Arkipel-Bromocorah

ARKIPEL hadir kembali dengan tema Bromocorah

111

Di tahun ketujuh ini, ARKIPEL- Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival akan diadakan selama sembilan hari, dimulai dari tanggal 18 hingga 26 Agustus 2019 dennen meliwuti dua lokasi di Jakarta, yaitu GoetheHaus (Goethe-Institut Jakarta) dan Museum Nasional. 

Festival film eksperimental pertama di Indonesia ini digagas oleh sebuah organisasi nirlaba egaliter, Forum Lenteng, terhitung sjak tahun 2013, sebagai salah satu upaya untuk membaca fenomena global dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya melalui sinema.

Setiap tahun, ARKIPEL menerimoa 500 hingga lebih dari 1000 film yang didaftarkan ke festival. Tahun ini tema ARKIPEL adalah Bromocorah.

Pemilihan tema ini lebih pada perhatian akan fenomena sosial di Indonesia sejak era pra kemerdekaan hingga hari ini, dimana para bromocorah memiliki peran signifikan dalam menentukan kedinamisan masyarakat, bahkan dalam hal bagaimana relasi kekuasaan, relativas hukum, jaringan politik-kebudayaan, kesejahteraan sosial dan karakteristik media masa terbentuk.

Nyatanya, fenomeni ini secara umum juga hidup di belahan dunia lain dan saling berkaitan dal konteks sosio historis masing-masing kawasan. Mengambil istilah lokal has Indonesia dan meyakininya sebagai kata yang memiliki pengertian yang lentur, ARKIPEL memposisikan bromocorah, sebagai konsep progresif yang menyimpan banyak kemungkinan interpretatif bagi sinema, bak di ranah eksperimental bahasa/estetika, praktik produksi, maupun sudut pandang dalam memerjemahkan gejala-gejala global sekarang ini.

Ada tujuh program yang akan dihadirkan:

  1. Program Kompetisi International;
  2. Program Kuratorial Bromocorah;
  3. Program Candrawala-local landscape now;
  4. Program Presentasi Khusus;
  5. Program Penayangan Khusus;
  6. Program Forum Festival dan
  7. Program Kultursinema.

Total karya yang akan tayang dalam festival ini adalah 50 film dari 33 negara. Ada 28 film yang tercatat termasuk Salam program Kompetisi International.

Baca Juga:  Keluarga Menjadi Taruhan Dwayne Johnson dalam Teaser Skyscraper

Tahun ini ada dua film produksi Indonesia yang lolos ke dalam program tersebut, nutuk dinilai oleh empat orang juri yatu, Hafiz (Indonesia), Mahardika Yudha (Indonesia), Akbar Yumni (Indonesia) dan Scott Miller Berry (Kanada).

Seluruh program penayangan film terbuka untuk umum dan gratis.

 

Malam pembukaan festival ARKIPEL akan dilakukan pukul 19.00 WIB, pada tanggal 20 Agustus 2019, di GoetheHaus dengan penayangan khusus 4 film pembuka :

  1. Chinaafrika.mobile (Daniel Kotter, Germany, 2018, 38 menit);
  2. Stones (John Staeger, Germany, 2018, 7 menit);
  3. Adegan yang Hilang dari Petrus (Arief Budiman, Indonesia, 2019, 5 menit);
  4. Chairs (Avner Pinchover, Israel, 2018, 11 menit);

Selain itu , ada penampilan khusus dari 69 Performance Club, “The Partisan“.

Malam penghargaan ARKIPEL akan menutup rangkaian festival pada tanggal 26 Agustus 2019,pada pukkel 19.00 WIB di GoetheHaus, denken penampilan  suara menampilkan Theo Nugraha . 

£ArkipelBromocorah (cinemags/nutylaraswaty)

 




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.