Inception, Menilik Ulang Salah Satu Fiksi Ilmiah Terbaik

3999

Satu dekade sudah berlalu sejak Inception pertama kali dirilis. Dan, untuk memperingati hal itu, entah bagaimana, film besutan Christopher Nolan itu  menjadi buah bibir kembali. Bisa jadi hal ini dikarenakan film ini di tahun 2020 telah menjadi salah satu koleksi Netflix dan terbukti banyak dipilih untuk ditonton, atau juga karena punya potensi untuk ditayangkan ulang di bioskop sebagai hidangan pembuka untuk film terbaru Nolan, Tenet. namun, yang jelas, sampai sekarang Inception masih mantap menyandang predikat sebagai salah satu film fiksi ilmiah terbaik yang pernah ada hingga saat ini. Bagi penulis sendiri Inception punya tempat tersendiri. Saat pertama kali dirilis, penulis merupakan salah satu yang langsung jatuh hati pada film ini. Baik karena lingkup kisahnya, ambisinya, visual efek yang dikedepankan, komposisi pemainnya, pun juga dengan jalinan kisahnya membuat film ini menjadi salah satu film favorit pribadi sepanjang masa hingga saat ini. Oleh karena itulah, berkenaan dengan satu dekade perilisan Inception, kami hadirkan pelbagai perihal mengenai salah satu karya terbaik Christopher Nolan ini.

Welcome to the Dream World

Dom Cobb (DiCaprio) adalah seorang ahli pencuri ide yang sangat piawai menginfiltrasi pikiran seseorang dan mencuri informasi dari alam bawah sadar orang lain. Namun, bukannya kemahsyuran yang dituainya, ia terpaksa hidup menggelandang ke berbagai sebagai buronan internasional dan membuatnya harus terpisah dengan dua anaknya.

Hingga, suatu ketika Cobb mendapatkan tawaran kesempatan untuk menebus akibat perbuatannya. Satu tugas terakhir yang bisa mengakibatkan dirinya bisa meraih kehidupan lamanya kembali, namun itu semua bakal terjadi jika ia berhasil menanamkan sebuah ide ke pikiran seseorang, sebuah misi yang dianggap mustahil untuk dilakukan.

Baca Juga:  Multiverse itu Nyata di Deretan Promo Baru Spider-Man: No Way Home

Akan tetapi, saat memutuskan mengambil kesempatan itu, tidak ada perhitungan matang maupun kepiawaian yang mempersiapkan tim Cobb untuk kemunculan musuh berbahaya, yang tampaknya sudah bisa memprediksi segala langkah yang telah mereka kalkulasi. Seorang musuh yang datang dari kehidupan masa lalu Cobb.

Requiem for a Dream

Film fiksi ilmiah yang merupakan proyek langsung sang sineas selepas menimba kesuksesan luar biasa melalui The Dark Knight setahun sebelumnya sontak menarik minat para pecinta maupun pengamat film dunia dikarenakan dalam proses pembuatannya segala hal yang berkaitan dengan film ini diselubungi dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi.

Membayar tuntas ekspektasi dan rasa penasaran yang ditujukan padanya, film dengan gaya penceritaan nonlinear hasil gagasan sang sineas sejak sepuluh tahun sebelumnya ini sukses menuai hasil sangat menggembirakan. Segala aspek yang dimilikinya (sutradara jempolan, tema dan plot cerita orisinal yang menggugah rasa penasaran, adegan-adegan spektakuler, nama-nama besar sebagai para pemainnya) sukses dimanfaatkan secara maksimal, menjadikan film aksi fiksi ilmiah kontemporer ini sebagai salah satu karya terbaik, tidak hanya sebatas untuk genre fiksi ilmiah, namun juga di ranah perfilman global, yang pernah dihasilkan sang sineas.

Lewat Inception pula, Nolan secara tidak langsung memberikan sumbangan yang tidak ternilai terhadap perkembangan film-film fiksi ilmiah di masa depan, berupa bukti sahih bahwa film dengan ide orisinal mampu menuai kesuksesan, yang memicu optimisme para sutradara Hollywood generasi baru untuk berani menghasilkan film dari konsep maupun ide orisinal.

