Fakta-fakta Menarik Film It untuk Diketahui, Peringatan Perilisan It

810

Awalnya tidak diperhitungkan dan sempat dicemooh sebagai proyek remake yang tidak perlu, Andy Muschietti sukses mengambil hati khalayak film dunia pada tahun 2017 dengan film karyanya, adaptasi dari salah satu novel terlaris Stephen King, It. Menorehkan banyak pencapaian menggembirakan, selain sukses secara komersial, ditambah dengan film sekuelnya, It: Chapter Two yang mampu melipatgandakan torehan prestasi film pertamanya, It sekarang dikenal sebagai salah satu franchise horor terbesar sepanjang masa. Untuk memperingati tanggal perilisan film pertamanya yang jatuh pada tanggal 8 September tiga tahun yang lalu, berikut kami hadirkan deretan fakta menarik di balik proses pembuatan dua film franchise horor It.

Para pemeran The Losers Club tidak pernah dipertemukan dengan Bill Skarsgård sebagai Pennywise kecuali saat syuting adegan bersama

Fakta menarik film It yang pertama adalah atas saran para produser, para pemain remaja di film ini dibuat tidak bisa bertemu Skarsgård dalam balutan kostum Pennywise hingga hanya saat melakukan porsi adegan mereka bersama. Tujuannya adalah untuk mendapatkan reaksi horor dan teror alami dari para pemain saat mereka melihat sang badut Pennywise. Mereka juga tidak berinteraksi dengan sang aktor di saat jeda syuting untuk menjaga rasa tidak nyaman yang sudah terbentuk.

Chloë Grace Moretz adalah pilihan utama untuk pemeran Beverly

Meski akhirnya sukses dihidupkan oleh aktris pendatang baru Sophia Lillis, awalnya saat proyek It masih dalam tahap pengembangan di tahun 2009, pemeran Hit-Girl inilah yang dijadikan pilihan utama untuk peran Beverly Marsh. Akan tetapi, dikarenakan perealisasian It sempat mengalami situasi tidak menentu dan memakan waktu sangat panjang, saat proses produksi mulai berjalan, sang aktris sudah terlalu dewasa untuk memainkan karakter tersebut.

Baca Juga:  David Fincher akan Sutradarai Film Pembunuh Bayaran, The Killer!

 

Will Poulter awalnya adalah pemeran Pennywise

Saat masih ditangani oleh Cary Fukunaga yang kemudian mundur dari kursi penyutradaraan, pemeran Pennywise yang ditunjuk adalah Will Poulter yang paling dikenal dari film babak ketiga franchise Narnia dan komedi dewasa We’re the Millers. Tapi, ketika Muschietti menggantikan Fukunaga, Poulter ikut mundur karena tidak tertarik dengan visi Muschietti. Poulter sendiri kemudian terjun ke ranah film horor juga setelah ikut ambil bagian di Midsommar.

Finn Wolfhard dan Sophia Lillis mendapatkan sosok ideal versi dewasa karakter yang mereka mainkan

Sebelum para pemain versi dewasa The Losers Club mulai didapat, para aktor cilik sempat dimintai pendapat siapa sosok nama yang paling diinginkan untuk memerankan versi dewasa dari masing-masing tokoh yang mereka mainkan. Jaeden Martell (Bill) memilih Christian Bale, namun yang bersangkutan menolak tawaran peran itu. Chosen Jacobs (Mike) menyebut Chadwick Boseman, namun tidak bisa karena komitmen sang aktor pada MCU. Wyatt Oleff (Stan) memilih Jospeh Gordon-Levitt, Chris Pratt adalah pilihan Jeremy Ray Taylor (Ben), Jack Dylan Grazer (Eddie) menjatuhkan pilihannya pada Jake Gyllenhaal. Finn Wolfhard (Richie)  yang menunjuk Bill Hader dan Sophia Lillis (Bev) pada Jessica Chastain lah yang kemudian mendapati bahwa pilihan mereka terwujud.

Pemeran The Losers Club ada yang sempat mengalami proses pertukaran peran

Dalam tahap audisi, Wyatt Oleff yang kemudian didaulat memerankan Stan dan Jack Dylan Grazer yang memerankan Eddie tadinya diaudisi untuk peran Bill. Sedangkan Jaeden Martell yang terpilih untuk peran Bill awalnya diaudisi untuk peran Eddie.

 

Andy Muschietti punya ide untuk film babak ketiganya

Mungkin ini adalah fakta menarik film It  yang sulit dipercaya, namun menurut penuturan Muschietti, It: Chapter Two awalnya punya durasi yang lebih panjang dari apa yang kemudian disajikan di layar lebar. Sang sineas mengungkapkan bahwa ia tadinya memiliki hasil akhir film dengan durasi lebih dari 4 jam yang kemudian harus ia edit menjadi 2 jam 49 menit. Karenanya, sang sineas kemudian mengatakan bahwa ia sempat bermaksud untuk mengedit potongan yang tidak terpakai itu dan juga beberapa deleted scene dari film pertamanya, termasuk adegan flashback yang memerlihatkan It memangsa seorang bayi – menjadi satu installment lagi untuk franchise horornya ini.

Baca Juga:  Via Vallen diajak kolaborasi oleh Disney Indonesia

 

 

 




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.