Brutal, Rough, Anger and Vegence, When the DARKNESS consumes our HEROES, still we LOVE them!!!?….

400

Batman v Superman 2015 TV SPOT

Is this Movie worth it to watch???….Hard to answear that question:)

After 3 Years of Waiting, hmmmmmmm

Ok, bagi pecinta Superman dan Batman pasti sudah sangat menunggu FILM ini apalagi perlu memakan waktu 3 tahun FILM ini akhirnya bisa direalisasikan sejak MOS. Tetapi ketika saya menontonnya dan terlalu menggebu-gebu, karena melihat para TIM PRODUKSI dan Jajaran aktor dan aktris saya malah sudah menganggap bahwa FILM ini akan melebihi FILM MARVEL atau sejajar dengan trilogy BATMAN NOLAN. But after I watched it………susah untuk dijabarkan dengan kata-kata. Saya akan membahas dengan beberapa point dibawah:

THE ACTOR

Untuk jajaran aktor dan aktris Film ini dipenuhi dengan aktor kawakan yang sudah tidak dipungkiri lagi, tetapi…..Saya akan menyorotnya dengan Aktor utama kita yaitu Henry Cavil dan Ben Afleck. Kita sudah mengenal Henry dari MOS dan menurut saya di FILM itu dia berperan cukup bagus, tetapi kenapa dia disini tampak kaku, malah saya menjulukinya SUPERMAN KAKU. Kemudia Ben Afleck sebagai BATMAN, well Im sorry Ben but you are not Bruce Wayne or BATMAN, bukan berarti akting Ben jelek tetapi sosok yang dia hadirkan adalah sosok Bruce yang PEMARAH dan PENDENDAM. Tetapi ada dua aktor di FILM ini yang menurut saya sangat mencuri perhatian, bahkan mengganggu pikiran saya (dalam arti bagus) yaitu Jesse Eisenberg sebagai Alexander Luthor dan Jeremy Iron sebagai Alfred. Tentu penggemar Superman sudah tahu tentang sosok Lex Luthor sebagai musuh bebuyutan Superman, acting Jesse disini sangat memikat dia membuat sosok Lex Luthor yang kita tahu menjadi LEX Luthor yang saya tahu (Saya menjadi teringat dengan Joker versi Heath Ledger), dan Menurut saya LEX LUTHOR GILA versi JESSE sangat berhasil dan FRESH. Kemudian bagi penggemanr BATMAN pasti sudah mengenal sosok BUTLER nya yang setia dan serius yaitu ALFRED. Jeremi Iron memerankan sosok Alfred yang berbeda, Alfred di FILM ini berpakaian NECIS dan suka menggoda tuannya, tetapi yang perlu saya kagumi adalah Jeremy dalam FILM ini berakting EFORTLESS tetapi sangat berkesan.

Baca Juga:  Pasca Iflix dibeli Tencent, Visinema pun kirimkan somasi

THE MAN BEHIND THE MOVIE

Kita sudah mengetahui FILM ini memiliki Budget yang besar, dan dengan ekspektasi yang tinggi nama-nama dibelakangnya sangat diharapkan dapat membuat FILM ini berhasil. Tetapi menurut saya TRIO Snyder, Goyer dan Terrio DIDN’T WORK, mungkin karena faktor tidak ada sentuhan NOLAN di FILM ini sehingga FILM ini menjadi tidak berhasil. Jika masih ada NOLAN mungkin dia akan MENYULAM semua HOLE di FILM ini

THE STORY

Ketika saya menonton paruh pertama FILM terutama bagian OPENING saya sudah berekspektasi tinggi, karena kita dijelaskan mengapa Bruce/BATMAN sangat marah terhadap Superman, kemudian alur cerita menjadi berubah ketika banyak pertanyaan yang ada dikepala saya sehingga saya menjadi kurang NIKMAT dalam menonton.

  1. Mengapa Loise ada di padang pasir? Mengapa kejadian disana membuat orang-orang marah?
  2. Bagaimana Lex Luthor mengenal wajah Clark dan Bruce saat di GALA Luthor padahal mereka baru pertama kali bertemu?
  3. Mengapa BATMAN tetap menyerang SUPERMAN padahal dia tahu bahwa yang meledakkan konsul adalah Lex Luthor?
  4. Mengapa Lex Luthor sangat membenci Superman dan Batman (seharusnya ada story disini)?
  5. Mengapa Wonderwoman tiba-tiba membantu Batman dan Superman, tanpa alasan yang jelas?

Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang mengganggu pikiran saya, tetapi ke 5 pertanyaan itu yang paling mengganggu pikiran saya. Bagi saya yang sudah cukup mengenal cerita Superman dan Batman tidak akan ada masalah dalam menonton FILM ini karena saya tahu crita awalnya dan penokohan sebenarnya. Tetapi ketika penonton yang belum mengetahui tentang Superman dan Batman, kemudia sang sutradara mengubah crita, maka mereka pasti akan mengernyitkan dahi, garuk-garuk kepala, atau bertanya ke sebelahnya untuk menjelaskan tokoh-tokoh yang ada di FILM ini.

Baca Juga:  Serial HBO Watchmen memimpin dengan 26 Nominasi Primetime Emmy

Snyder sebagai sutradara sudah melakukan perbaikan dengan tidak menghadirkan pertarungan yang bertele-tele dan melelahkan mata di MOS, tetapi kemudian dia membiarkan PLOT HOLE yang merusak FILM ini, dan dia membuat sedikit unsur NOLAN di FILM (Inception) dimana Bruce terbangun berkali-kali di dalam mimpi, yang menurut saya tidak berhasil. Kemudian sang penulis GOYER dan TERIO bagi saya adalah Patner GAGAL karena mereka memiliki gaya cerita yang bertolak belakang SORRY TO SAY THIS BUT THAT’S TRUE. Alur crita Goyer di MOS seperti NOLAN, kemudia alur crita TERIO seperti BEN di ARGO, kemudian ditambah BEN suka mengubah naskah yang sama sekali tidak memperbaiki FILM ini. Menurut saya apabila hanya GOYER yang menulis naskah, maka FILM ini akan lebih baik. Karena menulis berdua akan lebih sulit karena ada EGO yang harus ditahan.

Dan menurut saya karena SCIRPT yang buruk pulalah yang membuat akting Henry dan Ben menjadi tidak maksimal, sangat disayangkan. ;( Karena SCRIPT pula lah kehadiran WONDER WOMAN hanya sekedar PEMANIS padahal dia sudah sangat AWESOM di FILM ini. Gal Gadot sangat pas sebagai Wonder Wowan, tetapi dia berakting dengan sangat tanggung. Juga humor-humor yang serba nanggung, yang membuat kita ketika nonton akan berkata Apaan sih….Please deh….

THE MUSIC

Sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi Hans Zimmer dan Junkie XL adalah ANDALAN, salah satu penyelamat FILM ini adalah music yang megah ZIMMER dan music keren JUNKIE, ketika pertarungan BATMAN yang kejar-kejaran dengan Bat Mobile, saya merasa terhipnotis karena musiknya yang membuat saya fokus terhadap FILM.

OVERALL

Ok, kesimpulannya menurut saya GAGAL nya FILM ini karena SCRIPT, kerja keras semua orang menjadi hancur karena SCRIPT BURUK. Plot cerita BVS sangat ringan yaitu pertarungan Antara DEWA dan MANUSIA, but DC membuatnya menjadi berat, seharusnya cerita yang ringat tidak perlu dibuat menjadi sangat gelap. Film ini bukan TRILOGI BATMAN NOLAN, melainkan SUPERHERO kesayangan anak-anak seherausnya DC lebih memahaminya. Contoh saja belajar dari MARVEL melalui Film Captain AMERICA: The Winter Soldier, critanya berat tetapi tetap ringan untuk ditonton dewasa dan anak-anak.

Baca Juga:  Facebook Laju Digital:perkembangan terakhir dan informasi terbaru

Saya masih sangat berharap untuk JUSTICE LEAGUE, agar pihak DC segera belajar dari kesalahan-kesalah di FILM ini. Mungkin jika DC belum mau MOVE ON dengan NOLAN makan dia bisa mengajak Jonathan Nolan untuk berjasama dalam penulisan SCRIPT.

Trus apakah saya sarankan untuk menyaksikan FILM ini? Ya, harus and MUST WATCH IT AT CINEMA!!!

karena FILM ini merupakan awal dari JUSTICE LEAGUE dan Film ini tidak seburuk yang orang kira, karena ekspektasi yang terlalu tinggilah membuat FILM menjadi biasa saja.