The Ambiguity Ending

Perihal paling menarik dalam Inception, tak pelak adalah adegan endingnya yang sukses mengundang tanya seraya memicu perdebatan, khususnya di berbagai forum maupun portal film. Apakah konklusi itu dialami dalam dunia nyata ataukah masih dalam alam bawah sadar?  Mengenai hal ini, Nolan mengungkapkan bahwa adegan penutup yang brilian itu memang sudah ia perhitungkan dengan matang dan memang bertujuan menghadirkan ambiguitas bagi kalangan penontonnya. Namun, sang sineas menegaskan lebih lanjut bahwa poin utama dari adegan tersebut adalah upayanya untuk menginformasikan bahwa jawaban dari pertanyaan itu tidaklah penting bagi sang tokoh utama karena ia sudah benar-benar melepaskan masa lalunya.

Baca Juga:  Seputar Viu Original Write Me A Love Song

The Edith Piaf’s Connection

Inception punya keterkaitan kuat dengan figur Edith Piaf, di mana selain tembang berjudul Non, je ne regrette rien  milik biduanita yang berjuluk si burung gagak ini memainkan peranan penting dalam plot cerita filmnya, Inception juga turut dibintangi Marion Cotillard yang pernah memerankan Piaf dalam film biopiknya; La Vie en Rose.  Mengenai hal ini, Nolan mengatakan bahwa itu hanyalah sebatas kebetulan belaka. Namun, usut punya usut ketika Cotillard mulai masuk bursa pemain Inception, Nolan sempat berniat untuk mengganti lagu yang telah dipilihnya itu untuk menghindari spekulasi yang terjadi karenanya, namun ia mengurungkan niatnya setelah Hans Zimmmer membujuk sang sineas untuk tetap memakai tembang tersebut.

The Movie Companion

Sebagai sarana pelengkap informasi, pihak Legendary juga merilis dua judul novel grafis yang difungsikan sebagai kisah prolog dari filmnya. Komik yang berjudul Inception: The Cobol Job dan The Big Under karya Jordan Goldberg ini mengetengahkan narasi Miles mengajari Cobb perihal memanipulasi dunia mimpi serta kisah pencurian ide terhadap Mr.Kaneda; salah satu pegawai penting dalam perusahaan Saito oleh Cobb, Arthur, Nash, dan beberapa pegawai Cobol Engineering, yang bermuara pada misi dengan target Saito, dalam paruh awal filmnya.

Almost Unreal?

  • Inception merupakan karya kedua Nolan yang kisahnya diangkat dari cerita asli rekaannya sendiri, setelah Following. Sebelumnya, proyek film yang dikerjakannya pasca debut penyutradaraannya tersebut merupakan hasil remake, diadaptasi dari komik, novel, maupun cerita-cerita pendek.
  • Leonardo DiCaprio merupakan pilihan utama dan kandidat tunggal duet Chris Nolan – Emma Thomas untuk peran Cobb.
  • Desain labirin yang ada di logo judul Inception serupa dengan desain yang terdapat di logo perusahaan produksi milik sang sineas; Syncopy.
  • Tantangan terberat yang harus dihadapi tim spesial efek Inception adalah membuat setting koridor hotel yang bisa berputar 360° untuk menciptakan efek gravitasi nol.
  • Menurut pengakuan sang sineas, ide pembuatan Inception sudah ‘menari-nari’ di kepalanya, sejak ia masih berusia belasan, di mana Nolan belia saat itu memiliki ketertarikan yang sangat tinggi pada fenomena mimpi dan terpesona dengan proses bagaimana ia bangun dan kemudian, kala kembali ke keadaan setengah tertidur, ia masih menyadari bahwa apa yang baru dialaminya adalah sebuah mimpi, dengan sangat jelas. Nolan juga kemudian mulai bisa merasakan bahwa ia bisa mempelajari berbagai tempat dan menghindari kejadian yang terjadi di mimpinya.
Baca Juga:  Spider-Man Memasuki Multiverse di Poster IMAX dari No Way Home

Your mind is the scene of the crime

(Warner Bros. Pictures)

Directed by: Christopher Nolan 

Starring: Leonardo DiCaprio, Marion Cotillard, Cillian Murphy, Ellen Page, Joseph Gordon-Levitt, Michael Caine, Ken Watanabe, Tom Hardy

Running time: 148 minutes

Awards: Won 4 Oscars (Best Cinematography, Best Sound Editing, Best Sound Mixing, Best Visual Effects) Another 83 wins and 109 nominations.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.