paling baik agar tidak menjadi sasaran cyberstalking dan kejahatan dunia maya lainnya, adalah tidak berlebihan dalam mengungkapkan sesuatu yang bersifat pribadi tentang diri Anda di internet. Selain itu, ada beberapa tips yang dapat Anda aplikasikan sehari-hari, di antaranya:

  1. Selalu waspada terhadap orang baru yang ingin berbicara secara pribadi dengan Anda dan mulai mengirimi pesan pribadi. Luangkan waktu untuk mencari tahu orang yang baru Anda kenal sebelum mengungkapkan informasi pribadi Anda.
  2. Isi informasi yang diperlukan saja, terlebih jika Anda memanfaatkan layanan publik. Catatan instansi publik biasanya dapat diakses oleh siapa pun. Tanyakan lebih jelas pada rekan bisnis Anda, apakah memungkinkan jika informasi alamat dirahasiakan dalam situasi tertentu.
  3. Simpan catatan setiap kali insiden penguntitan terjadi, termasuk nama tersangka, tanggal, dan waktu kejadian. Simpan semua bukti yang Anda terima.
  4. Pilih kata sandi akun yang kuat dan ubah secara berkala. Kata sandi terbaik tidak mengeja apa pun, dan tidak mengikuti pola logis apa pun. Buat kata sandi setidaknya dengan tujuh huruf.
  5. Manfaatkan aplikasi keamanan. Kini, telah banyak aplikasi keamanan yang mampu menambah perlindungan. Anda dapat memanfaatkan aplikasi pendeteksi penguntit, VPN Online, Anti Malware, Anti Phising, dan sebagainya.
  6. Tinjau seluruh preferensi keamanan akun Anda. Ubah pengaturan menjadi pribadi pada informasi-informasi yang bersifat privasi.
Baca Juga:  BBC First Hadirkan Serial Drama Inggris Terbaik Ke Indonesia




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.