Interview 1917, Film Perang yang Menuai Pujian

1974

Mengambil setting waktu semasa Perang Dunia I, cerita dalam 1917 difokuskan pada dua prajurit dari ketentaraan Inggris, yang bertugas mengantarkan pesan penting kepada pasukan mereka. Namun, misi yang mereka terima adalah misi bunuh diri, karena mereka harus menembus pertahanan musuh! Selain dari performa para cast yang apik, 1917 mendapat pujian dari para kritikus serta moviegoer berkat kemampuan sang sutradara Sam Mendes, dalam menampilkan adegan peperangan yang mengesankan.

Film 1917 sudah dirilis pada tanggal 19 Desember 2019 lalu, tapi di Indonesia pemutarannya baru diadakan pada tanggal 22 Desember di CGV. Padahal, film buatan sutradara Sam Mendes ini begitu ditunggu-tunggu. Akhirnya, beberapa waktu lalu CGV mengadakan special screening di Grand Indonesia, dan mengundang sejumlah tamu istimewa untuk menonton 1917. Dan Cinemags berkesempatan mewawancarai beberapa di antaranya untuk memberikan kesan setelah menonton film ini. Ingin tahu seperti apa?

INTERVIEW BERSAMA Mr. HARIMAN CHALID


Cinemags (C): Hi teman-teman Cinemags. Kami berkesempatan untuk ngobrol langsung bersama Public Relation Manager CGV, mas Hariman. Mas, kami punya beberapa pertanyaan nih
Hariman (H): Mudah-mudahan bisa jawab.

C: Seputar film 1917 itu sendiri, dan seputar CGV. Yang pertama, apa alasan 1917 itu eksklusif diputar di CGV?
H: Sebenarnya kita kerja sama dengan CBS Picture sudah lama. Jadi, ketika mereka menawarkan 1917, ya kita terima. Kualitas film yang didistribusikan oleh CBS Picture sudah terbukti kualitasnya.

C: Film ini kan memenangkan Golden Globe di awal Januari kemarin
H: Dua Golden Globe. Yang pertama Best Director untuk Sam Mendes, dan Best Picture untuk kategori film drama. Jadi alhamdulilah, pilihan kita untuk mengambil 1917 tepat.

Baca Juga:  JOOX Tayangkan 2020 MAMA pada 6 Desember

C: Kami pribadi sudah menunggu film ini dari bulan Desember lalu, dan di Indonesia baru tayang tahun 2020. Tapi alhamdulilah, CGV sendiri membuktikan kualitasnya dengan showing film-film berkualitas seperti ini
H: Sebenarnya gak mengulur-ulur waktu, tapi ada beberapa alasan untuk menayangkan 1917 di awal tahun 2020 ini. Salah satunya karena ada Globe Awards, dan sebentar lagi ada Academy Awards. Alhamdulilah untuk 1917 ini juga nominasinya ada 10 kategori di Academy Awards, jadi kita menunggu itu. Mudah-mudahan hasilnya cukup baik, dan 1917 dapat diterima baik oleh masyarakat.

C: Untuk ke depannya, apakah film-film berkualitas seperti ini, yang mendapat banyak penghargaan di luar negeri, akan terus diputar di CGV?
H: Oh, pastinya. Ini sesuai dengan konsep kita, cultureplex yang tidak hanya menayangkan film-film luar negeri, tapi film-film dalam negeri kita angkat, film-film internasional dari Korea, Jepang, semuanya kita treat equal.

C: Nah, sekarang pertanyaan untuk CGV. Kami ingin tahu visi dan misi CGV memperluas gerainya di Indonesia, ada berapa itu?
H: Saat ini hingga Januari 2020, kita sudah buka di 67 lokasi, ada di 34 kota, dan 16 provinsi di Indonesia.

C: Visi dan misi ke depannya?
H: Visi-misi ke depannya, kita masih akan terus berekspansi ke sejumlah daerah. Kita ingin menyamaratakan bioskop tidak hanya di kota-kota besar, tapi istilahnya kota-kota pilar kedua di Indonesia. Kita sudah hadir di Probolinggo misalnya, Mojokerto, Cirebon, paling jauh itu di Mataram, Manado, Makassar. Jadi kita ingin menjangkau daerah-daerah di luar Indonesia selain di Jakarta.

C: Lalu, segmen penonton yang dikhususkan oleh CGV sendiri, apakah ada targetnya?
H: Sebenarnya millenial ya, ini dari kelahiran 78 sampai 95 lah. Sesuai dengan konsep kita, cultureplex, CGV tidak hanya ditujukan untuk menonton film, tapi ruang untuk seni, budaya. Jadi semua bisa dilakukan di CGV, dari konser musik sampai acara-acara kantor, press conference juga bisa dilakukan di sini.

Baca Juga:  Patty Jenkins Memberi Sedikit Update Tentang Spin-off Wonder Woman Tentang Prajurit Amazon

C: Bagaimana tanggapan mas Hariman sebagai PR CGV, mengenai layanan streaming online bagi pencinta film untuk menikmati film lewat ponsel mereka?
H: Silakan saja, gak apa-apa. Tapi menonton di Cinema itu suasananya berbeda, karena kita mempunyai kualitas layar, kualitas audio-video, sound system, itu tentunya berbeda dari menonton via mobile.

C: Terus, apakah CGV telah mengadaptasi local content di Indonesia, seperti makanan-makanan lokal mungkin?
H: Kita ini di Jakarta sudah ada CGV Kitchen yang menawarkan makanan Indonesia, tidak hanya makanan dari Internasional. Bahkan masakan-masakan Indonesianya paling laku di sini. Jadi silakan, kami sudah ada di beberapa lokasi, misalnya di GI, Central Park, Pacific Place.

C: Oke mas Hariman. Terima kasih atas waktunya




One thought on “Interview 1917, Film Perang yang Menuai Pujian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.