Grand Hotel Campo dei Fiori: Setting Suspiria yang Menyebabkan Dakota Johnson Menemui Terapis

1409

Luca Guadagnino, sutradara remake film Suspiria, tidak tanggung-tanggung memilih lokasi setting ‘Markos Balet Academy’ di suatu hotel tua terletak di atas puncak pegunungan Alpinia yang terisolasi. Layaknya ‘Grand Budapest Hotel’, di masa lalu para pengunjung yang terdiri dari orang-orang kaya dan terkenal perlu menggunakan kereta api kabel untuk sampai ke hotel. Kereta api kabel itu datang dari Milan, Como, danau Maggiore, bahkan Switzerland yang bertetangga dekat.

Hotel bergaya art nouveau ini di desain oleh arsitek Giuseppe Sommaruga. Pemandangan di setiap ruangannya tertuju ke pegunungan sekitar, selain itu terdapat balkoni tempat para turis dapat menikmati sarapan sambil menikmati pemandangan.

Hingga kini, Grand Hotel Campo dei Fiori yang didirikan tahun 1910 masih kokoh berdiri dalam kondisi kurang terawat di beberapa bagian. Seperti kebanyakan situs tua lainnya di Italia, gedungnya menyisakan cat tembok terkelupas, lantai pecah belah, dan fungsinya kini telah berubah menjadi pemancar radio.

Selama dekade pertama masa operasi, hotel ini dikunjungi tamu-tamu kalangan elit, namun Perang dunia pertama dan kedua menjadi penyebab rusaknya bisnis, meskipun begitu pariwisata di Varese masih sempat kembali pulih. Namun, dalam beberapa dekade ke depan semakin sedikit orang yang ingin tinggal di hotel tua yang letaknya di atas gunung.

Campo dei Fiori pun ditutup pada tahun 1968 dalam kondisi memprihatinkan. Barang-barang furnitur dan dekorasi dicuri, detail arsitektural interior rusak. Meskipun, berbagai upaya dilakukan untuk membukanya kembali, Grand Hotel Campo dei Fiori tetap ditutup dan ditinggalkan. Pada tahun 1980-an akhirnya bangunan itu dijual, dipulihkan dan dibuka kembali, dan antena radio dipasang di atas atap bangunan.

Keluarga Castiglioni menjadi pemilik hotel yang baru, keluarga ini mempekerjakan sejumlah orang selama bertahun-tahun untuk menjaga gedung dan lahannya. Para pekerja dan keluarga mereka memiliki hak istimewa untuk hidup di hotel dengan 200 kamar, sedangkan para pengunjung harus cukup puas dengan hanya memandang hotel dari luar sambil hiking, atau mengunjungi hotel saat perayaan tahunan Alpini.

Baca Juga:  Google Memberi Penghormatan Kepada Tyrus Wong, Kreator Bambi

Di tahun 2016 Grand Campo Hotel dei Fiori dijual ke grup pribadi yang dimiliki oleh mantan politisi. Meskipun belum ada rencana menyangkut perbaikan hotel, kelompok ini tengah berusaha memperbaiki beberapa fasilitas bangunan seperti di antaranya, sistem saluran pembuangan.

 




This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.