America: The Motion Picture – Sinopsis dan Ulasan

183

Apa jadinya jika kisah sejarah diceritakan dengan gaya menyeleneh dalam pendekatan narasi masa kini lengkap dengan segala atribut modernnya? Itulah yang kemudian disajikan oleh skrip Dave Callaham (Zombieland: Double Tap, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings) yang kemudian dituangkan dalam film berjudul America: The Motion Picture ini.

America: The Motion Picture adalah film animasi Netflix yang diproduseri oleh Phil Lord dan Christopher Miller, figur penting di balik kesuksesan Spider-Man: Into The Spider-Verse dan The Mitchells vs. The Machines. Film animasi ini punya premis kisah yang unik. Ide untuk kisah ini sejujurnya boleh dikatakan brilian. Dengan mencampuradukkan kejadian dan para tokoh sejarah nyata dengan sentuhan budaya modern. Film yang untuk kursi penyutradaraannya dipercayakan pada Matt Thompson ini didukung oleh para penyulih suara yang terdiri dari nama-nama kondang Hollywood, antara lain Channing Tatum, Olivia Munn, Jason Mantzoukas, Simon Pegg, dan Judy Greer.

Di tahun 1776, dikisahkan para tokoh pergerakan kemerdekaan Amerika yang sedang berpesta tiba-tiba mendapat serangan mendadak dari pasukan Inggris yang dibawa Benedict Arnold, salah satu rekan mereka sendiri yang berkhianat.

Dari situ, kemudian fokus berpindah pada George Washington (Channing Tatum), yang setelah tewasnya sang sahabat Abraham Lincoln di tangan Arnold, memutuskan melanjutkan impian Lincoln untuk memulai negara baru, Amerika. Washington kemudian merekrut tim pejuang yang terdiri dari Samuel Addams, Paul Revere, seorang ilmuwan wanita bernama Thomas Edison, dan indian ahli mencari jejak, Geronimo, untuk berjuang melawan invasi Inggris yang dipimpin oleh Raja James dan juga tentunya si pengkhianat, Benedict Arnold, demi tujuan mulia, yakni kemerdekaan Amerika.

Netflix’s America: The Motion Picture, boleh saja mengklaim “berdasarkan sejarah aktual,” namun tidak perlu dipandang serius, karena sudah tentu visualisasinya sangatlah kontra dengan dengan apa yang klaimnya itu. Yang jelas, ini adalah film yang ditakdirkan untuk didiskusikan, dipertahankan, dan diserang tanpa henti dari semua sisi atau diabaikan sama sekali. Dikemas dengan gaya yang sangat menyeleneh, film ini rasanya memang sengaja untuk menerima sasaran tembak apapun, dikarenakan kadar kontroversialnya yang bisa dibilang ekstrem. Penuangan penceritaannya sangat liar, dan terkesan tidak ambil pusing dalam menginjeksikan referensi-referensi budaya populer apapun ke dalam storylinenya. Bayangkan saja, selain ada beberapa adegannya jelas-jelas memparodikan Avengers Endgame, banyak tribut-tribut yang rasanya akan tidak asing di mata para penggemar film (ada referensi Star Wars, RoboCop, Fast & Furious, The Transporter dan masih banyak lagi)

Baca Juga:  Gianna Jun adalah wanita yang berbahaya dalam Kingdom: Ashin of the North

 

Sajiannya juga seakan tidak peduli untuk siapa tontonan ini ditujukan. Karena materi pun penuangannya ini terasa benar keluar konteks dari manapun jika ingin dikategorikan secara tertentu (terlalu ketinggalan zaman untuk penyuka kisah sejarah, terlalu absurd, terlalu sensitif, dan juga sajiannya terlalu keras /sadis untuk anak-anak).

Meskipun animasi yang sangat inventifnya yang membuat film ini menarik secara visual, America: The Motion Picture sangat terbantu oleh para pemain ansambelnya. Channing Tatum sangat cocok untuk menyuarakan sang tokoh utama pahlawan George Washington, dan Jason Mantzoukas mengambil peluang terbuka lebar dari karakter seperti Sam Adams sepenuhnya. Beberapa pertunjukan yang lebih menonjol termasuk Raoul Max Trujillo dan Killer Mike, yang diberi beberapa baris terbaik mutlak dalam naskah dan menyampaikan sejarah bermasalah Amerika dengan nada yang selalu lucu namun menggigit.

Walaupun mungkin isi filmnya akan lebih berdampak pada masyarakat Amerika sendiri, secara keseluruhan, America: The Motion Picture lumayan menghibur. Pace penuangan kisahnya klise namun tetap menarik, namun dengan catatan jika Anda tergolong yang lumayan kuat menyaksikan adegan kekerasan. Sajiannya yang terkesan asal-asalannya ini juga bakal menimbulkan pertanyaan apakah film ini masuk kategori film konyol ataukah cerdas dikarenakan premisnya yang absurd namun mengeksekusi kritik-kritik yang disinggungnya dengan sangat baik.

America The Motion Picture tampak seperti upaya liar membuat film satir berdasarkan fakta sejarah. Tapi, itu tetap menjadi film trial and error. Jika Anda ingin menikmati film animasi liar yang menghibur, maka film ini sangat cocok untuk Anda.

America: The Motion Picture dapat disaksikan secara streaming di Netflix




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.