Jiu Jitsu, Sinopsis Film dan Ulasan

7414

Jiu Jitsu adalah film aksi beladiri terbaru karya Dimitri Logothetis, Sineas asal Cyprus. Pasca keberhasilannya menghidupkan kembali franchise film beladiri lawas Kickboxer, lewat dua installment teranyar yang ia produseri, Vengeance dan Retaliation, ia menghadirkan film aksi beladiri terbarunya.

Mengusung judul Jiu Jitsu, film aksi beladiri yang kisahnya diangkat dari komik karya Logothetis dan Jim McGarth di tahun 2017 ini punya premis kisah menarik. Hal ini dikarenakan apa yang disuguhkannya bisa dikatakan merupakan hasil yang terjadi andaikata premis Predator dipadu dengan Mortal Kombat.

 

Tidak hanya sekadar premis, film tentang manusia vs alien ini juga didukung jajaran pemain yang namanya tidak asing lagi, yakni Frank Grillo, Tony Jaa, Rick Yune, dan juga Nicolas Cage. Sedangkan untuk porsi karakter sentral, dipercayakan pada Alain Moussi, suksesor Jean Claude Van Damme di dua film teranyar Kickboxer tersebut.

Dikisahkan, seorang pria dalam pelarian ditemukan dan dirawat di sebuah kuil di Burma. Pria itu menderita hilang ingatan. Ia lalu dibawa ke pihak angkatan Darat AS. Terlepas dari tekanan dari petugas intelijen bernama Myra dan pemimpin tim bernama Sand, ia tidak bisa mengingat apa yang terjadi pada dirinya sebelumnya.

 

Sekelompok prajurit tiba untuk mengambil pria itu kembali saat mereka mengungkapkan namanya Jake. Namun, para pejuang dan Angkatan Darat akan menjadi masalah Jake yang terkecil.

Seorang prajurit alien yang dikenal sebagai Brax tiba di Bumi dan ia dalam misi mencari petarung tangguh yang ingin ia kalahkan. Ketika berbagai anggota Angkatan Darat menjadi mangsa Brax, jelas Jake adalah sasarannya. Tanpa pilihan lain, Jake menemukan dirinya bekerja sama dengan sekelompok pejuang yang telah melacaknya.

Baca Juga:  Film LAUT MEMANGGILKU menang

Di bawah bimbingan Wylie yang penuh teka-teki, Jake mulai mengetahui bahwa Brax telah menantang Jake untuk berkelahi dan ketika Jake memilih untuk lari, hal itu menyebabkan keadaannya saat ini. Jake adalah yang terpilih, yang terbaru dari sekelompok pejuang Jiu Jitsu yang harus menghadapi Brax demi nasib umat manusia saat ia muncul setiap enam tahun untuk menantang seseorang. Akankah Jake bisa mendapatkan kembali ingatannya dan mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Brax atau akankah umat manusia jatuh ke tangan alien petarung tangguh itu?

 

Sebagaimana film aksi beladiri terdahulu, terutama yang muncul di era masa keemasaannya, yakni 1990an, Jiu Jitsu memiliki kedalaman plot yang dangkal untuk sebuah film. Namun, bagi penyuka film aksi beladiri seperti itu rasanya sudah memaklumi bahwa aspek tersebut memang bukan daya tarik utama dari film ini. Untuk ukuran film yang dibesut dengan bujet yang terhitung minim (hanya kisaran $25 juta) untuk skala film aksi rilisan abad 21, visual Jiu Jitsu tidaklah terlalu buruk.

Sementara untuk porsi adegan aksinya, yang memang jualan utamanya, terlepas dari kurangnya kadar Jiu Jitsu yang notabene adalah judul dari filmnya, sajian adegan aksinya lumayan menghibur. Meski banyaknya adegan aksi yang disyut dalam teknik slow motion sedikit agak mengganggu.

Beberapa plot adegannya yang mengingatkan pada sajian Predator juga mungkin bakal membawa perasaan nostalgia tersendiri. Baik, Alain Moussi sebagai pemegang ujungtombak utama dan pemeran tokoh antagonis utamanya, stuntman dan seniman beladiri asal Australia Ryan Tarran mampu memberikan penampilan yang cukup menghibur. Sementara para pemain veterannya pun lumayan menambah greget tersendiri, seperti penampilan Nic Cage yang seperti menikmati perannya di sini.

Baca Juga:  Loh awalnya bikin kopi, namun teaser poster film Ben & Jody jadi penuh aksi ?

Secara keseluruhan Jiu JitsuΒ  adalah tontonan non brainer yang terhitung lumayan, menjanjikan cerita yang lebih besar untuk diikuti, dengan pengaturan yang lebih eklektik. Sudah tentu dari apa yang yang disajikannya pun juga dengan skala bujetnya Jiu Jitsu bukanlah tipe film aksi kelas A yang bakal lolos dengan mudah dari kecaman kalangan kritikus.

Namun seperti yang sudah disinggung sebelumnya, film ini layak dijadikan pilihan untuk kalangan penyuka film aksi jenis lawas yang tidak terlalu mengusung kadar cerita yang rumit. Dan, untuk hal ini jika dibandingkan dengan apa yang sudah dihasilkan Logothetis di reboot Kickboxer, bisa dibilang Jiu Jitsu merupakan satu langkah peningkatan.

Jiu Jitsu bisa disaksikan secara streaming dan video on demand

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.