King Kong Vs Godzilla (1962): Menapak Tilas Duel Dua Monster Ikonik

1585

Sebelum menyaksikan Kong vs Godzilla tanggal rilis di akhir Maret nanti, tidak ada salahnya untuk menelusuri ulang film lawasnya dulu yang pertama kali mempertemukan dua monster raksasa paling ikonik di jagat perfilman ini dalam King Kong Vs Godzilla yang dirilis pada tahun 1962 silam.

Di sisi kanan, King Kong; gorilla raksasa yang berasal dari sebuah pulau misterius di kawasan kepulauan yang kini dikenal sebagai wilayah Indonesia. Dipuja bak dewa oleh para penduduk asli, Kong dibawa ke Amerika untuk dijadikan obyek pertunjukan. Di sana, ia sempat memporak-porandakan New York hingga harus mengerahkan unit pesawat udara untuk menghentikan primata raksasa berkekuatan besar ini.

Di sisi kiri, Godzilla; monster menyerupai  kadal raksasa yang konon tercipta akibat radiasi nuklir. Godzilla dikenal sebagai monster yang punya kekuatan dan daya penghancur yang dahsyat, terutama dengan senjata andalannya: napas radioaktif yang bisa ia keluarkan dari mulutnya.

Lalu, semisal dua makhluk dengan daya merusak luar biasa ini dipertemukan dan dipertandingkan, yang mana kah yang bakal lebih unggul? Boleh jadi berangkat dari premis itulah yang melatari kemunculan film ini.

Mr.Tako, kepala sebuah firma farmasi merasa frustrasi dengan acara televisi yang disponsori perusahaannya dan ingin meningkatkan ratingnya. Ia kemudian merasa mendapat momentum yang tepat saat mendengar kabar adanya penemuan monster raksasa misterius di pulau Faro. Untuk bahan publisitasnya, Tako kemudian mengirim dua anak buahnya, yang berhasil menemukan dan menangkap monster itu. Ternyata, monster raksasa misterius itu adalah King Kong, yang kemudian diangkut ke Jepang.

Sementara itu, kapal selam nuklir milik Amerika, Seahawk terjebak di gunung es. Ketika gunung es itu akhirnya runtuh, membebaskan Godzilla yang ternyata terjebak di dalamnya (referensi Godzilla 1955-red). Godzilla kemudian menghancurkan kapal selam dan pangkalan militer yang ada di dekat kawasan tersebut.

Baca Juga:  Spesial interview bersama kreator animasi Mush-Mush & The Mushables

Godzilla yang kemudian tiba di Jepang mulai menebar teror. Kong yang tadinya dalam keadaan terbius, siuman dan berhasil melepaskan diri. Kedua monster itu kemudian bertemu dan pertarungan dahsyat antara keduanya tidak bisa dihindarkan lagi. Siapakah yang paling unggul di antara mereka?

Masing-masing dikenal sebagai monster raksasa yang sangat fenomenal di belahan dunia ‘asal’ mereka masing-masing, kolaborasi antara insan perfilman Hollywood dan negeri matahari terbit sukses menghasilkan film cross over paling akbar dalam sejarah perfilman.

Sesuai judul yang diusung, garis besar kisah ini mengetengahkan pergumulan dahsyat antara dua makhluk raksasa tersebut setelah Kong yang didatangkan oleh seorang kepala farmasi  guna menaikkan rating acara televisi yang disponsorinya, berhasil meloloskan diri dari kerangkeng dan nantinya dihadapkan dengan Godzilla yang kembali muncul di Jepang setelah terbangun dari tidur panjangnya.

Dalam film keluaran Toho arahan Ishiro Honda tersebut, agar menjadi lawan yang seimbang, tampilan King Kong mengalami beberapa perubahan tampilan dan latar belakang. Baik itu dari segi ukurannya (yang dibuat jauh lebih besar dari gambaran yang ditampilkan dalam film Hollywoodnya), serta tambahan kemampuan menyerap listrik sebagai sumber kekuatannya.

Film yang juga dirilis di Amerika dan berbagai negara Eropa ini berhasil mencapai kesuksesan yang sangat luar biasa. Bahkan, film yang diproduksi sebagai bagian dari perayaan 30 tahun Toho ini sempat menjadi film Godzilla paling sukses dalam ranah perfilman Jepang.

Walaupun dengan segala keterbatasannya, King Kong Vs Godzilla merupakan film pertama yang berhasil mempertemukan King Kong dan Godzilla dalam satu judul produksi film. Film ini juga berjasa terhadap perkembangan franchise film Godzilla, karena berkat pencapaian yang diperoleh film ini membuat pihak Toho yakin dengan potensi kesuksesan film-film yang mengedepankan sosok Godzilla. Film ini juga menjadi jembatan kesuksesan bagi aktris yang ikut ambil bagian di dalamnya, Mie Hama dan Akiko Wakabayashi yang beberapa tahun setelahnya menjadi para Bond Girl pendamping Sean Connery.

Baca Juga:  Alexandra Daddario dan Diego Boneta Terlibat Cinta Terlarang di Trailer Die in a Gunfight

Ini semua tentang apa yang diharapkan sesuai judul yang dikedepankannya King Kong Vs Godzilla. Jika Anda tidak mengharapkan lebih dari ini, dipastikan film ini akan menghibur Anda dengan benturan klasik dari dua raksasa sinematik ini.

 

 

 




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.