Deretan Poster Karakter Film Gunpowder Milkshake Tampilkan Para Wanita Pembunuh

178

Untuk menyambut perilisan film Gunpowder Milkshake di Amerika Serikat pada tanggal 14 Juli mendatang, pihak Netflix merilis satu set poster karakter dari film tersebut. Deretan poster ini memperkenalkan para jagoan wanita yang menjadi pusat perhatian dari film aksi ini. Kelompok assassin wanita ini harus menghadapi para pembunuh dari organisasi misterius yang disebut The Firm.

Dua poster pertama dari materi promo tersebut menampilkan Sam (Karen Gillan) dan Scarlet (Lena Headey), pasangan pembunuh ibu-anak yang dipertemukan kembali untuk menyelamatkan nyawa seorang anak bernama Emily (Chloe Coleman) yang baru berusia delapan tahun. Sam memiliki dua pistol di tangannya, sementara Scarlet siap untuk menarik pelatuk senapan. Kemudian tiga poster berikutnya memperkenalkan para pustakawan atau The Librarians yang bernama Madeleine (Carla Gugino) yang terlihat memegang kapak, Anna May (Angela Bassett) dengan dua palunya, dan Florence (Michelle Yeoh) yang tampil dengan rantai baja.

Dan poster terakhir menggabungkan seluruh karakter tersebut dengan logo film yang ditulis dalam lampu neon. Mereka jelas merupakan kelompok yang berbahaya, dan  sepertinya akan sangat mudah menghabisi para antek The Firm.

Film Gunpowder Milkshake menampilkan sederet pemeran keren yang terdiri dari Karen Gillan, Lena Headey, Michelle Yeoh, Carla Gugino, Angela Bassett, dan Chloe Coleman. Film ini juga akan dibintangi oleh Paul Giamatti, Adam Nagaitis, Ralph Ineson, dan Michael Smiley. Film ini diarahkan oleh sineas asal Israel, Navot Papushado dari naskah yang ditulis olehnya bersama dengan Ehud Lavski.

Plot dan sinopsis Gunpowder Milkshake menceritakan tentang Sam (Gillan) yang terpaksa harus ditinggal oleh ibunya, seorang pembunuh elit bernama Scarlet (Headey) ketika ia baru berusia 12 tahun. Sam kemudian dibesarkan oleh The Firm, sindikat kejahatan kejam yang memperkerjakan ibunya. Sekarang, 15 tahun kemudian, Sam telah mengikuti jejak ibunya dan tumbuh menjadi pembunuh bayaran yang ganas. Dia menggunakan “bakat dan keterampilannya” untuk membersihkan kekacauan paling berbahaya bagi The Firm.

Baca Juga:  5 Tayangan Romantis yang Tak Bisa Dilewatkan

Namun ketika sebuah pekerjaan penting mengalami kekacauan, Sam harus memilih antara melayani The Firm atau melindungi kehidupan seorang gadis berusia 8 tahun yang tidak bersalah – bernama Emily. Setelah menjadi target pembunuhan, Sam hanya memiliki satu kesempatan untuk bertahan hidup: Bersatu kembali dengan ibunya dan rekan-rekannya yang mematikan: The Librarians. Ketiga generasi wanita ini sekarang harus belajar untuk saling percaya, berdiri untuk melawan The Firm dan pasukan mereka.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.