Film Malignant: Sinopsis dan Ulasan

359

James Wan kembali ke kursi penyutradaraan horor dengan film Malignant. Sedikit kejutan bahwa ini bukan merupakan proyek turunan dari universe Conjuring maupun Insidious, lewat film Malignant, Wan sepertinya kembali bereksperimen.

Pasalnya, meski masih terdapat beberapa style khas penyutradaraannya — seperti faktor efek suara yang berdentum jernih (yang terbukti mumpuni mengagetkan penontonnya-red), atapun one take berdurasi panjang dengan shot yang diambil dari atas — baik dari tema yang dikedepankan dan pilihan gaya narasinya malah membuat penulis berpendapat bahwa gaya penyajiannya kali ini lebih cenderung mirip film-film arahan M. Night Shyamalan. Pendeknya, andaikata penulis diminta mendeskripsikan film ini akan mengatakan Malignant adalah film Wan dengan rasa Shyamalan.

Film Malignant berkisah tentang seorang wanita muda bernama Madison. Usai berurusan dengan pasangannya yang kasar, sebuah tindak kekerasan fisik menyebabkan dirinya mulai mengalami peristiwa mistis. Ia mulai dihantui penglihatan-penglihatan mengerikan aksi pembunuhan sadis. Konflik makin kompleks, saat diketahui penglihatan itu notabene adalah kenyataan. Baik, itu korbannya, maupun segala aspeknya.

Bersama saudari mudanya, Sydney, Madison kemudian berusaha memecahkan misteri, yang membawanya ke dalam spiral yang dikendalikan oleh Gabriel, psikopat misterius yang tampaknya punya keterkaitan membingungkan ke pikirannya. Di lain pihak, Detektif Kekoa Shaw yang menangani kasus pembunuhan sadis ini mulai mendapati bukti-bukti bahwa Madison sendirilah kunci dari misteri kasus ini.

Film Malignant ibarat eksperimen Wan untuk mencoba memberikan sajian yang lebih liar dan gila dari dari yang pernah ia sajikan sebelumnya, termasuk Insidious dan The Conjuring, dan untuk itu rasanya menurut penulis pribadi sang sineas layak mendapat apresiasi lebih. Lewat film Malignant, James Wan mengingatkan kita bahwa tidak peduli berapa banyak film blockbuster berbujet raksasa yang telah dan akan ia sutradarai, dirinya masih seorang auteur horor yang pengaruh terbesarnya adalah Ozploitation, thriller supranatural Italia, dan film-film horor gore lawas.

Baca Juga:  Jake Gyllenhaal Bekerja Sama dengan Sam Hargrave untuk Film Superhero Prophet

Sejatinya, apa yang disajikan Wan di sini sama sekali bukan hal yang baru. Namun, paduan salah satu ide lamanya dan pilihan gaya permainan yang sedikit di luar kebiasaannya, berhasil membuat ia menghadirkan sajian horor dengan rasa yang agak berbeda dengan film-film horornya yang lain. Terasa benar pengaruh genre-genre film yang disebutkan di atas pada Malignant.

Di sini, Wan ibarat memamerkan kepiawaiannya memadukan beberapa genre dalam satu untaian storyline filmnya. Dibuka dengan tipikal prolog film aksi fiksi ilmiah, awalnya, Wan membangun beberapa momen menegangkan di sekuens awal dengan shot-shot overhead khasnya dan adegan jumpscare khas horor hantunya. Namun, berangsur-angsur kemudian ia belokkan menjadi gaya film horor psikopat, sebelum akhirnya berubah lagi menjadi film aksi bernuansa ala superhero. Paruh akhirnya mungkin terasa anti-klimaks bagi sebagian kalangan, namun harus diakui, film Malignant memiliki beberapa momen fantastis dan mengerikan yang tergarap dengan cermat, seperti bagaimana penuangan visi yang dialami Madison, adegan longshot overhead yang memukau, dan tentunya adegan pengungkapan twist yang rasanya layak menjadi kandidat adegan aksi paling menarik tahun ini.

Dari segi jajaran pemainnya, para pemeran kuncinya (Annabelle Wallis, terutama-red) mampu memenuhi kebutuhan performa filmnya. Wallis memainkan Madison yang rusak secara psikologis dengan cukup baik, dan beberapa adegannya dengan Gabriel, menonjol dengan cara yang memikat. Sementara untuk jajaran pemain pendukungnya tidaklah jelek, meski mereka terkadang terhambat oleh karakterisasi yang lemah.

Secara keseluruhan, eksperimen Wan melalui film Malignant mungkin tidak akan semulus judul-judul horor arahannya yang lain, yang sudah memiliki reputasi besar. Bagaimana tidak, dengan filmografi yang memiliki deretan saga horor sukses macam Saw, The Conjuring, dan Insidious, publik pastinya akan berekspektasi sangat tinggi. Meski Malignant mungkin bagi sebagian kalangan tidak mampu mencapai standar sekelas yang sudah dicapai tiga saga besar tersebut, namun film ini tetap menjadi horor tak terduga yang berani. Ini adalah ketakutan yang sangat menghibur dengan penekanan berat pada hal absurd yang menurut penulis pribadi rasanya film ini sangat pantas menjadi sebuah instant cult dan cult classic di masa depan.

Baca Juga:  Ghostface Kembali Meneror Para Korban di Trailer Perdana Scream

Film Malignant mulai tayang di bioskop-bioskop tanah air pada tanggal 6 Oktober 2021