Higurashi: Anime Cult-Horror Paling Berdarah

114

Awal Juli ini, sebuah proyek baru franchise anime Higurashi: When They Cry – Sotsu mulai dirilis. Proyek ini merupakan sekuel dari Higurashi: When They Cry – Gou, yang awalnya dideskripsikan sebagai remake dari serial aslinya, namun kemudian terungkap bahwa ternyata bukan hasil remake langsung. Anime Higurashi ini merupakan judul anime yang sangat populer di luar Jepang. Yang bahkan mendapat sanjungan tinggi dari kalangan pengamat film-film dunia sekalipun. Apa yang membuat anime ini begitu digemari. Berikut sajian informasi perihal Higurashi, Anime Cult-Horror paling berdarah.

 

Origin Higurashi

Higurashi awalnya adalah game novel visual yang dikembangkan 07th Expansion antara tahun 2002-2006. Novel visual berjumlah delapan ini masing-masingnya bercerita tentang kisah alternatif serangkaian karakter dalam periode waktu tertentu di lokasi yang sama, yakni desa Hinamizawa. Mereka adalah pemuda praremaja bernama Keichi dan teman-teman sekolahnya:Rena, Mion, Satoko dan Rika. Mereka tengah memersiapkan sebuah festival adat tahunan di mana para warga desa memberikan penghormatan pada dewa lokal mereka. Akan tetapi ada tradisi mengerikan setiap perhelatannya: ada satu warga yang dibunuh dan satu lagi hilang. Di setiap seri novelnya, bergulir versi alternatif tentang bagaimana para karakternya terjerat dalam kegilaan psikopat. Namun, tidak hanya itu, selain misteri, ada konspirasi misterius yang lambat laun terungkap, hingga di bab akhirnya tersaji kesimpulan yang memuaskan tentang perihal siklus kematian dan reinkarnasi.

 

Adaptasi Anime

Serial anime aslinya terdiri dari dua musim: Higurashi no Naku Koro Ni dan Higurashi no Naku Koro Ni Kai. Yang pertama mengadaptasi enam novel visual pertama, sementara musim kedua mengadaptasi dua novel terakhir (ditambah epilog untuk keterkaitan dengan musim pertama). Setelah dirilis, anime tersebut langsung mendapat perhatian karena elemen Groundhog’s Day dan adegan gore eksplisit yang disajikannya, ada yang dilakukan oleh karakter di bawah umur. Seluruh anime penuh dengan pemeran lucu dan menggemaskan yang saling menyerang dalam kadar psikopat, satu sama lain. Perubahan psikologis karakter-karakternya pun makin menambah elemen of surprise anime ini. Misterinya terkupas rapi dengan konklusi yang memuaskan.

Baca Juga:  Perseteruan Keluarga Menjadi Sorotan di Teaser Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

Warisan

Pasca sukses, materi spinoffnya banyak bermunculan. Rilis ulang novel visualnya yang ditambahkan elemen baru, hingga alur cerita baru namun tetap dalam koridor utama formula kisahnya. Tiga OVA (Rei, Kira, dan Outbreak) sempat dirilis pada 2008 dan 3013. Kisahnya juga sempat diangkat ke format live action. Ada dua film yang dibuat berdasarkan dua arc pertamanya, dirilis pada 2008 dan 2009. Lalu, ada juga versi serial live actionnya yang dirilis pada 2016. Kisah novel visualnya juga pernah diadaptasi menjadi manga dan light novel, yang juga kemudian juga dirilis dalam bahasa Inggris.

 

Faktor Keberhasilan Higurashi

Sama halnya dengan serial Invincible yang sukses memadukan komposisi kontras tampilan kartun anak-anak dengan kebrutalan ekstrem, Higurashi sudah jauh lebih dulu mengusung formula demikian, dengan sajian artwork karakter lucu namun sarat adegan gore. Namun, bukan itu saja yang membuat Higurashi tetap populer sebagai anime horor. Meski mungkin banyak yang lebih mengerikan kontennya, seperti Elfen Lied, Corpse Party, hingga Saya no Uta, tapi Higurashi punya keunggulan di segi misteri dan horor psikologisnya. Yang seperti sudah disinggung di atas hasilnya memuaskan karena semua pertanyaan berkaitan satu sama lain tersebut memiliki jawaban sangat pasti yang tidak hanya memperkaya cerita namun memiliki akhir yang memberikan konklusi cerdas.