Film Snake Eyes: G.I.Joe Origins – Sinopsis dan Ulasan

878

Film Snake Eyes: G.I.Joe Origins adalah  prequel, spinoff, sekaligus soft reboot dari franchise G.I. Joe. Film ini dibintangi oleh Henry Golding dan disutradarai oleh R.Schwentke, dengan Úrsula Corberó, Andrew Koji, Samara Weaving, Peter Mensah dan aktor tanah air Iko Uwais sebagai pendukungnya.

Menjadi installment ketiga sekaligus upaya menghidupkan kembali saga G.I. Joe, yang terakhir hadir di tahun 2013, G.I.Joe: Retribution. Sesuai judul yang diusungnya, film ini mengedepankan kisah masa lalu Snake Eyes, sebelum ia bergabung dengan pasukan khusus G.I. Joe.

Setelah menyaksikan ayahnya terbunuh, seorang bocah yang kemudian bernama Snake Eyes terombang-ambing di dunia tanpa tujuan.  Hingga belasan tahun berselang seorang pria menawarkannya kesempatan membalas dendam. Dalam proses itulah kemudian  memertemukannya dengan individu yang nantinya menjadi bagian penting kehidupan ke depannya, membuat ia harus memilih antara menuntaskan misi dendamnya atau kehilangan kepercayaan keluarga barunya, mengawali rivalitas musuh abadinya.

Proyek kisah asal usul karakter selalu merupakan tantangan tersendiri bagi film-film franchise seperti ini. Pasalnya, tuntutan yang biasanya ditujukan adalah keberhasilan untuk menuangkan cerita yang menarik, sekaligus sedekat mungkin selaras dengan penuangan kisah asal usul tokoh yang bersangkutan di universe sebelumnya yang sudah hadir.

Cerita asal usul selalu sedikit rumit untuk franchise seperti ini. Di satu sisi, Anda ingin menceritakan kisah yang menarik sambil juga mendekati asal usul karakter di universe yang sudah ada sebelumnya. Namun untuk asal-usul Snake Eyes, kemungkinan interpretasi kisah asal usul ini lebih fleksibel.

Hal ini dikarenakan saat karakter ini diciptakan, Snake Eyes tidak diberi latar belakang mendetail. Informasi awal yang diberikan sang kreator, Larry Hama adalah karakter ini sangat misterius yang seluruh biodatanya dirahasiakan.

Baca Juga:  Ethan Hawke Menjelma Menjadi Pembunuh Sadis di Trailer Perdana The Black Phone

Itulah yang kentara benar dibidik Schwentke di sini. Dan, sebagaimana sudah diketahui, penilaian konsensus para kritikus dunia sejauh ini terhadap Snake Eyes tidak menggembirakan. Namun, apakah memang filmnya separah itu? Bagaimana kinerja Schwentke di sini?

Menurut hemat kami,  film Snake Eyes sepertinya ingin menjadi cerita ala Batman Begins. Subtitle untuk film ‘G.I. Joe Origins, pahlawan yang membalas dendam atas kematian orangtuanya, direkrut oleh organisasi rahasia dan bergabung dengan klan ninja. Namun, tidak seperti Batman Begins, film ini tidak mencoba membumi dan realistis. Ada unsur fantasi yang disisipkan ke dalamnya, berupa kehadiran ular-ular raksasa dan permata gaib berkekuatan luar biasa.

Tujuan utama film Snake Eyes adalah menjadi film aksi yang menyenangkan. Melihat bahwa itu difokuskan pada ninja,  sejatinya membutuhkan beberapa adegan seni beladiri yang sangat baik. Sayangnya, ini kurang tergarap di film ini. Adegan perkelahian yang ada terlalu cepat dan cameraworknya tidak mampu mengambilnya dengan baik, yang menjadikan adegan itu kurang nikmat di mata.

Salah satu masalah terbesar yang mempengaruhi film ini adalah pilihan sutradaranya: Robert Schwentke. Reputasi Schwentke di Hollywood sejauh ini ada di level biasa-biasa saja. Filmografi sang sineas termasuk RIPD dan sekuel Divergent yang menunjukkan kualitas pekerjaan, ada di kisaran medioker. Dan, biasa-biasa saja adalah deskripsi yang pas untuk Snake Eyes. Film ini tidak memiliki adegan memorable atau stylish tertentu, tapi juga tidak buruk-buruk amat.

Perlu diinformasikan bahwa root film ini, yakni serial kartun G.I. Joe adalah serial aksi yang cheesy. Serial itu sejatinya adalah iklan animasi mainan anak-anak yang dikemas menjadi serial televisi, tidak ubahnya kebanyakan serial kartun era 1980an lainnya. Bidikan utamanya adalah menjadi pertunjukan ringan tentang si baik mengalahkan si jahat. Dua installment G.I.Joe terdahulu menyadari aspek ini: di mana dua film itu menjadi versi live action dari serial tersebut. Berbeda dengan Snake Eyes yang justru tampil lebih serius dan kelam.

Baca Juga:  Review Film Halloween Kills

Sungguhpun demikian, secara keseluruhan, Snake Eyes adalah film yang terlalu aman. Itu tidak mengambil risiko atau tindakan yang cukup kuat memberikan impact dahsyat (seperti menginisiasi kebangkitan franchise intinya-red). Namun, untuk ukuran pilihan tontonan yang ringan, film ini bisa dijadikan alternatif, asal jangan berekspektasi besar terhadapnya.

Snake Eyes: G.I.Joe Origins dapat disaksikan secara setreaming on demand di sini