film dokumenter EoS 2021

Review Dua film dokumenter bertemakan musik pada EoS 2021

180

Dua film dokumeter bertemakan musik telah cinemags tonton pada EoS 2021 ini, dan dua film dokumenter ini menarik perhatian karena keunikannya masing-masing, yaitu :

 

Variações: Guardian Angel (2019)

Variações: Guardian Angel

Film dokumenter ini menarik perhatian, karena merupakan salah satu film negara Portugis yang banyak ditonton oleh penduduk negaranya di layar lebar karena menceritakan mengenai António Variações, seorang penulis dan penyanyi rock era tahun 1980 an.

Saat mengikuti alur ceritanya, emosi penonton dibawa  naik turun mengikuti alur kehidupan sang maestro, namun tidak terasa membosankan, karena pengaturan alurnya yang seimbang. Ada rasa pedih, kebahagian, alunan lagu dan aneka macam perasaan membaur menjadi satu, membuat film ini membuat betah penontonnya menyaksikan hingga akhir cerita.

Bagi yang belum menonton, kabar baiknya film ini juga diputar di platform prime video , sehingga bagi yang penasaran bisa langsung meluncur dan enonton pada platform tersebut.

Berikut ini adalah trailernya

Penonton akan dibawa ke dalam dunia hiburan di Portugis , lengkap dengan kemewahan dan kegelapannya, menyusul akan tragisnya akhir hidup António Variações yang nampaknya membawa beban dari masa kanak-kanaknya.

Menarik pula untuk melihat budaya negara tersebut yang terrepresentasikan dengan baik dalam adegan-adegan dalam film ini , yang disutradarai oleh João Maia . Tak heran jika banyak penghargaan yang diberikan pada film ini, terutama pada João Maia.

Dari artikel-artikel yang sempat dibaca oleh Cinemags, aktor Sérgio Praia yang memerankan karakter António Variações, dikabarkan memperoleh banyak pujian karena dianggap berhasil menampilkan sosok karakter ini dengan baik. Ia pun juga mendapatkan banyak penghargaan akan perannya tersebut.

Adapun sehabis menonton film ini, sedikit banyak dapat memahami mengapa António Variações menjadi ikon yang sangat penting bagi industri musik di Portugis, dan lagu-lagunya pun dengan mudah dierima oleh para penontonnya.

Baca Juga:  Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba Mugen Train Arc (Demon Slayer KNYMTA) & momen serunya

 

Here We Move Here We Groove

Here we move here we groove

 

Ide musik bisa didapat kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Inilah yang diusung oleh alur cerita dalam film Here We Move Here We Groove , disutradarai dan ditulis  oleh Sergej Kreso

Dengan banyaknya pengungsi yang masuk meminta perlindungan serta suaka, Robert Soko mendapatkan inspirasi untuk memadukan citra musiknya dengan ragam budaya yang dibawa oleh para pengungsi tersebut , menjadi sebuah irama musik yang menarik dan membius para pendengarnya . Bagi Robert Soko, hal ini merupakan hal yang personal, karena ia pun juga mengalami hal yag sama dengan para pengungsi tersebut.

Dua puluh tahun yang lalu, ia pun berada di posisi yang sama dengan para pengusi tersebut, hingga akhirnya iapun “selamat ” dan menjalani hidupnya dalam dunia musik. Dengan sifat personal ini, tak heran jika alunan irama yang dihasilkan menarik . Bagi yang ingin mendengarkan, dapat melalui situs ini 

film dokumenter EoS 2021

Jangan lupakan pula acara Film Talks yang dapat diikuti dengan cara mendaftar terlebih dahulu, agar dapat berfoto bersama melalui ZOOM , hingga sesi mengobrol bersama Festival Co-Director, Nauval Yazid setiap malam jam 21.00 WIB melalui twitter Europe on Screen

Baca juga artikel-artikel terkait Europe on Screen

(cinemags)