Film-film Live Action Adaptasi Manga dan Anime Terbaik (Bagian I)

324

Sudah bukan rahasia lagi, banyak film live action Jepang sukses yang merupakan hasil adaptasi manga dan anime, Rurouni Kenshin salah satunya. Masih berhubungan dengan perilisan film babak terbaru Rurouni Kenshin di Netflix, berikut kami hadirkan deretan film live action Jepang terbaik hasil adaptasi dari manga dan anime wajib tonton. Film-film live action adaptasi manga dan anime berikut ini sukses memperoleh tanggapan yang positif dan menarik banyak perhatian khalayak perfilman dunia, selain Rurouni Kenshin tentunya, LOL.

 

Bleach

Bleach berfokus pada Ichigo Kurosaki, seorang remaja yang diganggu dengan kemampuan untuk melihat hantu, serta banyak keterampilan supranatural lainnya. Pada suatu kesempatan, Ichigo bertemu dengan Soul Reaper (Shinigami dalam bahasa Jepang) bernama Rukia Kuchiki yang sedang memerangi Hollow (makhluk mistis yang merupakan jiwa tersesat). Ketika Rukia terluka parah saat melindungi Ichigo dari Hollow yang dikejarnya, Rukia memberikan kekuatannya kepada Ichigo. Dari sinilah petualangan Ichigo sebagai Soul Reaper dimulai. Film adaptasi live action Bleach mengerti bagaimana menyenangkan para penggemar dan masih menemukan cara untuk mengejutkan mereka. Inilah yang membuat live action Bleach dinilai berhasil.

 

Nana

Pertemuan dua orang gadis yang sama-sama bernama depan Nana dalam perjalanan kereta api ke Tokyo menjadi pemicu kisah persahabatan antara keduanya yang kemudian memutuskan menyewa apartemen bersama. Meski satu sama lain punya kepribadian dan mengejar impian yang kontras berbeda, keduanya mampu saling mengisi dan menjadi tak terpisahkan. Sayangnya, perkembangan hubungan asmara yang mereka jalani perlahan membuat persahabatan ini terancam seiring kenyataan pahit kehidupan dewasa yang harus mulai mereka hadapi. Ceritanya yang sangat realistis belum lagi elemen musik dan tembang-tembangnya yang apik membuat Nana diakui sebagai salah satu drama slice of life yang sangat solid hingga saat ini.

Baca Juga:  Sutradara Top Gun: Maverick, Joseph Kosinski akan Garap Film Sci-Fi, Chariot

 

Gantz

Dua siswa sekolah menengah Kei Kurono dan Masaru Kato tewas, tetapi alih-alih menjadi akhir dari kisah mereka, keduanya beserta orang-orang yang memiliki nasib sama dipindahkan ke dunia baru di mana bola hitam raksasa yang hidup (Gantz) memberi mereka misi pembunuhan. Saat orang-orang ini melaksanakan keinginan Gantz untuk berburu dan membunuh alien, mereka mengetahui bahwa setiap orang yang membunuh alien mendapat poin, dan jika 100 poin terkumpul, dapat membangkitkan diri sendiri atau orang lain yang dipilih. Dengan premis ini, Gantz menciptakan narasi sederhana namun adiktif. Sarat aksi dan adegan brutal, Gantz mampu menerjemahkan lembaran kisah manga dan animenya menjadi saga live action yang unik.

 

Full Metal Alchemist

Protagonis dari cerita ini adalah Edward dan Alphonse Elric, dua bersaudara penekun ilmu sihir alkemi yang harus membayar mahal karena perbuatan terlarang, mencoba membangkitkan seseorang (ibunya-red) dari kematian. Sekarang, dalam keadaan yang satu kehilangan kaki kiri dan lengan kanan, sementara yang satu jiwanya tersegel di dalam sebuah armor, Elric bersaudara direkrut menjadi anggota pasukan khusus Alkemis Negara yang nantinya menghadapkan mereka pada tokoh-tokoh antagonis berkemampuan sihir hitam hebat. Sarat aksi dan efek menawan yang tetap terlihat realistik, Full Metal Alchemist menjadi salah satu adaptasi live action yang menerima sambutan sangat positif.

 

Orange

Naho Takamiya menerima surat dari dirinya sendiri dari 10 tahun ke depan, yang memberinya pandangan ke depan yang penting tentang temannya Kakeru Naruse dan, pada akhirnya, kesehatan mental dan kesejahteraannya. Naho Takamiya bertujuan untuk mengubah masa depan dan memperbaiki “kesalahan” ini dan membina hubungan yang sehat dengan Kakeru. Orange tidak melibatkan robot, alien, atau efek CG yang spektakuler, yang mungkin menjadi alasan mengapa adaptasi live action ini berhasil dengan baik. Orange dengan mudah bergerak di antara, komedi, drama, dan romansa dan setiap aktor unggul sebagai karakter mereka. Orange adalah pengingat bahwa adaptasi anime tidak harus melihat materi yang ekstrem untuk menghibur, selama mereka memiliki karakter yang baik dan inti emosional yang kuat.

Baca Juga:  Belum sempat nonton The Conjuring 3? Bisa kok nonton di rumah

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.