6 Film Dokumenter Inspiratif Mengenai Para Seniman Ikonis

365

Di balik setiap karya masterpiece selalu ada seniman dan kisah mereka. Dan meskipun suatu karya telah berbicara sendiri mewakili si seniman, tidak ada salahnya mempelajari hidup sang seniman serta memahami lebih dalam bagaimana proses kreativitas mereka. Terima kasih kepada para filmmaker yang telah merekam rare footage para pelaku kreatif ini dan menyebarkan informasi berharga bagi masyarakat awam melalui film-film dokumenter seni yang menyegarkan jiwa.

Dari footage Picasso dan Gerhard Richter hingga wawancara mendalam bersama Jean Michel Basquiat, ini dia beberapa dokumenter terbaik pilihan yang wajib ditonton oleh para pecinta seni (visual)

VINCENT: THE LIFE AND DEATH OF VINCENT VAN GOGH (1987)

Film dokumenter cantik karya Paul Cox ini menceritakan kehidupan Vincent van Gogh melalui surat-surat Van Gogh kepada saudaranya Theo, yang dinarasikan dengan lantang oleh John Hurt. Secara visual, pemirsa akan melihat beberapa lanskap yang menginspirasi lukisan seniman, salah satu di antaranya gambaran para petani yang bekerja di tanah mereka dan pelataran bunga matahari. Tampilan Closeup mengungkapkan detail rumit karya Van Gogh, sementara narator menjelaskan teknik serta eksperimen artistik melalui kata-kata Van Gogh sendiri.

 

THE MYSTERY OF PICASSO (1956)

The Mystery of Picasso adalah salah satu film dokumenter terbesar mengenai pelukis legendaris Spanyol. Disutradarai oleh Henri-Georges Clouzot. Film ini merekam aktivitas dan gambar-gambar Picasso dari sudut tertentu, mengungkapkan proses kreatif misteriusnya. Dari sketsa hitam putih yang lucu hingga mural penuh warna, semua 20 karya yang dibuat untuk film ini dihancurkan oleh Picasso setelah pembuatan film. “Ketika kita semua mati, Anda dan saya dan semua orang, film ini masih akan terus diproyeksikan,” kata Clouzot kepada Picasso. Hmmm… baiklah.

Baca Juga:  Tilik Beberapa Dokumenter Terbaik yang Tayang di Netflix September Ini

GERHARD RICHTER PAINTING (2011)

Disutradarai oleh Corinna Belz, Gerhard Richter Painting menggali secara intim melalui rekaman studio seniman abstrak Jerman, Gerhard Richter. Seniman ini dikenal pemalu mengekspos dirinya ke media, tetapi ia setuju tampil di depan kamera untuk pertama kalinya pada tahun 2007 untuk film pertama Belz, berjudul Gerhard Richter’s Window. Film dokumenter lanjutan ini dibuat pada tahun 2011, memberikan perspektif langsung mengenai proses kreatif Richter termasuk percakapan mendalam bersama para kritikus, kolaborator, dan ahli galerisnya. Sangat memukau menyaksikan artis berusia 79 tahun itu bergerak di sekitar kanvas menggunakan penyapu riasnya yang besar.

JEAN-MICHEL BASQUIAT: THE RADIANT CHILD (2010)

Pelukis yang bermarkas di New York, Jean-Michel Basquiat pertama kali menggemparkan dunia seni pada akhir 1970-an ketika ia mendapat pengakuan sebagai seniman grafiti. Hanya dalam jangka waktu beberapa tahun, Basquiat beralih dari seniman jalanan menjadi salah satu seniman paling terkenal di dunia. Namun, Basquiat tidak terlalu menikmati kesuksesannya yang berdampak pada perubahan gaya hidup dan proses keatifitasnya. Ia meninggal karena overdosis heroin pada tahun 1988 di usia 27 tahun. Teman dekat Basquiat, Tamra Davis, menangkap kehidupan artis ikonis ini dalam filmnya, Jean- Michel Basquiat: The Radiant Child, dengan rekaman wawancara yang belum pernah dilihat sebelumnya.

EAMES: THE ARCHITECT & THE PAINTER (2011)

Desainer Charles Eames dan istrinya artis Ray adalah dua kontributor paling signifikan di Amerika dalam menyumbangkan arsitektur modern, furnitur, dan seni. Sutradara Bill Jersey menyoroti harta karun bahan arsip dalam film panjangnya, Eames: The Architect & The Painter. Film ini antara lain berisi sesi wawancara dengan teman, kolega lama, dan ahli desain yang menceritakan kisah menarik dari dua seniman ikonik ini.

Baca Juga:  Lihat Penampilan Elric Bersaudara dalam Trailer Live-Action Fullmetal Alchemist

MARINA ABRAMOVIC: THE ARTIST IS PRESENT (2012)

Film dokumenter menarik ini menampilkan seniman pertunjukan Marina Abramovic saat ia bersiap untuk melakukan retrospeksi besar atas karyanya di Museum Seni Modern di New York dengan menggunakan tubuhnya sendiri sebagai medianya, ia mendorong batas-batas fisik dan mental, bahkan mempertaruhkan kesehatannya atas nama seni. Untuk performa seninya, dia duduk selama lebih dari 7 jam, setiap hari, selama tiga bulan, di kursi, tanpa makanan atau air, menatap mata pengunjung yang duduk di seberangnya. Seperti kontes menatap tajam bagi orang dewasa.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.